Tag Archives: 2013

Protected: Liburan Kenaikan Kelas 2013

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Why Mahabharata Star Plus Is Funny

This is my second article on this blog that contains criticism of the Mahabharata Star Plus series.

In last September, a new Mahabharata serial made ​​by Star Plus launched its first episode. Just a few months running in India, ANTV, a TV stations from Indonesia ‘rented’ the Mahabharata Star Plus serial and broadcasted it in Indonesia. Mahabharata Star Plus got a very rousing welcome in Indonesia and the series is dubbed in Indonesian. In India, currently the Mahabharata Star Plus has reached over 200 episodes while in Indonesia it has recently reached over 100 episodes. Many Mahabharata fans from Indonesia liked to watch on YouTube through the Star Plus official channel as the portion of Mahabharata airtime in ANTV is just half an hour (even less) and the Indonesian fans tried to keep abreast of the latest episode of the Mahabharata in India. In India, the current serial Mahabharata has reached its climax—the war. While in Indonesia, the Mahabharata episode is still up in the story of Pandavas’ struggle to build kingdom in Khandavprastha forest.

I usually stay tune every day and watch the latest episodes of Mahabharata serial in Star Plus’ YouTube channel. But I heard a rumor said that Mahabharata serial will soon be finished. I once read an article on the website about the last episodes of Mahabharata Star Plus serial, in the article mentioned that one source close to Star Plus declared an end to the serial Mahabharata after they filming a few episodes after the Mahabharata war ended. I’m sure many fans of the series Mahabharata—including me, felt very surprised and disappointed by this news. Moreover, this new rumor is heard when the serial Mahabharata has reached its climax, the war. Kurukshetra War is the essence of the whole story of the Mahabharata and I think Star Plus was too cruel to decide to ‘abort’ or reduce the portion of war in Mahabharata serial. Moreover, after the Mahabharata war ended, there are still old days stories of the Pandavas and Pandavas and Draupadi trip to the Himalayas, also the story of the birth of Parikshit who will be the next successor to the throne of Hastinapura after Yudhisthira. As a big fan of the Mahabharata I was not willing if Mahabharata serial have to end in war alone.

Source: wayangku.wordpress.com

Source: wayangku.wordpress.com—Parikshit (wayang form)

Mahabharata Star Plus for me was very funny because only with duration of half an hour each time slot, so many episodes that contain very poor interpretation and useless dialogues and scenes and when it came time for war episodes, the Mahabharata Star Plus cut out a lot of important parts of the story of the Mahabharata war. I am sure, the story of the death of Ghatotkacha in the Mahabharata war requires more episodes than the story of Draupadi swayamvar. In Kurukshetra war there is absolutely no action scenes are really atrocious, that there are only silly and pathetic dialogues and scenes that should not exist in a battle scene. Somehow Mahabharata Star Plus looks like a soap opera for me.

maxresdefault

Mahabharata war in seashore desert. Nonsense.

Mahabharat Star Plus 2013

mahabharata

Mahabharata tayang perdana di ANTV pada tanggal 17 Maret 2014. Mahabharata yang ditayangkan ANTV adalah drama epik yang diproduksi oleh stasiun TV India, Starplus. Applause buat ANTV atas keberaniannya dalam memberi suasana baru dalam dunia pertelevisian dengan menayangkan drama epik Mahabharata. Sejauh ini, sinema Mahabharata fantastis, tapi ada beberapa kekurangannya. Berikut review saya tentang Mahabharata Starplus 2013 ini, meliputi beberapa aspek:

1. Dialog

Kresna, duta Pandawa.

Kresna, duta Pandawa.

Dialog yang diucapkan para tokoh di Mahabharata Starplus 2013 ini sangat sangat sangat berat dan sangat sangat sulit dipahami. Pada umumnya di setiap episode, Kresna sebagai narator selalu muncul dan memberikan semacam ‘wejangan’ tentang nilai-nilai kehidupan berdasarkan peristiwa yang terjadi kepada penonton. Misalnya, di cerita sebelumnya Satyawati menyesal karena ia terlalu egois menginginkan keturunannya sebagai penerus tahta Hastinapura, lalu pada adegan selanjutnya Kresna memberikan wejangan tentang bagaimana, mengapa seseorang bisa menjadi egois dan bagaimana cara menghilangkan sifat egois atau semacamnya—yang berhubungan dengan masalah yang dialami Satyawati kepada penonton. Tapi jujur, saya sama sekali tidak mengerti apa yang Kresna bicarakan di sesi ‘ceramah’ ini. Terlalu banyak majas/perumpamaan dan kata-kata yang sulit dipahami, kadang saya ngerasa kalau apa yang Kresna katakan itu tidak nyambung dengan masalah yang dibicarakan. Dialog-dialog yang diucapkan lelakon di Mahabharata Starplus 2013 ini tampaknya terlalu melankolis dan dramatis, sehingga membuat para penonton kesulitan memahami dialog yang dibicarakan oleh tokoh-tokoh di Mahabharata Starplus 2013.

2. Make Up

Aksesoris Drupadi yang berlebihan.

Aksesoris Drupadi yang berlebihan.

Kadang justru lebay-nya make up para aktor Mahabharata Starplus 2013 ini bikin semakin ‘cling’ dan ‘wow’.  Tapi ada beberapa sih yang terlalu lebay.  By the way, para make up artist di Mahabharata Starplus 2013 ini sangat berhasil bikin wajah Sangkuni beda 180 derajat dengan wajah asli aktor pemeran Sangkuni, Praneet Bhatt.

Kiri: Sangkuni, kanan: Praneet Bhatt (aktor pemeran Sangkuni)

Kiri: Sangkuni, kanan: Praneet Bhatt (aktor pemeran Sangkuni)

Jujur saya nggak percaya kalo Praneet Bhatt ini yang main jadi Sangkuni. Ganteng amat! Saya sampe mikir ini manusia atau malaikat saking gantengnya, tapi saya kecewaaa kenapa dia yang main jadi Sangkuni? Dia terlalu tampan! Ngomong-ngomong tentang Drupadi dan make up-nya, denger-denger katanya Pooja Sharma, yang main jadi Drupadi di Mahabharata Starplus ini butuh waktu dandan sampai 3 jam buat meranin Drupadi! Astaga… Nggak kurang lama yah? Hehehe… Pooja Sharma sendiri pernah bilang kalo meranin Drupadi ini susah banget soalnya pakaian dan aksesoris yang dipakai Drupadi sangat berat—beratnya aja mencapai 25 kg, jadi buat jalan aja susah banget.

3. Efek Visual

Look!

Look the visual effect!

Saya tidak tahu banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan visual effect. Menurut saya sih visual effect di Mahabharata Starplus ini bagus banget tapi memang masih payah di beberapa bagian. Ada sebagian efek yang terlihat real, tapi ada juga yang kelihatan murahan. Saya nggak bisa ngomong banyak lah kalo tentang ini, penonton pasti bisa menilai sendiri kok. Sebenarnya saya mikirnya efek visual Mahabharata Starplus ini pasti lebih bagus dari Star Wars atau Avatar karena katanya pembuatan sinema ini menghabiskan dana 17 juta dolar—sudah pasti visual effectnya keren sekali kalau budgetnya sebanyak itu. Tapi ternyata… ah sudahlah. Hihii.

fireflies

arjun

vearrow

4.  Cerita

Banyak banget cerita asli Mahabharata  yang diubah dan dihilangkan di Mahabharata Starplus 2013 ini. Berikut ini sebagian kecil cerita-cerita yang diubah dan dihilangkan di Mahabharata Starplus:

a.  Di Mahabharata Starplus, Pandu menikahi Madri setelah Pandu memenangkan perang untuk melindungi kerajaan Madra. Raja Madra memberikan putrinya, Madri, untuk Pandu sebagai hadiah atas kemenangannya dalam perang. Namun di cerita aslinya, Pandu menikahi Madri setelah Pandu berduel dengan Salya, kakak Madri. Ketika Pandu dalam perjalanan pulang setelah mengikuti sayembara memperebutkan Kunti di kerajaan Kuntiboja, Salya yang saat itu datang terlambat dalam sayembara memperebutkan Kunti tiba-tiba muncul dan menantang Pandu berduel. Salya akan mempertaruhkan adiknya, Madri, jika dia kalah duel melawan Pandu. Namun jika Pandu kalah, maka Pandu harus menyerahkan Kunti kepada Salya. Pandu menerima tantangan Salya. Salya lalu kalah dalam duel tersebut dan Madri jatuh ke tangan Pandu.

pm

b. Di cerita asli Mahabharata, Dretarastra terlahir buta karena pada saat upacara niyoga,  ibu Dretarastra, Ambika menutup matanya. Ambalika menutup matanya karena takut melihat wajah Resi Byasa (yang membantu proses upacara niyoga) yang luar biasa sangar dan menakutkan. Namun di Mahabharata Starplus 2013 tidak dijelaskan mengapa Dretarastra terlahir buta.

dre

Dretarastra

c. Kematian Madri di cerita asli Mahabharata adalah karena Madri melemparkan diri ke dalam api pembakaran mayat suaminya, Pandu. Namun, di versi Mahabharata Starplus, Madri yang merasa bertanggung jawab atas kematian suaminya tiba-tiba pingsan dan arwahnya keluar dari jasadnya.

Kematian Madri

d. Pada episode masa pengasingan Pandawa di hutan, cerita kala Arjuna dikutuk Dewi Urwasi menjadi banci dihilangkan dari Mahabharata Starplus dan cerita pertemuan Bima dengan Hanuman diubah sehingga berbeda dari cerita aslinya. Diceritakan pada Mahabharata Starplus 2013 Bima bertapa di hutan dan membawa banyak laddoo (sejenis kue asal India) untuk dikirimkan kepada Hanuman. Bima berharap Hanuman datang untuk menemui Bima karena Bima menginginkan restu dari Hanuman dalam menghadapi perang Mahabharata. Hanuman lalu muncul dalam bentuk kera liar yang melahap semua laddoo yang dibawa Bima. Bima marah dan ingin membunuh kera jelmaan Hanuman itu karena Bima tidak tahu bahwa kera itu sebenarnya adalah Hanuman. Hanuman lalu muncul setelah Bima akan memukul kera jelmaan Hanuman dengan gada-nya dan memberi Bima restu untuk menghadapi perang Mahabharata. Di cerita aslinya, Bima bertemu Hanuman setelah Bima menemukan bunga saugandhika untuk diberikan kepada Drupadi.

Hanuman memegang kue laddoo.

Hanuman memegang kue laddoo.

Banyaknya cerita yang diubah dan dihilangkan dalam sinema Mahabharata Starplus ini menjadi nilai minus bagi Mahabharata Starplus 2013 dan sangat membuat para fan fanatik Mahabharata yang mengetahui cerita Mahabharata hingga se-detil-detilnya seperti saya merasa tidak nyaman. Selain itu terkadang alur cerita Mahabharata Starplus ini terlalu cepat, jadi penonton tidak bisa menikmati dan meresapi cerita yang ditayangkan. Tapi terlepas dari semua kekurangannya, saya tetap suka nonton sinema ini, karena lumayan mengobati kehausan saya akan tayangan-tayangan bermutu di televisi. Kebetulan saya juga sangat suka cerita wayang meskipun cerita Mahabharata versi wayang dan Mahabharata versi India berbeda. Pokoknya big thanks deh buat ANTV yang udah nayangin Mahabharata Starplus di Indonesia!