Review Film Pulp Fiction

Oke, jadi ini postingan pertama saya di tahun 2015, setelah hampir satu tahun gak ngeblog. Kali ini saya akan nge-review film yang disutradarai oleh Quentin Tarantino, yaitu Pulp Fiction.

pf

pf2

pf3

Film ini memang keren abis. Sebenarnya sudah lama saya pengen nonton film ini, tapi baru keturutan beberapa minggu ini. Jadi film ini memiliki 3 cerita yang berbeda, tapi ketiga cerita itu bermuara ke tempat yang sama. Ketiga cerita ini awalnya tidak terlihat nyambung satu sama lain, tapi menit demi menit film diputar, film ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Cerita pertama yaitu tentang dua pembunuh bayaran Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfield (Samuel L. Jackson) yang berniat mengambil koper berisi barang berharga milik majikan mereka, Marsellus Wallace, yang dicuri.  Cerita kedua adalah dua pasangan Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer) yang merampok sebuah restoran dimana ada Vincent dan Jules yang sedang sarapan di dalam restoran tersebut. Cerita ketiga, adalah kisah seorang petinju, Butch Coolidge (Bruce Willis) yang dibayar oleh sang bos gangster Marsellus Wallace untuk kalah dalam suatu pertandingan tinju. Film ini memiliki alur cerita non-linear dan dialog yang unik, seakan sang penulis skenario yakni sutradara film Pulp Fiction sendiri, Quentin Tarantino tidak menciptakan dialog dalam skenario filmnya, melainkan ia membiarkan tokoh-tokoh rekaan dalam film Pulp Fiction ini saling berbicara satu sama lain. Namun demikian, film ini mengandung banyak sekali adegan kekerasan. Sudah jelas bahwa ada banyak darah berceceran di dalam film ini, mengingat film ini bercerita tentang dua pembunuh bayaran. Tetapi meski ada banyak unsur kekerasan, film ini juga menyajikan banyak dialog lucu. Tokoh favorit saya adalah Jules Winnfield, pembunuh bayaran berkulit hitam, yang setiap kali akan menembak mati seseorang selalu mengutip Injil, Ezekiel 25:17. Menurut saya dia tokoh paling lucu di Pulp Fiction, sekaligus paling memikat. Di film ini saya baru menyadari betapa berharganya membahas tentang bagaimana orang Prancis menyebut burger Quarter-Pounder, tentang Jules yang seorang vegetarian, tentang milkshake murah seharga 5 dolar, tentang obrolan-obrolan remeh selalu saja tidak seremeh kelihatannya. Banyak sekali kata ‘F’ yang muncul di film ini, bahkan jika dihitung dari awal hingga akhir film ada total 265 kata ‘F’ yang diucapkan. Sejak menonton film ini, saya menjadi penasaran dengan karya-karya Quentin Tarantino lainnya dan membuat saya makin tertarik dengan film-film lain semacam Pulp Fiction ini. Di film Pulp Fiction, isi koper Marsellus Wallace yang dicuri tidak pernah diperlihatkan ke penonton, sehingga saya sangat penasaran. Rupanya Tarantino memang sengaja tidak menunjukkan isi koper yang dicuri itu, supaya para penonton bisa menebak-nebak dan memberikan spekulasi sendiri mengenai isi koper tersebut. Ada yang bilang koper itu berisi berlian karena ketika koper itu dibuka, koper itu bercahaya. Namun ada juga yang bilang kalau koper itu berisi jiwa Marsellus Wallace, karena kode untuk membuka koper itu adalah 666, yang merupakan angka setan. Tapi ternyata koper itu isinya adalah:

pf4

Gubrak. Pantesan kalo dibuka kopernya bercahaya. Hahaha.

Advertisements

So… Naruto Has Ended?

Naruto+700+is+out+i+m+kinda+gonna+miss+reading+naruto_e551a9_5345797

Naruto sudah tamat. Ya, beneran. Udah tamat. Saya baru inget kalo saya dulu pernah jadi fan hardcore-nya Naruto waktu masih jaman SD. Waktu itu saya rajin abis nonton anime Naruto di Global TV. Sumpah… Itu bener-bener masa-masa dimana saya masih alay-alaynya, haha. Baru tahu kalo Naruto udah tamat 7 November lalu. Yeah, tahunya udah tamat enggak telat-telat amat haha, soalnya manga-nya terbit tanggal 6 November. Saya sebelumnya udah jarang banget ngikutin alur cerita Naruto karena menurut saya ceritanya semakin mbulet. Tahu-tahu manga-nya udah tamat aja haha. Naruto tamat tepat di episode 700. Dan endingnya, jujur, enggak sesuai banget sama harapan saya dan enggak memuaskan (banget). Kenapa tiba-tiba Naruto jadi hokage yang super sibuk yang enggak punya waktu buat anaknya sendiri? Tiba-tiba ngerasa kasihan aja sama Bolt (anaknya Naruto). Kayaknya dulu Naruto waktu kecilnya ngebet banget jadi hokage dan sejak jadi hokage anaknya jadi enggak dipeduliin. Ending Naruto ini terkesan maksa banget. Dari dulu saya nge-ship Naruto x Hinata dan di endingnya Naruto emang beneran nikah sama Hinata, tapi kenapa saya ngerasa kecewa ya waktu Naruto nikah sama Hinata? Aneh, haha. Soalnya saya ngerasa kayak di-PHP Masashi Kishimoto, rasanya kayaknya dari dulu Naruto sukanya sama Sakura. Saya aja sampek putus asa sama pairing Naruto x Hinata karena kalo dipikir-pikir waktu itu rasanya mustahil banget Naruto bisa nikah sama Hinata karena Naruto sukanya sama Sakura, tapi kenapa di endingnya Naruto nikahnya sama Hinata? Saya sampai pengen nangis waktu baca manga Naruto chapter 700 di mangacanblog. Ngerasa di-PHP banget nget nget, tapi juga ngerasa sedih dan terharu karena Naruto ternyata udah tamat. Ngomong-ngomong suka sama penampilan barunya Naruto sebagai hokage, lebih mature, rambutnya aja udah di-cut jadi lebih rapi (suka banget sama model rambutnya). Di ending, Sakura nikah sama Sasuke, punya anak cewek namanya Sarada (namanya aneh banget, Sarada ini berkacamata mirip Karin). Tetapi Sasuke memutuskan untuk tidak tinggal tetap di Konoha bersama keluarganya. Dia memilih pergi mengelilingi dunia untuk menyelami makna hidup dan menebus dosa. Kalo Shikamaru nikah sama Temari, punya anak cowok namanya Shikadai, yang mirip banget sama Shikamaru. Ino nikah sama Sai, punya anak cewek namanya Inojin. Kiba nikah sama Tamui (cewek yang hobi memelihara kucing) dan Choji nikah sama Karui, kunoichi dari Kumogakure yang berkulit hitam, mereka punya anak cewek yang gendut dan hitam bernama Chocho (entah kenapa keputusan Masashi Kishimoto untuk menikahkan Choji dan Karui ini semacam keputusan yang sangat terrible karena jika Choji dan Karui dinikahkan, anak mereka pasti hitam dan gendut, jadi kalo dipikir-pikir kenapa Choji enggak nikah sama cewek berkulit putih aja, tapi Karui cantik banget, jujur). Sebenernya excited juga sih pada akhirnya Naruto nikah sama Hinata karena Hinata cantik banget. Jadi kepikiran nih bikin love story-nya Naruto sama Hinata yang bersetting setelah perang shinobi di fanfiction. Tapi di chapter 700 Naruto jadi digambarkan sebagai hokage yang super sibuk. Saya jadi teringat sama anak-anaknya Aang sang avatar di cerita Avatar: The Last Airbender, Kya dan Bumi. Kya dan Bumi merasa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Aang karena Aang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tenzin, putra Aang satunya yang seorang pengendali udara, sementara Kya adalah pengendali air dan Bumi adalah non-pengendali. Menurut pendapat saya jadi hokage kayaknya enggak se-sibuk Naruto sampai gak punya waktu buat anaknya sendiri, dulu Tsunade waktu masih jadi hokage juga kayaknya enggak sibuk-sibuk amat, haha. Dulu kayaknya waktu Sarutobi masih jadi hokage ketiga, Sarutobi juga masih punya waktu buat main-main sama cucunya, Konohamaru.

Naruto1
Keluarga Naruto.
naruto-arrives-to-gokage
Naruto, hokage ketujuh.

Arijit Singh

Sumber: timesofindia.indiatimes.com---Arijit Singh
Sumber: timesofindia.indiatimes.com—Arijit Singh

Mendadak ngefans sama orang ini sejak ngedengerin suaranya di lagu Tum Hi Ho. Suaranya soulful abis. Keren… Nama Arijit Singh di dunia playback singer India memang belum setenar Udit Narayan, Sonu Nigam atau KK. Tapi kemampuannya sebagai playback singer juga enggak kalah kok dari mereka bertiga. Arijit Singh dikenal karena suaranya yang super soulful. Namun Arijit mampu melantunkan segala jenis genre lagu mulai dari pop, electronic, sampai rock.

Arijit Singh lahir di Murshidabad, Bengala Barat, 25 April 1987. Namanya mulai tenar setelah dia menyanyilkan lagu Tum Hi Ho untuk soundtrack film Aashiqui 2. Sebelumnya Arijit Singh pernah berpartisipasi dalam reality show Fame Gurukul pada tahun 2005 dimana ia gagal mencapai final. Arijit menikah dengan Koel Roy, kawan masa kecilnya pada tanggal 20 Januari 2014 di Bengala Barat. Video di atas yang menampilkan 15 lagu terbaik Arijit Singh, yang menjadi favorit saya adalah Tum Hi Ho, Phir Mohabbat (soundtrack film Murder 2 yang dibintangi Jacqueline Fernandez dan Emraan Hashmi), dan Duaa (soundtrack film thriller Shanghai yang dibintangi Kalki Koechlin dan Emraan Hashmi). Di lagu Phir Mohabbat ada suara gesekan biola yang sangat merdu yang awalnya saya kira suara perempuan, tapi setelah saya dengar baik-baik ternyata suara biola. Keren abis. Tapi jujur saya masih ragu-ragu apa itu memang suara biola karena mungkin bisa saja itu suara biola yang dicampur dengan suara perempuan. Waktu saya men-googling nama Arijit Singh, enggak begitu banyak informasi yang bisa saya dapatkan tentang Arijit karena Arijit rupanya adalah playback singer pendatang baru di India. Tapi meskipun pendatang baru saya langsung jatuh cinta sama suara soulfulnya Arijit. Di laman fanpage-nya di facebook, Arijit memiliki lebih dari 7 juta fans. Arijit Singh pernah mendapatkan penghargaan Filmfare dan IIFA (International Indian Film Award) kategori playback singer pria terbaik berkat lagu Tum Hi Ho.

Review: Maroon 5 – Maps

Banyak yang bilang kalo lagunya Maroon 5 yang berjudul Maps ini bukan lagunya Maroon 5 yang terbaik, sejauh ini. Lagu ini dirilis Juli lalu, yang berarti saya udah telat 3 bulan buat nge-review lagu ini. Tapi saya suka banget sama lagu ini. Sebenarnya awalnya saya ngedengerin lagu ini pertama kali engga begitu tertarik, tapi setelah saya ngedengerin lagu ini lagi di TV mendadak kecanduan. Biasanya lagu-lagunya Maroon 5 emang booming ya, kayak Payphone sama One More Night. Tapi Maps enggak se-booming Payphone, meskipun menurut saya lagu ini cukup bagus. Sebenernya enggak tahu juga kenapa saya bilang bagus, selera aja. Lagipula pada dasarnya saya memang bukan tukang review, tapi maksa bikin review untuk melepaskan penat setelah mati-matian belajar buat ulangan kimia besok sampe kepala mendidih. Tapi oke, karena saya sudah terlanjur tulis kata review di judul tulisan ini jadi saya akan me-reviewnya sebisa saya. Maksa amat ya hahaha. Sekalian ngeramein blog karena udah jarang banget nulis.

Sempet baca komentar salah seorang pengguna YouTube tentang lagu Maps. Katanya lagu ini overplayed, beat-beat yang dimainkan salah semua, seharusnya lagu Maps dinyanyikan dengan lebih slow, dan background music-nya gagal total. Tapi entah kenapa kalo dengan komposisi yang original saya udah ngerasa kalo lagu ini emang lagu sedih dan kenapa harus lebih slow lagi nyanyiinnya kalo yang original aja udah bagus. Enggak bisa bayangin kalo lagu Maps dinyanyiin dengan lebih slow. Saya juga suka sama background music-nya. Ngomong-ngomong tentang video klip Maps, banyak yang bilang, ‘truly depressing‘. Video klip Maps enggak nyambung sama lagunya. Di lagu Maps diceritakan cowoknya yang dikhianatin ceweknya, tapi yang di video justru sebaliknya. Di video si cewek (yang cantik banget astaganaga) diselingkuhin cowoknya yang diperanin Adam Levine (Adam aktingnya bagus banget, just as usual) terus si cewek kecewa dan ninggalin klub tempat dia clubbing sama cowoknya, terus pas di perjalanan si cewek ditabrak truk. Gila itu kecelakaannya tragis banget. Banyak yang enggak suka video klipnya Maroon 5 yang Maps karena enggak nyambung sama lagunya dan bikin nangis saking mengerikannya. Tapi menurut saya video-nya bagus. Suka penataan alur flashback-nya. Dan saya suka video klip Maps karena enggak sinkron sama lagunya. Karena saya orangnya suka sama yang enggak nyambung-enggak nyambung hahaha. Masalah lagu, menurut saya lagu-lagu bertema sama dengan lagu Maps udah banyak banget. Pasaran. Saya juga kurang ngerti maksudnya ‘map’ dalam lirik lagu Maps. Overall, buat saya, bagus-bagus aja.

Meteor Garden

Sumber: aki-ojou.blogspot.com
Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Akhir-akhir ini mulai suka nonton Meteor Garden di Rajawali TV. Buat manusia-manusia yang hidup di tahun 2000-an pasti tahu lah ya apa itu Meteor Garden. Tapi buat yang enggak tahu, bakalan saya kasih tahu deh. Meteor Garden adalah drama Taiwan yang tayang tahun 2002-an. Drama ini sempat booming di Indonesia. Drama ini mengadopsi cerita dari komik Jepang berjudul Hana Yori Dango, menceritakan tentang seorang gadis miskin bernama San Chai (Barbie Hsu) yang bersekolah di sekolah elite dan bertemu dengan geng F4 yang terdiri dari empat laki-laki pewaris perusahaan terbesar di Taiwan yang senang mem-bully murid-murid di sekolah elite tersebut. Empat murid tersebut adalah Dao Ming Si (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Zhou), Xi Men (Ken Chu), dan Mei Zuo (Vaness Wu).

Sumber: chingchingchings.blogspot.com - Dao Ming Si
Sumber: chingchingchings.blogspot.com – Dao Ming Si, the leader of F4
Sumber: mytika07.blogspot.com - Hua Ze Lei, the introvert one
Sumber: mytika07.blogspot.com – Hua Ze Lei, the introvert one
Sumber: www.angelfire.com - Xi Men, the playboy one
Sumber: http://www.angelfire.com – Xi Men, the playboy one
Sumber: asian-artis.blogspot.com - Mei Zuo, the playboy one too
Sumber: asian-artis.blogspot.com – Mei Zuo, the playboy one too

Sumpah itu Dao Ming Si sama Hua Ze Lei ganteng abis! Terutama Dao Ming Si. Sebenernya cerita Meteor Garden sama aja sama drama Boys Before Flowers dari Korea, karena dua drama tersebut mengadopsi cerita dari komik yang sama. Saya suka dua-duanya sih, cuma secara objektif jelas drama Boys Before Flowers lebih bagus dari Meteor Garden karena drama tersebut dibuat tahun 2009 dan kualitas akting aktor-aktornya keren banget. Sementara drama Meteor Garden dibuat tahun 2002 dan masih agak norak dan jadul. Selain itu akting aktor-aktornya masih agak kaku, terutama akting Jerry Yan menurutku di sini kurang bagus tapi kalo di jamannya Meteor Garden adalah drama yang terbaik. Entah kenapa komik Hana Yori Dango kalau diadaptasi dalam drama apapun pasti sukses. Emang sih ceritanya bagus banget, meskipun kalo diadaptasi jadi drama apapun ceritanya jadi gitu-gitu aja, tapi tetep suka banget.

Sumber: www.theangelfire.com - San Chai, the brave girl
Sumber: http://www.theangelfire.com – San Chai, the brave girl

Banyak perbedaan antara Meteor Garden dan Boys Before Flowers, meskipun inti cerita yang diangkat dalam kedua drama tersebut sama. Dalam drama Meteor Garden, lebih banyak adegan ciuman daripada Boys Before Flowers. Selain itu adegan ciuman di Meteor Garden lebih hot daripada Boys Before Flowers. Ha, kenapa malah jadi bahas ciuman? Haha. Tapi, aktor-aktor di Boys Before Flowers lebih cantik dan ganteng daripada di Meteor Garden. Kalo di Meteor Garden, cuma F4 dan San Chai-nya yang good-looking tapi kalo di Boys Before Flowers semua aktornya good-looking. Sebelumnya saya belum pernah baca komik Hana Yori Dango. Di Meteor Garden, setiap kali Dao Ming Si berhasil memanfaatkan waktu berdua dengan San Chai, setelahnya Xi Men dan Mei Zuo selalu bertanya apakah Dao Ming Si telah melakukan ‘itu’ dengan San Chai. ‘Itu’ yang dimaksud adalah hubungan seksual. Tapi Dao Ming Si sama sekali tidak pernah mengajak San Chai melakukan ‘itu’. Xi Men dan Mei Zuo adalah playboy dan mereka sudah pasti meniduri banyak wanita. Di salah satu episode Meteor Garden, Mei Zuo pernah bilang kalau mereka menjadi playboy karena itu adalah salah satu cara mereka untuk menikmati hidup selama mereka belum menikah dengan gadis pilihan orangtua mereka yang tidak mereka cintai. Mei Zuo dan Xi Men adalah putra bangsawan kaya dan mereka akan dijodohkan demi kepentingan bisnis orangtua mereka. Ngomong-ngomong San Chai ternyata punya tato. Padahal San Chai hanya gadis miskin biasa. Sementara di drama tersebut digambarkan cewek-cewek yang punya tato adalah cewek-cewek yang genit dan menyebalkan di sekolah tersebut.

Ini tato di belakang lehernya San Chai.
Sumber: kukiztee.blogspot.com – Ini waktu San Chai sama Hua Ze Lei, lihat tato di tangan kanannya San Chai.

Dao Ming Si tertarik sama San Chai karena dia satu-satunya cewek yang berani melawan Dao Ming Si. Selain itu San Chai bukan tipe cewek materialistis yang selama ini selalu ditemui Dao Ming Si di sekitarnya. Meskipun San Chai miskin harta tetapi dia selalu berani melawan orang-orang yang menindas orang lemah. Saya jadi bingung kenapa San Chai mau aja jadi pacarnya Dao Ming Si wkwk. Padahal Dao Ming Si ‘kan cowok nyebelin. Tapi meskipun nyebelin ternyata Dao Ming Si punya sisi baik yang enggak terduga. Lagipula dia ‘kan jadi nyebelin bukan sepenuhnya salah dia juga, tapi karena kesalahan pola asuh kakak perempuannya ke Dao Ming Si yang keras dan Dao Ming Si selama ini kesepian karena orangtuanya berada di luar negeri. Jadi kalo dipikir-pikir, sebenarnya Dao Ming Si cocok juga sama San Chai. Terus, menurut pendapat saya, Hua Ze Lei enggak cocok kalo San Chai. Menurut saya wajah kalo San Chai yang polos sampe suka sama Hua Ze Lei karena Hua Ze Lei ‘kan charming abis dan ganteng pula, juga kalem banget. Tapi waktu kencan pertama sama San Chai aja Lei diem mulu, pake acara ninggal San Chai pula di jalan, bikin San Chai ilfeel. Tapi menurut saya Hua Ze Lei juga enggak cocok sama Teng Tang Jing, cewek idamannya Hua Ze Lei yang berusia lebih tua dari Hua Ze Lei dan bekerja sebagai model. Di pertengahan cerita, Teng Tang Jing memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai model dan pergi ke Prancis untuk sekolah hukum dan melakukan pekerjaan sosial (mungkin membantu orang miskin). Jing tahu kalo Lei suka ke dia, tapi Jing masih menggantungkan Lei. Mungkin karena Lei orangnya terlalu kaku atau penyendiri atau mungkin Jing menolak untuk berpacaran dulu untuk sementara supaya bisa fokus sekolah. Entahlah. Menurut saya mereka tidak cocok, meskipun di kalau nggak salah di komik Hana Yori Dango diceritakan Shizuka Todou yang menjadi inspirasi terbentuknya tokoh Teng Tang Jing akhirnya balik lagi ke Jepang dan menyadari bahwa Rui Hanazawa (Hua Ze Lei) lah yang diinginkannya selama ini.

Penampakan wajah Teng Tang Jing, pujaan hatinya Hua Ze Lei.

Oh ya, saya juga pengen membahas hubungan antara Xi Men dan Xiaoyou. Xiaoyou adalah temannya San Chai. Xiaoyou suka sama Xi Men, tapi sayangnya Xi Men yang playboy masih suka gantungin Xiaoyou. Kalo di Boys Before Flowers sih sama kayak So Yi Jung ke Cha Ga Eul, tapi aku lebih suka Yi Jung sama Ga Eul. Mereka berdua tuh kisah cintanya menurutku lebih menarik dari kisah cinta Jun Pyo dan Jan Di. Haha. Sejujurnya kalo di Boys Before Flowers lebih kerasa drama-nya daripada di Meteor Garden. Selain itu, ibunya Jun Pyo di BBF lebih nyebelin dan galak daripada ibunya A Shi (panggilan akrab Dao Ming Si), Dao Ming Feng. Tapi sekali lagi karena Meteor Garden dibikinnya lawas banget jadi mungkin bisa dimaafkan. Lagipula itu masih tergolong bagus kalo dibandingkan drama-drama lainnya di tahun 2000-an. Masih banyak perbedaan antara Meteor Garden dengan Boys Before Flowers. Salah satunya, di Boys Before Flowers, Jan Di digambarkan pintar berenang sementara San Chai enggak. Tapi aku tetep suka dua-duanya.

AKMU’s New Album: PLAY

play

Sebenarnya saya telat banget bikin artikel ini, album baru AKMU keluarnya kan tanggal 7 April 2014 tapi baru sekarang bikin artikelnya. Nah, to the point aja, judul album baru Akdong Musician ini adalah PLAY. Album ini berisi 11 lagu, berikut ini tracklist-nya:

No. Title Length
1. “Give Love”   2:59
2. “200%”   3:15
3. “Melted”   3:58
4. “On The Subway”   3:44
5. “Hair Part”   3:48
6. “Artificial Grass”   3:48
7. “Don’t Hate Me”   3:50
8. “Little Star”   3:49
9. “Anyway”   3:11
10. “Idea”   3:22
11. “Galaxy”   2:59

Promotional songs di album ini adalah 3 lagu pertama yang disebutkan dalam tracklist di atas dan tiga lagu promosi tersebut akan saya bahas di sini.

Video di atas adalah video musik dari lagu 200%. Video itu menceritakan tentang seorang gadis yang diperankan oleh Lee Soo-hyun, vokalis AKMU, yang jatuh cinta kepada seorang laki-laki. Namun cinta gadis itu bertepuk sebelah tangan karena lelaki itu ternyata mencintai gadis lain. Di pertengahan video si gadis yang diperankan Lee Soo-hyun tampak bahagia dengan laki-laki pujaannya namun di akhir video justru si laki-laki tampak bahagia dengan gadis pujaan hatinya. Ketika melihat video ini awalnya saya sempat syok, terutama ketika saya melihat dari pertengahan hingga akhir video. Tapi saya suka lihat akting Soo-hyun di sini, lucu banget.

sh
Ini waktu Soo-hyun di bis sekolah, ngeliatin cowok pujaannya. Cute banget matanya~

Lagu 200% ini… korea banget. Nggak seperti artis YG pada umumnya, Akdong Musician enggak mengusung genre hip hop di album barunya. Lagu ini cukup easy listening, tapi awalnya saya sempat enggak cocok sama lagu ini. Lagu ini gak bikin saya addicted. Habis dengerin lagu ini kesan saya biasa-biasa aja, saya enggak ketagihan nyetel lagunya lagi atau mendendangkan lirik-liriknya. Saya seperti enggak menemukan sesuatu yang baru dari AKMU, saya rasa lagunya AKMU begini-begini saja dari jaman K-POP STAR sampai sekarang. Video klipnya juga biasa-biasa saja. Mungkin YG berniat menampilkan sesuatu yang baru karena sebelumnya YG selalu menampilkan video-video musik yang meriah dan heboh. Tapi mungkin ya beginilah genre dan video musik yang ditampilkan AKMU. Dinikmati sajalah! Hehe.

Video Give Love ini merupakan lanjutan dari video klip 200%. Lagu Give Love cenderung lebih easy listening dari 200%, tapi masih ada instrumen-instrumen musik dari lagu 200% yang dimainkan di lagu ini. Tidak seperti video 200%, video Give Love ini menampilkan kisah happy ending.

Kalau video di atas adalah video musik Melted. Lagu Melted ini adalah favorit saya diantara ketiga promotional songs di album PLAY. Video klipnya bagus banget, enggak kayak video-video musik K-Pop pada umumnya. Duo kakak-beradik Akdong Musician tidak ditampilkan di video musik tersebut, melainkan orang-orang bule yang tampil berdrama di video tersebut. Video dan lagu Melted menceritakan betapa dinginnya sikap orang-orang dewasa di dunia. Lagu Melted ini bergenre ballad, tapi tidak terlalu mendayu-dayu. Menurut saya Melted adalah yang terbaik diantara ketiga lagu promosi album PLAY dari segi lagu dan video musik.

Gotye – Somebody That I Used To Know (feat. Kimbra)

Well, I’m being stressed with this song. Galau tingkat hebat. Padahal lagunya biasa-biasa aja sih (BOHONG!! BOHONG!!), tapi liriknya subhanallah. Ini Gotye mungkin punya kemampuan telepati kali ya sampe bisa bikin lagu yang ceritanya persis sama cerita yang GUE alami? Arrgh. God, save me from this frustrating song!

SOMEBODY THAT I USED TO KNOW (LYRIC)

[Gotye]
Now and then I think of when we were together
Like when you said you felt so happy you could die
Told myself that you were right for me
But felt so lonely in your company
But that was love and it’s an ache I still remember

You can get addicted to a certain kind of sadness
Like resignation to the end, always the end
So when we found that we could not make sense
Well you said that we would still be friends
But I’ll admit that I was glad that it was over

But you didn’t have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don’t even need your love
But you treat me like a stranger and that feels so rough
No you didn’t have to stoop so low
Have your friends collect your records and then change your number
I guess that I don’t need that though
Now you’re just somebody that I used to know

Now you’re just somebody that I used to know
Now you’re just somebody that I used to know

[Kimbra]
Now and then I think of all the times you screwed me over
But had me believing it was always something that I’d done
But I don’t wanna live that way
Reading into every word you say
You said that you could let it go
And I wouldn’t catch you hung up on somebody that you used to know

[Gotye:
But you didn’t have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don’t even need your love
But you treat me like a stranger and that feels so rough
No you didn’t have to stoop so low
Have your friends collect your records and then change your number
I guess that I don’t need that though
Now you’re just somebody that I used to know

[x2]
Somebody
(I used to know)
Somebody
(Now you’re just somebody that I used to know)

(I used to know)
(That I used to know)
(I used to know)
Somebody