Mahabharat Star Plus 2013

mahabharata

Mahabharata tayang perdana di ANTV pada tanggal 17 Maret 2014. Mahabharata yang ditayangkan ANTV adalah drama epik yang diproduksi oleh stasiun TV India, Starplus. Applause buat ANTV atas keberaniannya dalam memberi suasana baru dalam dunia pertelevisian dengan menayangkan drama epik Mahabharata. Sejauh ini, sinema Mahabharata fantastis, tapi ada beberapa kekurangannya. Berikut review saya tentang Mahabharata Starplus 2013 ini, meliputi beberapa aspek:

1. Dialog

Kresna, duta Pandawa.
Kresna, duta Pandawa.

Dialog yang diucapkan para tokoh di Mahabharata Starplus 2013 ini sangat sangat sangat berat dan sangat sangat sulit dipahami. Pada umumnya di setiap episode, Kresna sebagai narator selalu muncul dan memberikan semacam ‘wejangan’ tentang nilai-nilai kehidupan berdasarkan peristiwa yang terjadi kepada penonton. Misalnya, di cerita sebelumnya Satyawati menyesal karena ia terlalu egois menginginkan keturunannya sebagai penerus tahta Hastinapura, lalu pada adegan selanjutnya Kresna memberikan wejangan tentang bagaimana, mengapa seseorang bisa menjadi egois dan bagaimana cara menghilangkan sifat egois atau semacamnya—yang berhubungan dengan masalah yang dialami Satyawati kepada penonton. Tapi jujur, saya sama sekali tidak mengerti apa yang Kresna bicarakan di sesi ‘ceramah’ ini. Terlalu banyak majas/perumpamaan dan kata-kata yang sulit dipahami, kadang saya ngerasa kalau apa yang Kresna katakan itu tidak nyambung dengan masalah yang dibicarakan. Dialog-dialog yang diucapkan lelakon di Mahabharata Starplus 2013 ini tampaknya terlalu melankolis dan dramatis, sehingga membuat para penonton kesulitan memahami dialog yang dibicarakan oleh tokoh-tokoh di Mahabharata Starplus 2013.

2. Make Up

Aksesoris Drupadi yang berlebihan.
Aksesoris Drupadi yang berlebihan.

Kadang justru lebay-nya make up para aktor Mahabharata Starplus 2013 ini bikin semakin ‘cling’ dan ‘wow’.  Tapi ada beberapa sih yang terlalu lebay.  By the way, para make up artist di Mahabharata Starplus 2013 ini sangat berhasil bikin wajah Sangkuni beda 180 derajat dengan wajah asli aktor pemeran Sangkuni, Praneet Bhatt.

Kiri: Sangkuni, kanan: Praneet Bhatt (aktor pemeran Sangkuni)
Kiri: Sangkuni, kanan: Praneet Bhatt (aktor pemeran Sangkuni)

Jujur saya nggak percaya kalo Praneet Bhatt ini yang main jadi Sangkuni. Ganteng amat! Saya sampe mikir ini manusia atau malaikat saking gantengnya, tapi saya kecewaaa kenapa dia yang main jadi Sangkuni? Dia terlalu tampan! Ngomong-ngomong tentang Drupadi dan make up-nya, denger-denger katanya Pooja Sharma, yang main jadi Drupadi di Mahabharata Starplus ini butuh waktu dandan sampai 3 jam buat meranin Drupadi! Astaga… Nggak kurang lama yah? Hehehe… Pooja Sharma sendiri pernah bilang kalo meranin Drupadi ini susah banget soalnya pakaian dan aksesoris yang dipakai Drupadi sangat berat—beratnya aja mencapai 25 kg, jadi buat jalan aja susah banget.

3. Efek Visual

Look!
Look the visual effect!

Saya tidak tahu banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan visual effect. Menurut saya sih visual effect di Mahabharata Starplus ini bagus banget tapi memang masih payah di beberapa bagian. Ada sebagian efek yang terlihat real, tapi ada juga yang kelihatan murahan. Saya nggak bisa ngomong banyak lah kalo tentang ini, penonton pasti bisa menilai sendiri kok. Sebenarnya saya mikirnya efek visual Mahabharata Starplus ini pasti lebih bagus dari Star Wars atau Avatar karena katanya pembuatan sinema ini menghabiskan dana 17 juta dolar—sudah pasti visual effectnya keren sekali kalau budgetnya sebanyak itu. Tapi ternyata… ah sudahlah. Hihii.

fireflies

arjun

vearrow

4.  Cerita

Banyak banget cerita asli Mahabharata  yang diubah dan dihilangkan di Mahabharata Starplus 2013 ini. Berikut ini sebagian kecil cerita-cerita yang diubah dan dihilangkan di Mahabharata Starplus:

a.  Di Mahabharata Starplus, Pandu menikahi Madri setelah Pandu memenangkan perang untuk melindungi kerajaan Madra. Raja Madra memberikan putrinya, Madri, untuk Pandu sebagai hadiah atas kemenangannya dalam perang. Namun di cerita aslinya, Pandu menikahi Madri setelah Pandu berduel dengan Salya, kakak Madri. Ketika Pandu dalam perjalanan pulang setelah mengikuti sayembara memperebutkan Kunti di kerajaan Kuntiboja, Salya yang saat itu datang terlambat dalam sayembara memperebutkan Kunti tiba-tiba muncul dan menantang Pandu berduel. Salya akan mempertaruhkan adiknya, Madri, jika dia kalah duel melawan Pandu. Namun jika Pandu kalah, maka Pandu harus menyerahkan Kunti kepada Salya. Pandu menerima tantangan Salya. Salya lalu kalah dalam duel tersebut dan Madri jatuh ke tangan Pandu.

pm

b. Di cerita asli Mahabharata, Dretarastra terlahir buta karena pada saat upacara niyoga,  ibu Dretarastra, Ambika menutup matanya. Ambalika menutup matanya karena takut melihat wajah Resi Byasa (yang membantu proses upacara niyoga) yang luar biasa sangar dan menakutkan. Namun di Mahabharata Starplus 2013 tidak dijelaskan mengapa Dretarastra terlahir buta.

dre
Dretarastra

c. Kematian Madri di cerita asli Mahabharata adalah karena Madri melemparkan diri ke dalam api pembakaran mayat suaminya, Pandu. Namun, di versi Mahabharata Starplus, Madri yang merasa bertanggung jawab atas kematian suaminya tiba-tiba pingsan dan arwahnya keluar dari jasadnya.

Kematian Madri

d. Pada episode masa pengasingan Pandawa di hutan, cerita kala Arjuna dikutuk Dewi Urwasi menjadi banci dihilangkan dari Mahabharata Starplus dan cerita pertemuan Bima dengan Hanuman diubah sehingga berbeda dari cerita aslinya. Diceritakan pada Mahabharata Starplus 2013 Bima bertapa di hutan dan membawa banyak laddoo (sejenis kue asal India) untuk dikirimkan kepada Hanuman. Bima berharap Hanuman datang untuk menemui Bima karena Bima menginginkan restu dari Hanuman dalam menghadapi perang Mahabharata. Hanuman lalu muncul dalam bentuk kera liar yang melahap semua laddoo yang dibawa Bima. Bima marah dan ingin membunuh kera jelmaan Hanuman itu karena Bima tidak tahu bahwa kera itu sebenarnya adalah Hanuman. Hanuman lalu muncul setelah Bima akan memukul kera jelmaan Hanuman dengan gada-nya dan memberi Bima restu untuk menghadapi perang Mahabharata. Di cerita aslinya, Bima bertemu Hanuman setelah Bima menemukan bunga saugandhika untuk diberikan kepada Drupadi.

Hanuman memegang kue laddoo.
Hanuman memegang kue laddoo.

Banyaknya cerita yang diubah dan dihilangkan dalam sinema Mahabharata Starplus ini menjadi nilai minus bagi Mahabharata Starplus 2013 dan sangat membuat para fan fanatik Mahabharata yang mengetahui cerita Mahabharata hingga se-detil-detilnya seperti saya merasa tidak nyaman. Selain itu terkadang alur cerita Mahabharata Starplus ini terlalu cepat, jadi penonton tidak bisa menikmati dan meresapi cerita yang ditayangkan. Tapi terlepas dari semua kekurangannya, saya tetap suka nonton sinema ini, karena lumayan mengobati kehausan saya akan tayangan-tayangan bermutu di televisi. Kebetulan saya juga sangat suka cerita wayang meskipun cerita Mahabharata versi wayang dan Mahabharata versi India berbeda. Pokoknya big thanks deh buat ANTV yang udah nayangin Mahabharata Starplus di Indonesia!

Advertisements

Shreya Ghoshal & Lata Mangeshkar

latashreya
Kanan: Lata Mangeshkar, kiri: Shreya Ghoshal

Di antara sekian banyak playback singer tersohor asal India, saya hanya kenal Lata Mangeshkar dan Shreya Ghoshal. Kalau saya disuruh mencari tahu nama-nama playback singer lain asal India selain mereka, saya akan tidak sanggup melakukannya.  Lata dan Shreya adalah orang-orang yang sangat menginspirasi saya. Saya suka mendengarkan nyanyian mereka di film-film Bollywood seperti Kabhi Khushi Khabie Gham, Veer-Zaara, Devdas, Rab Ne Bana Di Jodi, dsb. Dan suara mereka ini pas sekali nempel di telinga saya. Terutama suara Eyang Lata Mangeshkar yang meskipun sudah berusia kepala delapan namun masih sangat merdu. Ngomong-ngomong ternyata Eyang Lata ini dulu pernah lho duet sama Rhoma Irama. Eyang Lata berduet dengan Rhoma menyanyikan lagu berbahasa Indonesia. Eyang juga sempat merekam solo lagu dangdut berbahasa Indonesia berjudul ‘Sekuntum Mawar Merah’. Berikut ini adalah sedikit biografi Lata Mangeshkar.

Lata Mangeshkar lahir pada tanggal 28 September 1929 di India. Dia adalah salah satu playback singer asal India yang paling terkenal. Lata memulai karir bermusiknya pada tahun 1942 dan hingga saat ini dia telah merekam ribuan lagu berbahasa Hindi. Lata memiliki 4 adik yang semuanya juga berprofesi sebagai playback singer, yaitu Asha Bhosle, Hridaynath Mangeshkar, Usha Mangeshkar, dan Meena Mangeshkar. Lata Mangeshkar adalah penyanyi dibalik soundtrack film Veer-Zaara, Tere Liye dan soundtrack film Kabhi Khushi Khabie Gham, juga lagu Humko Humise Chura Lo di film Mohabbatein.

Lata Mangeshkar (84)
Lata Mangeshkar (84)

Di bawah ini adalah lagu Kabhi Khushi Khabhie Gham yang dinyanyikan oleh Lata Mangeshkar.

Sebenarnya sometimes saya kalo dengerin suaranya Eyang Lata ini suka ngerasa geli-geli gimana gitu, hehe, tapi anehnya suara Eyang ini selalu berhasil nempel di telinga saya. Suara Eyang Lata ini sangat unik, mendengar suara Eyang saja kita sudah bisa menebak kalau itu suara Eyang.

Lain Eyang Lata, lain Tante Shreya. Tante Shreya Ghoshal ini suaranya lebih melengking daripada Eyang Lata Mangeshkar. Saya langsung ngefans kepada Tante sejak saya mendengarkan lagu Tujh Mein Rab Dikhta Hai, lagu soundtrack film Rab Ne Bana Di Jodi yang dialunkan oleh Tante Shreya. Ini dia lagunya yang versi live, monggo di-play.

Shreya Ghoshal lahir di sebuah keluarga brahmana (pendeta dalam agama Hindu) pada tanggal 12 Maret 1984 di Bengal Barat.  Dia memulai karir bermusiknya setelah ia memenangkan sebuah kontes musik di TV India. Lagu soundtrack pertama yang ia nyanyikan adalah lagu soundtrack film Devdas yang membawanya menang dalam Filmfare Awards kategori playback singer terbaik.  Shreya juga menjadi juri di Indian Idol Junior. Atas dedikasi tingginya terhadap musik, Shreya mendapatkan penghargaan dari gubernur Ohio, Ted Strickland berupa deklarasi bahwa setiap tanggal 26 Juni dirayakan ‘Hari Shreya Ghoshal’.

shreya
She’s really pretty 🙂

Saya sejujurnya kurang tahu tentang apa yang akan saya tulis mengenai Tante Shreya karena saya baru kenal dengan tante cantik ini beberapa hari lalu. Tapi yang jelas buat saya Tante Shreya luar biasa. Suaranya keren dan melengking, juga unik banget. Selain itu dia juga cantik. Saya baru tahu kalau tante ini adalah wanita yang menyanyikan lagu Tujh Mein Rab Dikhta Hai, soundtrack film Rab Ne Bana Di Jodi setelah saya menonton penampilannya di panggung Indian Idol Junior menyanyikan lagu Tujh Mein Rabh Dikhta Hai.  Saya kenal dengan Tante Shreya baru beberapa hari ini sementara saya sudah kenal dengan Lata Mangeshkar selama berbulan-bulan, jadinya saya lebih tahu banyak tentang Lata daripada Shreya, But I love them both! Sama-sama memiliki suara unik dan merdu, tanpa lagu-lagu yang mereka berdua alunkan (terutama tanpa lagu yang dinyanyikan Eyang Lata) pasti film-film Bollywood menjadi datar dan tidak bernyawa. I respect them all!

2NE1’s New Album: CRUSH

Nah, kemarin 2NE1 merilis album studio terbaru mereka yang bertajuk ‘Crush’. Dan… setelah saya dan para YGstans harus bersabar menunggu karena perilisan album ini harus diundur selama beberapa hari dari waktu yang ditentukan, akhirnya saya bisa menarik nafas lega.

No. Title Lyrics Music Arrangement Length
1. “Crush” CL CL, Choice 37 Choice 37 3:14
2. “Come Back Home” Teddy Teddy, PK, Dee.P Teddy, PK, Dee.P 3:50
3. “Gotta Be You” Teddy, PK Teddy, MASTA WU PK 3:52
4. “If I Were You” CL CL, Dee.P Dee.P 3:30
5. “Good To You” Teddy, G-Dragon Teddy, Choice 37 Choice 37 3:41
6. “MTBD (CL solo)” Teddy, CL Teddy Teddy 3:16
7. “Happy” Teddy Teddy Teddy 3:37
8. “Scream” (Korean version) CL Teddy, Dee.P Dee.P 3:40
9. “Baby I Miss You” CL CL, Choice 37, Peejay Choice 37, Peejay 3:12
10. “Come Back Home” (Unplugged version) Teddy Teddy, PK, Dee.P Teddy, PK, Dee.P 3:14

Saya paling suka sama lagu Come Back Home yang unplugged version. Ini dia lagunya monggo di-play.

Come Back Home yang unplugged version ini bertempo lembut dengan alunan gitar akustik sebagai main strain. Suara Minzy di lagu ini enak banget sumpah. Ini anak makin gede makin enak aja suaranya, hihi. Makin cantik juga sih, hihi.

qqq
Ini dia Minzy.

Lagu Come Back Home di album ini ada 2 versi yaitu Come Back Home yang enggak di-unplugged dan Come Back Home yang di-unplugged. Come Back Home yang enggak di-unplugged mengusung genre reggae dengan musik yang lebih menghentak, sementara Come Back Home yang di-unplugged dapat dikatakan sebagai versi akustik dari Come Back Home yang enggak di-unplugged.

By the way ternyata CL juga ikut nyiptain beberapa lagu lho di album ini.

sss
Mbak CL.

Salah satu lagu yang diciptain CL di album ini adalah ‘If I Were You’. Vokal Bom yang merdu menghiasi bagian reff dan nuansa R&B sangat terasa di lagu ini.

Tapi… lupakan sejenak lagu-lagu berirama syahdu di album baru 2NE1 ini. Coba pelototin sampul album Crush yang di bawah ini.

zzzz

Bintang daud? Who knows? Hihii. Jangan-jangan 2NE1 agen illuminati juga? Ah… Syudahlah. Nih, saya kasih bonus lirik lagu Come Back Home yang udah di-translate bahasa Inggris.

One two three
You may be gone, but
The sound of your breath struck my ear

Once more four five six
Red tears flowed down
I miss your scent that used to wrap me

Your words that used to say they were mine
Now sound cold like a lie
Why you
Why you you’re gone away

Come back home
Can you come back home
Don’t leave me at the end of the world, come by my side

Come back home
Can you come back home
All the pains, leave them behind
I still wait for you, like this
Now you gotta do what you gotta do
Come back home
Come back home

Come baby baby come come baby
Come come baby baby come come

Come back to me
Come baby baby come come baby
Come come baby baby come come

I hate you a lot for not answering me
Will you miss me sometimes yeah

I’m trapped in the times, where there is no you
I’m too afraid as I can’t see what’s ahead of me.

Still many days, we haven’t finished
Seems like they’ll be awaiting
Where are you
Where.. too far away

Come back home
Can you come back home
Don’t leave me at the end of the world, come by my side

Come back home
Can you come back home
All the pain, leave them behind
I still wait for you like this
Now you gotta do what you gotta do

Come back home
Come back home

Come baby baby come come baby
Come come baby baby come come

Come back to me
Come baby baby come come baby
Come come baby baby come come

Come back home
Can you come back home
Don’t leave me at the end of the world, come by my side

Come back home
Can you come back home
All the pains, leave them behind
I still wait for you like this
Now you gotta do what you gotta do

Review: Fucking Amal (1998)

49

Sutradara: Lukas Moodysson

Skenario: Lukas Moodysson

Rilis: 23 Oktober 1998

Durasi: 89 menit

Pemeran:

1. Rebecka Liljeberg sebagai Agnes Ahlberg

2. Alexandra Dahlstrom sebagai Elin Olsson

3. Erica Carlson sebagai Jessica Olsson

4. Mathias Rust sebagai Johan Hulth

Iseng-iseng browsing film ‘The Kid’ karya Charlie Chaplin di Google, eh gak sengaja nemu ‘Daftar Film Yang Harus Anda Lihat Di Usia 14 Oleh BFI’, kebetulan film The Kid nyangkut di daftar yang dibuat oleh British Film Institute itu. Namun ada satu judul film yang menarik perhatian saya di dalam daftar itu, yaitu Fucking Amal. Fucking Amal adalah film bertema lesbian pertama di Swedia. Buru-buru saya download film Fucking Amal dari Youtube dan langsung nonton film yang meraih empat penghargaan Guldbagge Awards ini. Film ini bercerita tentang percintaan sesama jenis antara Agnes Ahlberg yang diperankan oleh Rebecka Liljeberg dan Elin Olsson yang diperankan oleh Alexandra Dahlstrom. Agnes, si gadis kuper yang tidak punya teman adalah dyke (lesbian)  yang jatuh cinta pada Elin, gadis ‘genit’ yang cantik dan populer di sekolah. Orangtua Agnes khawatir karena Agnes selalu sendirian dan tidak memiliki teman, maka orangtua Agnes memutuskan untuk membuat sebuah pesta ulang tahun Agnes yang ke-16 supaya Agnes bisa menjadi semakin dekat dengan teman-temannya. Agnes tentu saja tidak senang dengan keputusan orangtuanya, namun apa daya dia harus mau menuruti orangtuanya. Ketika hari-H pesta ulang tahun Agnes, Elin dan kakaknya, Jessica datang ke pesta ulang tahun Agnes, padahal mereka tidak diundang. Jessica lalu menantang Elin untuk mencium Agnes setelah Jessica dan Elin tahu bahwa Agnes adalah lesbian dari diari Agnes. Elin pun mencium Agnes dan Jessica dan Elin segera kabur dari pesta ulang tahun itu. Namun Elin merasa bersalah atas perbuatannya terhadap Agnes dan ingin meminta maaf kepada Agnes. Ia lalu pergi ke rumah Agnes dan meminta maaf kepada Agnes. Agnes dan Elin pun menjadi dekat setelah sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Bagaimanakah kisah selanjutnya?

50

Tentu saja, karena film ini meraih banyak penghargaan dan mendapat banyak kritik positif, film ini pasti sangat bagus dan layak untuk ditonton. Akting Alexandra Dahlstrom dan Rebecka benar-benar berhasil mencuri perhatian saya, they’re so adorable. Sayangnya saya merasa seperti ada adegan-adegan yang dipotong-potong dalam film ini. Film ini menggambarkan kehidupan cinta para remaja yang penuh gejolak dan emosi. Film ini mengandung makna bahwa cinta tidak bisa hanya dilihat dari orientasi seksualnya. Cerita yang tidak biasa, akting Rebecka dan Alexandra yang sangat apik, klimaks yang menegangkan, ending yang manis dan memuaskan, film ini nyaris sempurna.

“Aku Melihat Tuhan Dalam Dirimu…”

47

Bagi para pecinta film Bollywood pasti pernah menonton film yang satu ini. Film ini berjudul Rab Ne Bana Di Jodi, yang artinya Jodoh Dari Tuhan. Film berdurasi 167 menit ini disutradarai oleh Aditya Chopra, putra sulung mendiang sutradara sekaligus pendiri rumah produksi Yash Raj Films, Yash Chopra. Film ini dibintangi oleh Shah Rukh Khan (SRK) yang berperan sebagai Surinder Sahni/Raj dan Anushka Sharma yang berperan sebagai Tania ‘Thaani’ Gupta.

Surinder Sahni adalah pegawai PLN yang sederhana dan pemalu. Ia jatuh cinta kepada Thaani, putri Profesor Gupta, ketika sedang berada di rumah Profesor Gupta untuk menyaksikan acara pernikahan Thaani dan calon suaminya. Namun semuanya berubah setelah Thaani mendapat kabar buruk bahwa rombongan mempelai pria yang akan datang ke rumah Thaani kecelakan dan sang mempelai pria meninggal dunia. Pada saat yang sama ayah Thaani terkena serangan jantung dan harus dibawa ke rumah sakit. Pada ujung kematiannya, Profesor Gupta memberi wasiat terakhir kepada Thaani untuk menikah dengan Surinder, karena Surinder adalah murid favorit sang profesor ketika di perguruan tinggi. Selain itu Surinder juga pria yang sopan, baik, dan pintar, makanya Profesor Gupta memilih Surinder untuk mendampingi Thaani. Akhirnya dengan berat hati Thaani pun menuruti wasiat ayahnya.

Thaani pun dibawa ke Amritsar untuk tinggal bersama Surinder setelah pernikahan dilangsungkan. Sejak kematian calon suami dan ayahnya serta pernikahannya dengan Surinder yang tidak bahagia, Thaani menjadi menutup hatinya untuk siapapun. Ia sudah tidak mampu lagi mencintai siapapun. Surinder, sebagai suami Thaani, selalu berusaha mengubah Thaani menjadi periang lagi seperti dulu, namun selalu gagal karena Thaani tak mampu ‘membaca’ cinta dan perhatian Surinder. Suatu saat, Surinder mencoba menyamar dengan identitas baru bernama Raj dan menjadi partner Thaani di kelas tari, karena Thaani sangat suka menari. Kehadiran Raj (Surinder) membuat Thaani yang awalnya muram menjadi ceria seperti dulu karena kepribadian Raj yang lucu. Thaani mulai menyadari bahwa dirinya menyukai Raj, namun ragu karena dia sudah bersuami. Pada akhir cerita, Thaani akhirnya menyadari bahwa cinta yang dia butuhkan adalah Surinder, suaminya.

Film ini sangat romantis dan mengharukan. Apalagi pas ending-nya.

48
Surinder dan Thaani berdansa di kontes Dancing Jodi.

Di backstage setelah Thaani dan Surinder selesai menari, Thaani bertanya kepada Surinder kenapa Surinder bisa begitu mencintai Thaani. Surinder menjawab pertanyaan Thaani dengan enteng, “Karena aku melihat Tuhan dalam dirimu. Aku bisa saja meninggalkan manusia… Tapi aku tidak bisa meninggalkan Tuhan.” Tidak semua orang bisa mempunyai cinta seperti Surinder dan Thaani adalah salah satu wanita paling beruntung di dunia yang berhasil mendapatkan cinta Surinder. Pada umumnya orang-orang mencintai karena ketampanan atau kecantikan pada seseorang, atau karena status sosial mereka. Tapi tidak untuk Surinder. Dia mencintai karena itulah yang dia rasakan. Dia mencintai dengan hati yang tulus. Cinta Surinder adalah cinta sejati. Bahkan menurut saya, kisah cinta di Rab Ne Bana Di Jodi jauh lebih bagus ketimbang kisah cinta di serial Twilight Saga yang cenderung kacangan dan tidak bermutu. Twilight Saga tidak menonjolkan makna cinta sebenarnya dan Rab Ne Bana Di Jodi mampu menunjukkan hal itu. Karenanya saya berani mengungkapkan bahwa Rab Ne Bana Di Jodi jauh lebih bagus dari Twilight—dari sisi tema dan amanat—tidak dari sisi ketampanan dan kecantikan para aktor dan aktrisnya. Selain itu, akting Anushka Sharma di film Rab Ne Bana Di Jodi sangat bagus, sangat menyentuh dan membuat saya ikut merasakan bagaimana rasanya menjadi Thaani. Selain mengharukan, film RNBDJ juga mampu membuat saya tertawa sekaligus menangis di saat yang sama ketika melihat adegan Surinder bertarung melawan sumo untuk memenangkan tiket liburan ke Jepang. Yeah, intinya film ini sangat bagus dan this is the one you must watch!

Charlie Chaplin: City Lights (Review)

42

Karena saya sedang lagi tidak ngapa-ngapain + bosan dan galau, akhirnya saya memutuskan untuk menulis review salah satu film karya Charlie Chaplin, berjudul City Lights. Film ini diluncurkan pada tahun 1931. Pada saat itu film-film bersuara sudah bermunculan, namun Chaplin masih dan ngotot membuat film bisu hingga tahun 1940 Chaplin membuat film bersuara pertamanya yang berjudul The Great Dictator.

Film City Lights mengisahkan The Tramp (Charlie Chaplin), seorang gelandangan bermartabat bangsawan yang bertemu dengan seorang pengusaha kaya (Harry Myers) yang berniat melakukan aksi bunuh diri. The Tramp segera menolong pengusaha kaya yang ternyata sedang mabuk itu. Pengusaha kaya itu kemudian mengajak The Tramp ke rumahnya. Pengusaha kaya itu  memberi The Tramp banyak uang dan mempersilahkan The Tramp tidur di rumahnya karena The Tramp berhasil menyelamatkan si pengusaha dari usaha bunuh dirinya. Namun keesokan harinya, The Tramp diusir dari rumah si pengusaha kaya karena pengusaha itu tidak mengenali The Tramp ketika si pengusaha kaya sedang tidak mabuk. The Tramp lalu bertemu dengan seorang gadis buta penjual bunga yang cantik (Virginia Cherrill). The Tramp jatuh cinta pada gadis itu.

Virginia Cherrill, the blind flower girl, she's pretty, isn't she?
The blind flower girl, she’s pretty, isn’t she?

Suatu saat, The Tramp bertemu lagi dengan si pengusaha kaya yang sedang mabuk di pinggir jalan. Pengusaha kaya itu mempersilahkan The Tramp tinggal lagi di rumahnya dan memberi The Tramp banyak uang. The Tramp lalu meminjam mobil si pengusaha kaya untuk menemui si gadis buta penjual bunga. Si gadis penjual bunga berpikir bahwa The Tramp adalah orang kaya karena dia mendengar deru dan suara pintu mobil ketika The Tramp menemuinya. Keesokan harinya, lagi-lagi The Tramp diusir karena si pengusaha kaya tidak mengenali The Tramp. Meskipun hidup menggelandang lagi, The Tramp tetap berusaha membantu si gadis penjual bunga mengoperasi matanya agar ia dapat melihat kembali. The Tramp lalu mencoba mengikuti pertandingan tinju bayaran. Adegan tinju bayaran ini adalah salah satu adegan paling terkenal di film City Lights, selain adegan ending yang begitu menyentuh dan mengharukan.

46

The Tramp lalu bertemu lagi dengan si pengusaha yang sedang mabuk di suatu tempat dan The Tramp dipersilahkan lagi untuk tinggal di rumah si pengusaha. Si pengusaha kaya memberi The Tramp uang yang sangat banyak. The Tramp memutuskan untuk memberikan uang-uang itu untuk si gadis penjual bunga. Ia lalu pergi ke rumah si gadis penjual bunga dan memberikan uang-uang itu kepadanya untuk membiayai operasi mata si gadis penjual bunga.  Namun, tiba-tiba The Tramp secara keliru dituduh sebagai pelaku perampokan di rumah si pengusaha kaya dan The Tramp terpaksa masuk jeruji besi. Beberapa bulan kemudian, The Tramp keluar dari penjara. Dia lalu berjalan keluar dengan pakaian compang-camping dan mencari si gadis penjual bunga ke tempat dia biasa menjual bunga. Namun The Tramp tidak menemukan si gadis. The Tramp lalu bertemu si gadis penjual bunga di sebuah toko bunga dan tentu saja—si gadis penjual bunga sudah mampu melihat. The Tramp sangat senang, namun si gadis penjual bunga tidak mengenali The Tramp. Si gadis penjual bunga baru mengenali The Tramp setelah si gadis menyentuh dan memegang tangan The Tramp ketika ia memberi sekeping koin dan bunga untuk The Tramp.

43

Foto di atas adalah scene ending City Lights, tampak wajah close-up The Tramp sedang tersenyum bahagia, namun dibalik ekspresi bahagia itu tersirat ekspresi takut—takut akan kenyataan bahwa si gadis telah mengetahui siapa sebenarnya si pria kaya yang selama ini menolongnya.

Film ini menyiratkan banyak makna tersembunyi, seperti tentang orang-orang baik yang selalu dituduh melakukan kesalahan dan tidak semua orang yang tampak buruk di luarnya juga berhati buruk. Meski City Lights tergolong film bisu namun terdapat beberapa efek suara di dalam film seperti pada adegan awal film City Lights dan adegan The Tramp tersedak peluit ketika makan di restoran. Film ini tetap lucu meski sudah 82 tahun dirilis. Film ini sangat menyentuh dan mengharukan. Tidak seperti film-film pada jaman sekarang yang begitu tidak bermutu, film City Lights mampu mengobati kehausan saya akan film-film bermutu yang tampaknya sudah mulai jarang bermunculan di layar kaca. Jempol untuk film City Lights!