Tag Archives: anekdot

Penyedot Pulsa

Suatu hari, Roy sedang sibuk bermain handphone untuk mengisi kebosanan. Ia sedang browsing di handphone-nya. Ia browsing segala macam hal, mulai dari browsing film-film kesukaannya dan browsing tentang band kesukaannya, Asking Alexandria. Roy memang fans berat hardcore. Sebenarnya pacar Roy, Sherina, kurang menyukai playlist lagu yang disimpan di HP Roy, karena playlist-nya berisi lagu-lagu hardcore. Sherina sendiri sebenarnya adalah penggemar lagu bergenre reggae. Hari ini Roy sama sekali tidak berniat menghubungi Sherina karena dia lagi-lagi bertengkar lagi dengan Roy masalah lagu hardcore. Maka dari itu, mumpung hari ini hari Minggu, Roy menyibukkan dirinya dengan bermalas-malasan dan bermain HP. Roy tidak mencoba mengecek pulsa yang tersisa di HP-nya dan dia tidak menggunakan paket internet, sehingga dia browsing dengan pulsa normal. Tadi pagi dia baru saja mengisi pulsanya di counter.

“Roy!” teriak ibu Roy dari dapur, “ayo sini bantu ibu!” Roy yang sedang enak-enak main HP pun dengan malas-malasan pergi ke dapur dan membantu ibunya memotong bawang merah. Setelah membantu ibunya, Roy kembali ke kamarnya dan bermain HP. Roy lalu browsing kembali di HP-nya. Riwayat browsing-nya sudah terhapus semuanya dari handphone karena Roy memiliki kebiasaan menghapus riwayat browsingnya setiap habis browsing. Tapi Roy tidak bisa melakukan browsing, karena pulsa HP Roy sudah habis. Tetapi Roy sama sekali tidak ingat kalau tadi sebelum ia membantu ibunya di dapur, ia sudah browsing dengan pulsa normal, yang bisa saja dapat menghabiskan pulsanya dalam waktu sekejap.

“Lho? Kenapa gak bisa buat browsing?” gumam Roy. Roy lalu mengecek saldo pulsanya, dan ternyata pulsa Roy hanya tersisa Rp. 6.

“Hah, kenapa pulsanya habis? Aneh, jangan-jangan ada yang nyolong pulsaku nih…” Padahal Roy sendiri yang nyolong pulsa HP-nya.

Advertisements

Lebaran dan Sepeda Motor

Motorcycle---Cartoon-2

Kemarin, Mamat memutuskan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan bersama temannya, Dodot. Kebetulan saat itu Dodot yang menjadi pengatur jalannya Idul Fitri di lapangan tersebut. Ketika ia masuk ke lapangan tempat diselenggarakannya shalat Idul Fitri, Mamat langsung terheran-heran. Semua orang di tempat itu tidak menggunakan sajadah untuk sembahyang. Khutbah yang dilakukan pada saat Idul Fitri pun tidak memakai microphone. Maka Mamat bertanya kepada Dodot.

“Dot, kenapa semua orang di sini sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah?” tanya Mamat.

“Yaa, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, umat muslim memang sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah.” jawab Dodot.

“Terus kenapa khutbah-nya tidak pakai microphone?”

“Ya, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, khutbah Idul Fitri-nya tidak memakai pengeras suara.”

Sepulang dari shalat Idul Fitri, Mamat melihat Dodot pulang ke rumahnya dengan sepeda motor. Dalam hati Mamat menggumam, “Kenapa Dodot enggak sekalian pakai unta saja kalau mau pulang…”