Lebaran dan Sepeda Motor

Motorcycle---Cartoon-2

Kemarin, Mamat memutuskan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan bersama temannya, Dodot. Kebetulan saat itu Dodot yang menjadi pengatur jalannya Idul Fitri di lapangan tersebut. Ketika ia masuk ke lapangan tempat diselenggarakannya shalat Idul Fitri, Mamat langsung terheran-heran. Semua orang di tempat itu tidak menggunakan sajadah untuk sembahyang. Khutbah yang dilakukan pada saat Idul Fitri pun tidak memakai microphone. Maka Mamat bertanya kepada Dodot.

“Dot, kenapa semua orang di sini sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah?” tanya Mamat.

“Yaa, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, umat muslim memang sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah.” jawab Dodot.

“Terus kenapa khutbah-nya tidak pakai microphone?”

“Ya, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, khutbah Idul Fitri-nya tidak memakai pengeras suara.”

Sepulang dari shalat Idul Fitri, Mamat melihat Dodot pulang ke rumahnya dengan sepeda motor. Dalam hati Mamat menggumam, “Kenapa Dodot enggak sekalian pakai unta saja kalau mau pulang…”

Advertisements

Meteor Garden

Sumber: aki-ojou.blogspot.com
Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Akhir-akhir ini mulai suka nonton Meteor Garden di Rajawali TV. Buat manusia-manusia yang hidup di tahun 2000-an pasti tahu lah ya apa itu Meteor Garden. Tapi buat yang enggak tahu, bakalan saya kasih tahu deh. Meteor Garden adalah drama Taiwan yang tayang tahun 2002-an. Drama ini sempat booming di Indonesia. Drama ini mengadopsi cerita dari komik Jepang berjudul Hana Yori Dango, menceritakan tentang seorang gadis miskin bernama San Chai (Barbie Hsu) yang bersekolah di sekolah elite dan bertemu dengan geng F4 yang terdiri dari empat laki-laki pewaris perusahaan terbesar di Taiwan yang senang mem-bully murid-murid di sekolah elite tersebut. Empat murid tersebut adalah Dao Ming Si (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Zhou), Xi Men (Ken Chu), dan Mei Zuo (Vaness Wu).

Sumber: chingchingchings.blogspot.com - Dao Ming Si
Sumber: chingchingchings.blogspot.com – Dao Ming Si, the leader of F4
Sumber: mytika07.blogspot.com - Hua Ze Lei, the introvert one
Sumber: mytika07.blogspot.com – Hua Ze Lei, the introvert one
Sumber: www.angelfire.com - Xi Men, the playboy one
Sumber: http://www.angelfire.com – Xi Men, the playboy one
Sumber: asian-artis.blogspot.com - Mei Zuo, the playboy one too
Sumber: asian-artis.blogspot.com – Mei Zuo, the playboy one too

Sumpah itu Dao Ming Si sama Hua Ze Lei ganteng abis! Terutama Dao Ming Si. Sebenernya cerita Meteor Garden sama aja sama drama Boys Before Flowers dari Korea, karena dua drama tersebut mengadopsi cerita dari komik yang sama. Saya suka dua-duanya sih, cuma secara objektif jelas drama Boys Before Flowers lebih bagus dari Meteor Garden karena drama tersebut dibuat tahun 2009 dan kualitas akting aktor-aktornya keren banget. Sementara drama Meteor Garden dibuat tahun 2002 dan masih agak norak dan jadul. Selain itu akting aktor-aktornya masih agak kaku, terutama akting Jerry Yan menurutku di sini kurang bagus tapi kalo di jamannya Meteor Garden adalah drama yang terbaik. Entah kenapa komik Hana Yori Dango kalau diadaptasi dalam drama apapun pasti sukses. Emang sih ceritanya bagus banget, meskipun kalo diadaptasi jadi drama apapun ceritanya jadi gitu-gitu aja, tapi tetep suka banget.

Sumber: www.theangelfire.com - San Chai, the brave girl
Sumber: http://www.theangelfire.com – San Chai, the brave girl

Banyak perbedaan antara Meteor Garden dan Boys Before Flowers, meskipun inti cerita yang diangkat dalam kedua drama tersebut sama. Dalam drama Meteor Garden, lebih banyak adegan ciuman daripada Boys Before Flowers. Selain itu adegan ciuman di Meteor Garden lebih hot daripada Boys Before Flowers. Ha, kenapa malah jadi bahas ciuman? Haha. Tapi, aktor-aktor di Boys Before Flowers lebih cantik dan ganteng daripada di Meteor Garden. Kalo di Meteor Garden, cuma F4 dan San Chai-nya yang good-looking tapi kalo di Boys Before Flowers semua aktornya good-looking. Sebelumnya saya belum pernah baca komik Hana Yori Dango. Di Meteor Garden, setiap kali Dao Ming Si berhasil memanfaatkan waktu berdua dengan San Chai, setelahnya Xi Men dan Mei Zuo selalu bertanya apakah Dao Ming Si telah melakukan ‘itu’ dengan San Chai. ‘Itu’ yang dimaksud adalah hubungan seksual. Tapi Dao Ming Si sama sekali tidak pernah mengajak San Chai melakukan ‘itu’. Xi Men dan Mei Zuo adalah playboy dan mereka sudah pasti meniduri banyak wanita. Di salah satu episode Meteor Garden, Mei Zuo pernah bilang kalau mereka menjadi playboy karena itu adalah salah satu cara mereka untuk menikmati hidup selama mereka belum menikah dengan gadis pilihan orangtua mereka yang tidak mereka cintai. Mei Zuo dan Xi Men adalah putra bangsawan kaya dan mereka akan dijodohkan demi kepentingan bisnis orangtua mereka. Ngomong-ngomong San Chai ternyata punya tato. Padahal San Chai hanya gadis miskin biasa. Sementara di drama tersebut digambarkan cewek-cewek yang punya tato adalah cewek-cewek yang genit dan menyebalkan di sekolah tersebut.

Ini tato di belakang lehernya San Chai.
Sumber: kukiztee.blogspot.com – Ini waktu San Chai sama Hua Ze Lei, lihat tato di tangan kanannya San Chai.

Dao Ming Si tertarik sama San Chai karena dia satu-satunya cewek yang berani melawan Dao Ming Si. Selain itu San Chai bukan tipe cewek materialistis yang selama ini selalu ditemui Dao Ming Si di sekitarnya. Meskipun San Chai miskin harta tetapi dia selalu berani melawan orang-orang yang menindas orang lemah. Saya jadi bingung kenapa San Chai mau aja jadi pacarnya Dao Ming Si wkwk. Padahal Dao Ming Si ‘kan cowok nyebelin. Tapi meskipun nyebelin ternyata Dao Ming Si punya sisi baik yang enggak terduga. Lagipula dia ‘kan jadi nyebelin bukan sepenuhnya salah dia juga, tapi karena kesalahan pola asuh kakak perempuannya ke Dao Ming Si yang keras dan Dao Ming Si selama ini kesepian karena orangtuanya berada di luar negeri. Jadi kalo dipikir-pikir, sebenarnya Dao Ming Si cocok juga sama San Chai. Terus, menurut pendapat saya, Hua Ze Lei enggak cocok kalo San Chai. Menurut saya wajah kalo San Chai yang polos sampe suka sama Hua Ze Lei karena Hua Ze Lei ‘kan charming abis dan ganteng pula, juga kalem banget. Tapi waktu kencan pertama sama San Chai aja Lei diem mulu, pake acara ninggal San Chai pula di jalan, bikin San Chai ilfeel. Tapi menurut saya Hua Ze Lei juga enggak cocok sama Teng Tang Jing, cewek idamannya Hua Ze Lei yang berusia lebih tua dari Hua Ze Lei dan bekerja sebagai model. Di pertengahan cerita, Teng Tang Jing memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai model dan pergi ke Prancis untuk sekolah hukum dan melakukan pekerjaan sosial (mungkin membantu orang miskin). Jing tahu kalo Lei suka ke dia, tapi Jing masih menggantungkan Lei. Mungkin karena Lei orangnya terlalu kaku atau penyendiri atau mungkin Jing menolak untuk berpacaran dulu untuk sementara supaya bisa fokus sekolah. Entahlah. Menurut saya mereka tidak cocok, meskipun di kalau nggak salah di komik Hana Yori Dango diceritakan Shizuka Todou yang menjadi inspirasi terbentuknya tokoh Teng Tang Jing akhirnya balik lagi ke Jepang dan menyadari bahwa Rui Hanazawa (Hua Ze Lei) lah yang diinginkannya selama ini.

Penampakan wajah Teng Tang Jing, pujaan hatinya Hua Ze Lei.

Oh ya, saya juga pengen membahas hubungan antara Xi Men dan Xiaoyou. Xiaoyou adalah temannya San Chai. Xiaoyou suka sama Xi Men, tapi sayangnya Xi Men yang playboy masih suka gantungin Xiaoyou. Kalo di Boys Before Flowers sih sama kayak So Yi Jung ke Cha Ga Eul, tapi aku lebih suka Yi Jung sama Ga Eul. Mereka berdua tuh kisah cintanya menurutku lebih menarik dari kisah cinta Jun Pyo dan Jan Di. Haha. Sejujurnya kalo di Boys Before Flowers lebih kerasa drama-nya daripada di Meteor Garden. Selain itu, ibunya Jun Pyo di BBF lebih nyebelin dan galak daripada ibunya A Shi (panggilan akrab Dao Ming Si), Dao Ming Feng. Tapi sekali lagi karena Meteor Garden dibikinnya lawas banget jadi mungkin bisa dimaafkan. Lagipula itu masih tergolong bagus kalo dibandingkan drama-drama lainnya di tahun 2000-an. Masih banyak perbedaan antara Meteor Garden dengan Boys Before Flowers. Salah satunya, di Boys Before Flowers, Jan Di digambarkan pintar berenang sementara San Chai enggak. Tapi aku tetep suka dua-duanya.

SKP

Sumber: theblacksphere.net
Sumber: theblacksphere.net

SKP. Sudah kenyang, pulang.

Dulu, waktu saya masih kecil, orangtua saya suka mengajak saya dan saudara-saudara kandung saya ke acara pernikahan. Di sana, saya dan saudara-saudara suka bermain-main dan duduk diam mendengarkan percakapan orangtua kami dengan orangtua kedua mempelai yang sedang menikah.

Tapi ada masa dimana ayah saya tiba-tiba marah sekali. Suatu saat, saya, saudara-saudara saya, ibu, dan ayah saya sedang travelling di Malang. Kami memilih travelling ke Malang karena di sana kebetulan juga ada acara pernikahan teman ayah. Setelah puas travelling, mobil kami pun melaju menuju lokasi pernikahan teman ayah. Tapi entah kenapa saat itu ayah saya tiba-tiba marah sekali. Ayah melarang kami ikut ayah dan ibu ke acara pernikahan. Kami bertiga sangat bingung. Apalagi melihat ekspresi ayah marah-marah, membuat kami sedikit takut.

Ternyata ayah kami melarang kami mengikuti acara pernikahan karena ada teman ayah yang bilang kalo orangtua kami suka membawa kami bertiga ke acara kondangan supaya kami kenyang.

Kasar amat.

Ibu yang bilang ke kami tentang hal itu.

Akhirnya sejak saat itu kami bertiga tidak pernah mendatangi acara pernikahan lagi.

Kalaupun ibu mau ngajak anak-anak, pasti ibu pilih satu. Mungkin aku, mungkin kakak, mungkin dedek.

Sekarang kami bertiga udah besar-besar, jadinya kalo diajak ke acara kondangan gitu malah males semua haha.

Saya enggak tahu kenapa waktu itu ayah bisa marah banget. Kami sebenernya dulu juga engga tahu apa-apa, karena waktu itu kami masih kecil. Yang kami tahu dulu ‘kan cuma main-main, masalah makan atau enggak itu bukan masalah besar buat kami bertiga.

Emang yang namanya masalah makan itu masalah sensitif.

Waktu dulu saya masih mengaji, saya suka memperhatikan orang yang datang ke pengajian hanya untuk dapat makanan atau supaya dapat nasi kotak. Sering banget ketemu orang-orang yang seperti itu. Dulu saya pernah lihat ibu-ibu setengah baya yang wajahnya kayak orang Arab gitu lah sama anaknya yang cewek mereka udah dapat nasi kotak masing-masing satu sepulangnya dari pengajian namun si ibu ini minta satu nasi kotak lagi buat suaminya. Katanya suaminya belum dapat nasi kotak, kalo gak salah si ibu ini minta nasi kotak lagi karena suaminya udah pulang duluan dari pengajian. Tapi panitia pengajian enggak mau ngasih nasi kotaknya buat si ibu-ibu. ‘Kan bisa jadi suami si ibu ini ternyata engga datang ke pengajian, makanya panitia enggak mau kasih nasi kotaknya buat ibu-ibu tadi. Ibu-ibu tadi emang keliatan agresif banget waktu mau minta nasi kotaknya ke panitia, rada maksa-maksa gimana gitu. Di mata saya entah kenapa momen itu terlihat mengerikan banget.

Why Mahabharata Star Plus Is Funny

Sumber: www.starplus.in
Source: http://www.starplus.in

This is my second article on this blog that contains criticism of the Mahabharata Star Plus series.

In last September, a new Mahabharata serial made ​​by Star Plus launched its first episode. Just a few months running in India, ANTV, a TV stations from Indonesia ‘rented’ the Mahabharata Star Plus serial and broadcasted it in Indonesia. Mahabharata Star Plus got a very rousing welcome in Indonesia and the series is dubbed in Indonesian. In India, currently the Mahabharata Star Plus has reached over 200 episodes while in Indonesia it has recently reached over 100 episodes. Many Mahabharata fans from Indonesia liked to watch on YouTube through the Star Plus official channel as the portion of Mahabharata airtime in ANTV is just half an hour (even less) and the Indonesian fans tried to keep abreast of the latest episode of the Mahabharata in India. In India, the current serial Mahabharata has reached its climax—the war. While in Indonesia, the Mahabharata episode is still up in the story of Pandavas’ struggle to build kingdom in Khandavprastha forest.

I usually stay tune every day and watch the latest episodes of Mahabharata serial in Star Plus’ YouTube channel. But I heard a rumor said that Mahabharata serial will soon be finished. I once read an article on the website about the last episodes of Mahabharata Star Plus serial, in the article mentioned that one source close to Star Plus declared an end to the serial Mahabharata after they filming a few episodes after the Mahabharata war ended. I’m sure many fans of the series Mahabharata—including me, felt very surprised and disappointed by this news. Moreover, this new rumor is heard when the serial Mahabharata has reached its climax, the war. Kurukshetra War is the essence of the whole story of the Mahabharata and I think Star Plus was too cruel to decide to ‘abort’ or reduce the portion of war in Mahabharata serial. Moreover, after the Mahabharata war ended, there are still old days stories of the Pandavas and Pandavas and Draupadi trip to the Himalayas, also the story of the birth of Parikshit who will be the next successor to the throne of Hastinapura after Yudhisthira. As a big fan of the Mahabharata I was not willing if Mahabharata serial have to end in war alone.

Source: wayangku.wordpress.com
Source: wayangku.wordpress.com—Parikshit (wayang form)

Mahabharata Star Plus for me was very funny because only with duration of half an hour each time slot, so many episodes that contain very poor interpretation and useless dialogues and scenes and when it came time for war episodes, the Mahabharata Star Plus cut out a lot of important parts of the story of the Mahabharata war. I am sure, the story of the death of Ghatotkacha in the Mahabharata war requires more episodes than the story of Draupadi swayamvar. In Kurukshetra war there is absolutely no action scenes are really atrocious, that there are only silly and pathetic dialogues and scenes that should not exist in a battle scene. Somehow Mahabharata Star Plus looks like a soap opera for me.

maxresdefault
Mahabharata war in seashore desert. Nonsense.

Pemerkosaan di India

stop_rape
Sumber: uncyclopedia.wikia.com

Aksi pemerkosaan wanita di India merupakan salah satu aksi pemerkosaan paling brutal di dunia. Kenapa saya katakan demikian? Kebanyakan kasus pemerkosaan di India dilakukan secara massal dan berujung oleh berbagai aktivitas kriminal seperti penculikan dan perampokan. Masih ingatkah Anda dengan kasus pemerkosaan massal di Delhi pada tahun 2012? Kasus yang mengerikan tersebut sampai sekarang masih menjadi perhatian banyak pihak. Kasus bermula ketika seorang gadis bernama Nirbhaya dan teman laki-lakinya pulang dari menonton film pada sore hari. Mereka menaiki bus yang telah dibajak pada perjalanan pulang dan mereka tidak menyadari bahwa bus tersebut telah dibajak. Nirbhaya lalu diperkosa oleh sekelompok pria, gadis malang itu dipukuli dan disiksa dengan brutal hingga gadis itu mengalami kerusakan otak dan pencernaan. Nirbhaya kemudian meninggal setelah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Singapura tepat 13 hari setelah aksi pemerkosaan brutal yang dialaminya.

Kasus-kasus pemerkosaan di India masih sangat marak terjadi dan tidak hanya menimpa gadis-gadis remaja, namun juga balita-balita perempuan dan lansia. Seringkali kasus-kasus pemerkosaan di India juga melibatkan tindak-tindak kekerasan seperti pemukulan, penganiayaan, dan pembunuhan. Sebagian kecil penyebab masih maraknya kasus pemerkosaan di India adalah buruknya sistem penegakan hukum, kurangnya bantuan medis bagi para korban pemerkosaan, dan ketidak-becusan aparat keamanan (polisi) dalam menangani kasus. Mari kita bahas hal-hal tersebut dalam uraian berikut ini.

Polisi dan Mobil Polisi

Seorang gadis berusia 20 tahun pulang dari kantornya bersama 3 orang temannya. Gadis itu lalu tiba-tiba diculik oleh sekelompok laki-laki mabuk di dalam mobil dan gadis itu diperkosa. Beberapa hari kemudian, orang tua gadis itu dipanggil ke sebuah rumah sakit dan mereka diminta mengidentifikasi mayat putri mereka. Mayat gadis itu ditemukan dengan sangat mengenaskan. Terdapat luka paku di tubuh gadis itu, mata gadis itu diberi racun asam yang membakar mata gadis itu, dan di dalam tubuh gadis itu ditemukan plastik-plastik. Sebelumnya pihak keluarga gadis sudah menginformasikan kepada polisi tentang kasus penculikan gadis itu, namun polisi tidak berusaha maksimal dalam pencarian gadis itu dengan alasan mereka tidak memiliki mobil polisi untuk mencari pelaku penculikan si gadis. Polisi bahkan meminta keluarga si gadis untuk menyediakan kendaraan untuk mereka bila keluarga si gadis ingin si gadis segera ditemukan. Di sisi lain, seorang gadis diculik oleh beberapa preman dan diperkosa. Gadis itu ditemukan di sebuah daerah terpencil dan ia ditemani ibunya melapor ke polisi. Di kantor polisi, si gadis dan ibunya harus menunggu semalaman untuk mengisi data FIR (First Information Report). FIR adalah dokumen tertulis yang disediakan oleh kepolisian India, Bangladesh, dan Pakistan untuk mendata kasus. Namun pagi harinya, si gadis dan ibunya pulang tanpa data FIR. Pelaku pemerkosaan pun tidak ditangkap secepatnya oleh polisi. Si gadis dan ibunya tidak menyerah dan mendatangi kembali kantor polisi untuk mengisi data FIR supaya kasus pemerkosaan si gadis cepat diusut. Mereka lalu mengisi data FIR di kantor polisi, namun malamnya si gadis kembali diculik oleh para pemerkosa. Setelah diperkosa, gadis itu ditinggalkan di rel kereta api sendirian. Beberapa warga menemukan gadis itu dan menyelamatkan gadis itu. Keluarga si gadis yang menjadi korban pemerkosaan lalu kembali mendatangi kantor polisi untuk mengisi FIR bagi kasus pemerkosaan kedua yang dialami gadis itu, namun polisi lagi-lagi mempersulit upaya keluarga si gadis untuk mengisi FIR, bahkan polisi tidak mengisi FIR atas kasus pemerkosaan kedua yang dialami si gadis. Para preman yang memperkosa si gadis kemudian terus menerus memberikan teror kepada keluarga si gadis—membuat keluarga si gadis takut dan mereka memutuskan untuk pindah rumah. Para preman lalu membakar gadis itu hidup-hidup di rumah baru si gadis ketika gadis itu sedang sendiri di rumahnya. Selain itu, juga terjadi tindak pemerkosaan di kantor polisi India yang melibatkan empat pria dan satu wanita. Memang sungguh keji tindak pemerkosaan di India saat ini. Selain itu, ketidak becusan polisi membuat kasus pemerkosaan menjadi telat ditangani. Polisi cenderung mempersulit langkah korban pemerkosaan untuk meraih keadilan daripada memenuhi tugas mereka menangkap pelaku pemerkosaan.

Ketika Dokter Menolak Mengobati Pasien

Dokter bertugas untuk mengobati pasien. Namun, bagaimana jika dokter menolak pasien? Seorang gadis di India menjadi korban pemerkosaan dan dia mendatangi rumah sakit untuk mengobati luka hasil kekerasan seksual di tubuhnya dan mengidentifikasi luka sebagai bukti untuk diajukan di pengadilan. Namun dokter justru menolak untuk melayani gadis itu. Orang-orang di rumah sakit, termasuk dokter, perawat, pasien lain, dan satpam rumah sakit mengetahui apa yang terjadi pada gadis itu dan mereka menanyai gadis itu beribu pertanyaan yang tidak bisa dijawab gadis itu tentang kronologi pemerkosaan yang dialaminya. Dokter menganggap gadis itu bukan pasiennya dan dokter mengabaikan keluhan korban pelecehan seksual. Dokter bahkan menakut-nakuti gadis itu dan mengatakan bahwa tes medis yang akan dilakukannya akan membuat gadis itu tidak bisa hamil. Dokter biasa melakukan tes 2 jari untuk mengetes keperawanan korban perkosaan. Tes ini pada umumnya justru menyakiti fisik dan mental korban perkosaan, sama saja dengan pemerkosaan dalam bentuk lain. Tes 2 jari adalah tes keperawanan dengan memasukkan dua jari tangan ke daerah kewanitaan korban perkosaan. Dokter—sama seperti polisi, juga sering tidak melakukan hal maksimal dalam memeriksa korban pemerkosaan. Misalnya, ketika ada gadis yang diperkosa, terdapat luka gigitan di wajah dan lengan gadis itu, namun dokter tidak menyertakan data luka gigit di berkas medis gadis tersebut dan hanya menuliskan adanya luka kecil di daerah vital. Juga, ketika ada gadis yang diperkosa dari belakang, dokter memeriksa si gadis dari depan dan menulis di berkas medis bahwa tidak ada luka apapun di bagian tubuh gadis itu, padahal jika dokter memeriksa si gadis dari belakang dokter mungkin bisa menemukan bukti luka. Ada beberapa alasan dibalik penolakan dokter untuk memeriksa dan mengobati korban perkosaan. Salah satunya, dokter takut dengan kemungkinan dirinya dituduh sebagai pelaku pemerkosaan terhadap gadis yang diperiksanya. Padahal, tugas dokter sudah jelas untuk memeriksa dan mengobati pasien yang sakit. Apapun resikonya, dokter harus mau mengobati orang sakit karena itulah tugas seorang dokter.

Ketika Pakaian Dalam Korban Pemerkosaan Jadi Tontonan di Pengadilan

Sumber: www.thinkstockphotos.com
Sumber: http://www.thinkstockphotos.com

20 tahun lalu, seorang wanita mengalami pemerkosaan saat ia sedang tertidur. Wanita itu lalu melapor ke polisi dan melakukan tes kesehatan untuk memenuhi berkas-berkas perkara hingga sampailah waktunya wanita itu pergi ke pengadilan untuk mengikuti proses pengadilan. Di pengadilan, wanita itu mendapati suatu peristiwa mengejutkan dimana wanita itu ditanyai oleh pengacara pertanyaan-pertanyaan yang tidak ‘sesuai’ (baca: senonoh), membuat wanita itu terkejut. Sampai saat ini kasus pemerkosaan wanita itu belum terselesaikan. Bayangkan, butuh waktu lebih dari 20 tahun untuk mendapatkan keadilan. Sampai sekarang pula pelaku pemerkosaan wanita tersebut masih bisa bebas berkeliaran. Tidak sedikit korban pemerkosaan yang mengalami nasib yang sama dengan wanita tersebut di pengadilan. Bahkan ada yang lebih parah. Beberapa wanita ada yang harus menjawab pertanyaan yang sangat vulgar, ada yang mendeskripsikan pemerkosaan yang dialaminya, bahkan ada juga yang pakaian-pakaian dalamnya sewaktu mengalami perkosaan pun dipajang di meja hijau. Hal ini tentu membuat wanita itu sangat malu. Para pelaku pemerkosaan yang juga berada dalam sidang tertawa melihat pakaian-pakaian dalam wanita itu dan membuat wanita itu marah. Sang pengacara memegang dan menunjukkan pakaian dalam wanita itu di hadapan publik. Tentu hal ini sangat memalukan, bagai pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Itu adalah penghinaan yang sangat besar bagi wanita itu.

Luka Para Korban Pemerkosaan

Tingkah para pelaku pemerkosaan di India memang sangat sadis. Mereka tidak segan-segan membunuh para korban pemerkosaan dan melakukan penyiksaan yang sangat keji terhadap mereka. Mereka melakukan berbagai cara agar mereka bisa lari dari hukuman atas pemerkosaan yang mereka lakukan. Salah satunya, di India Utara, seorang gadis korban pemerkosaan dipotong lidahnya oleh para pelaku pemerkosaan supaya si gadis tidak bisa bersaksi atas pemerkosaan yang dialaminya. Para pelaku pemerkosaan pantas mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Namun penegakan hukum di India masih sangat lemah, para pelaku pemerkosaan masih bisa melarikan diri dari hukuman. Ada sebagian korban pemerkosaan yang harus merasakan penderitaan mental yang sangat panjang. Sudah cukup dengan adanya trauma akan pemerkosaan dan luka batin, ditambah dengan pengucilan pergaulan dari lingkungan masyarakat membuat korban pemerkosaan semakin menderita. Dalam hal ini bukannya pelaku pemerkosaan yang disalahkan, malah korban pemerkosaan yang mendapatkan hukuman yang kejam. Di India, tidak ada wanita yang diperkosa dalam keadaan memakai pakaian seksi dan ketat seperti di Indonesia. Sebagian besar wanita India memakai baju sari ketika diperkosa. Ada juga yang memakai salwar kurta ketika diperkosa. Para korban pemerkosaan harus berjuang keras ditengah caci maki lingkungan sosial. Selain itu, korban pemerkosaan juga harus bertahan dari teror para pelaku pemerkosa. Namun, terkadang, meski korban pemerkosaan sudah berusaha bertahan dari teror, namun ujung-ujungnya korban pemerkosaan juga dibunuh oleh pemerkosa. Betapa sadis tindak pemerkosaan di India. Di India, wanita di berbagai rentang usia rentan mengalami perkosaan, bahkan anak kecil dan lansia pun bisa mengalami pemerkosaan. Saya menaruh banyak rasa kasihan kepada korban pemerkosaan yang masih anak-anak karena mereka akan mengalami trauma yang sangat berat, tapi bukan berarti saya tidak menaruh kasihan terhadap korban pemerkosaan remaja maupun yang sudah lansia. Sebanyak 1 juta lebih kasus pemerkosaan di India ditunda di pengadilan, sehingga banyak korban pemerkosaan yang haus keadilan merasa percuma harus melayangkan gugatan ke pengadilan untuk menghukum pelaku pemerkosaan. Pun banyak korban pemerkosaan yang merasa kecewa. Para korban pemerkosaan yang seharusnya mendapat keadilan justru mendapatkan ketidak adilan. Sudah diperkosa, mendapatkan trauma mental dan fisik, mendapatkan teror dari pelaku pemerkosaan, mendapatkan pengucilan, mendapatkan ketidak adilan dalam kasus hukum, lalu apa lagi? Luka yang ditanggung para korban pemerkosaan begitu banyak, saya sendiri tidak bisa membayangkan betapa sakitnya menjadi korban pemerkosaan. Sebagian besar pemerkosaan di India terjadi di pedesaan. India adalah negara dengan tingkat pemerkosaan massal tertinggi. Namun para korban pemerkosaan—terutama yang sudah berkeluarga, selalu berusaha bangkit dari kasus perkosaan yang menimpa mereka berkat dorongan keluarga yang menyayangi mereka. Urmila Singh Bharti, salah seorang korban pemerkosaan, berhasil bangkit dari kasus perkosaan yang menimpanya berkat suaminya, Gopal. Gopal selalu membantu dan menyayangi Urmila meskipun saat-saat pasca kasus pemerkosaan Urmila adalah masa-masa terburuk dimana tidak ada orang yang mau berbicara dan berkunjung ke rumah mereka. Urmila berkata, “Seorang pria akan meninggalkan istrinya apabila istrinya mengalami pemerkosaan atau semacamnya, mereka akan berpikir seorang wanita tidak akan ada artinya jika dia sudah mengalami hal-hal semacam itu dan wanita itu hanya akan membawa aib bagi mereka. Mereka tidak berpikir bahwa mereka harus berdiri di samping istri mereka, menghibur mereka, dan membantu istri mereka mengirim pelaku pemerkosaan ke penjara. Tapi mereka tidak memikirkan hal itu. Mengapa? Karena mereka tidak bisa berpikir seperti itu.” Urmila tentunya sangat beruntung memiliki suami seperti Gopal yang senantiasa melindungi Urmila. Urmila sampai saat ini masih bertahan dan melewati masa-masa sulitnya berkat bantuan suaminya. Namun tidak sedikit juga yang sampai bunuh diri karena tidak tahan akan penderitaan yang dialaminya sebagai korban pemerkosaan.

Urmila
Urmila

Kado Ulang Tahun

       gift-package

     Ah, besok kau ulang tahun. Kau. Iya, kau yang lucu dan menggemaskan itu. Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu. 2 hari? Yeah, kau pasti sedang sibuk menyusun novel debutmu. Kau, si calon penulis itu. Hm… Aku ingin sekali memberimu kado ulang tahun. Kau tahu, kau sama sekali tidak pernah memberiku kado ulang tahun. Setiap kali aku ulang tahun, kau hanya memberiku ucapan selamat ulang tahun yang datar dan itu menyebalkan sekali. Aku tahu, kau sebenarnya selalu ingin memberiku kado ulang tahun. Tapi kau selalu tidak pernah mau berbuat baik duluan. Baiklah. Kau memang rumit. Tapi aku mencintaimu. Sangat. Dan hari ini aku berniat mencari kado ulang tahun terbaik untukmu. Kau—si calon penulis itu. Sejak kecil kau sangat suka menulis. Kau ingin sekali menjadi penulis. Karenanya, aku akan membelikanmu kertas dan tinta. Aku membeli empat kodi kertas dan setengah lusin tinta. Aku lalu membawa pulang kadomu yang akan kuberikan padamu. Aku membayangkan reaksimu melihat kado yang kuberikan kepadamu. Kau pasti marah dan membuang kadoku di tengah hujan. Di tengah hujan? Ha, dramatis sekali. Kurasa aku takut membayangkan reaksimu. Kau tahu, kau selalu membuatku takut. Kau memang membingungkan.

***

Astaga, aku bangun kesiangan! Aku harus segera memberikan kado ulang tahun untuk Andre! Aku langsung mencuci wajahku, menyikat gigi, dan berganti pakaian. Aku lalu menyambar kado ulang tahun Andre yang belum sempat kubungkus. Aku benar-benar lupa untuk membungkus kado ulang tahun Andre. Aku melihat jam tanganku. Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Biasanya sih, jam segini Andre berada di kafe kesukaannya, kafe Red Heart. Pagi ini benar-benar mendung. Kebetulan rumahku dengan kafe tempat Andre biasa nongkrong sendirian dekat, jadi aku berjalan kaki. Tiba-tiba hujan turun. Deras sekali. Aku lupa membawa payung. Aku mendekap kado-kado untuk Andre dengan erat supaya tidak kehujanan. Sesampainya di kafe, aku melihat Andre. Dia sedang duduk di depan laptopnya. Tapi, tunggu… siapa itu? Siapa gadis yang duduk di sebelah Andre? Aku mencoba melihat gadis itu lebih dekat. Tapi aku tidak mengenali gadis itu.

“Sayang…” panggil gadis itu kepada Andre.

“Hm…” Andre menatap gadis itu dengan sayu. Mata Andre lalu kembali mengarah ke laptop. Kulihat gadis itu mencium pipi Andre. Dadaku sesak. Kenapa Andre  tidak pernah bilang kepadaku kalau dia sudah memiliki pacar? Air mataku menetes. Aku menggenggam kado ulang tahun Andre erat-erat, agar tidak terjatuh ke bawah. Hatiku pilu. Kenapa harus sesakit ini. Kenapa. Aku hanya ingin bilang kepadamu kalau kau berarti bagiku. Aku selalu yakin kalau aku juga berarti bagimu, meski kau tidak pernah mengungkapkannya. Aku suka kepadamu—dan segala perhatianmu padaku. Tapi, kenapa? Aku menghapus air mataku dan berbalik. Kau benar tentang aku, Dre. Aku memang gadis yang bodoh, yang selalu bergantung kepadamu, yang selalu membuatmu repot. Aku memang gadis yang hanya bisa menyusahkanmu saja. Mulai sekarang aku berjanji enggak akan ganggu kamu lagi, Dre.