Monthly Archives: August 2014

Protected: Liburan Kenaikan Kelas 2013

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Meteor Garden

Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Akhir-akhir ini mulai suka nonton Meteor Garden di Rajawali TV. Buat manusia-manusia yang hidup di tahun 2000-an pasti tahu lah ya apa itu Meteor Garden. Tapi buat yang enggak tahu, bakalan saya kasih tahu deh. Meteor Garden adalah drama Taiwan yang tayang tahun 2002-an. Drama ini sempat booming di Indonesia. Drama ini mengadopsi cerita dari komik Jepang berjudul Hana Yori Dango, menceritakan tentang seorang gadis miskin bernama San Chai (Barbie Hsu) yang bersekolah di sekolah elite dan bertemu dengan geng F4 yang terdiri dari empat laki-laki pewaris perusahaan terbesar di Taiwan yang senang mem-bully murid-murid di sekolah elite tersebut. Empat murid tersebut adalah Dao Ming Si (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Zhou), Xi Men (Ken Chu), dan Mei Zuo (Vaness Wu).

Sumber: chingchingchings.blogspot.com - Dao Ming Si

Sumber: chingchingchings.blogspot.com – Dao Ming Si, the leader of F4

Sumber: mytika07.blogspot.com - Hua Ze Lei, the introvert one

Sumber: mytika07.blogspot.com – Hua Ze Lei, the introvert one

Sumber: www.angelfire.com - Xi Men, the playboy one

Sumber: http://www.angelfire.com – Xi Men, the playboy one

Sumber: asian-artis.blogspot.com - Mei Zuo, the playboy one too

Sumber: asian-artis.blogspot.com – Mei Zuo, the playboy one too

Sumpah itu Dao Ming Si sama Hua Ze Lei ganteng abis! Terutama Dao Ming Si. Sebenernya cerita Meteor Garden sama aja sama drama Boys Before Flowers dari Korea, karena dua drama tersebut mengadopsi cerita dari komik yang sama. Saya suka dua-duanya sih, cuma secara objektif jelas drama Boys Before Flowers lebih bagus dari Meteor Garden karena drama tersebut dibuat tahun 2009 dan kualitas akting aktor-aktornya keren banget. Sementara drama Meteor Garden dibuat tahun 2002 dan masih agak norak dan jadul. Selain itu akting aktor-aktornya masih agak kaku, terutama akting Jerry Yan menurutku di sini kurang bagus tapi kalo di jamannya Meteor Garden adalah drama yang terbaik. Entah kenapa komik Hana Yori Dango kalau diadaptasi dalam drama apapun pasti sukses. Emang sih ceritanya bagus banget, meskipun kalo diadaptasi jadi drama apapun ceritanya jadi gitu-gitu aja, tapi tetep suka banget.

Sumber: www.theangelfire.com - San Chai, the brave girl

Sumber: http://www.theangelfire.com – San Chai, the brave girl

Banyak perbedaan antara Meteor Garden dan Boys Before Flowers, meskipun inti cerita yang diangkat dalam kedua drama tersebut sama. Dalam drama Meteor Garden, lebih banyak adegan ciuman daripada Boys Before Flowers. Selain itu adegan ciuman di Meteor Garden lebih hot daripada Boys Before Flowers. Ha, kenapa malah jadi bahas ciuman? Haha. Tapi, aktor-aktor di Boys Before Flowers lebih cantik dan ganteng daripada di Meteor Garden. Kalo di Meteor Garden, cuma F4 dan San Chai-nya yang good-looking tapi kalo di Boys Before Flowers semua aktornya good-looking. Sebelumnya saya belum pernah baca komik Hana Yori Dango. Di Meteor Garden, setiap kali Dao Ming Si berhasil memanfaatkan waktu berdua dengan San Chai, setelahnya Xi Men dan Mei Zuo selalu bertanya apakah Dao Ming Si telah melakukan ‘itu’ dengan San Chai. ‘Itu’ yang dimaksud adalah hubungan seksual. Tapi Dao Ming Si sama sekali tidak pernah mengajak San Chai melakukan ‘itu’. Xi Men dan Mei Zuo adalah playboy dan mereka sudah pasti meniduri banyak wanita. Di salah satu episode Meteor Garden, Mei Zuo pernah bilang kalau mereka menjadi playboy karena itu adalah salah satu cara mereka untuk menikmati hidup selama mereka belum menikah dengan gadis pilihan orangtua mereka yang tidak mereka cintai. Mei Zuo dan Xi Men adalah putra bangsawan kaya dan mereka akan dijodohkan demi kepentingan bisnis orangtua mereka. Ngomong-ngomong San Chai ternyata punya tato. Padahal San Chai hanya gadis miskin biasa. Sementara di drama tersebut digambarkan cewek-cewek yang punya tato adalah cewek-cewek yang genit dan menyebalkan di sekolah tersebut.

Ini tato di belakang lehernya San Chai.

Sumber: kukiztee.blogspot.com – Ini waktu San Chai sama Hua Ze Lei, lihat tato di tangan kanannya San Chai.

Dao Ming Si tertarik sama San Chai karena dia satu-satunya cewek yang berani melawan Dao Ming Si. Selain itu San Chai bukan tipe cewek materialistis yang selama ini selalu ditemui Dao Ming Si di sekitarnya. Meskipun San Chai miskin harta tetapi dia selalu berani melawan orang-orang yang menindas orang lemah. Saya jadi bingung kenapa San Chai mau aja jadi pacarnya Dao Ming Si wkwk. Padahal Dao Ming Si ‘kan cowok nyebelin. Tapi meskipun nyebelin ternyata Dao Ming Si punya sisi baik yang enggak terduga. Lagipula dia ‘kan jadi nyebelin bukan sepenuhnya salah dia juga, tapi karena kesalahan pola asuh kakak perempuannya ke Dao Ming Si yang keras dan Dao Ming Si selama ini kesepian karena orangtuanya berada di luar negeri. Jadi kalo dipikir-pikir, sebenarnya Dao Ming Si cocok juga sama San Chai. Terus, menurut pendapat saya, Hua Ze Lei enggak cocok kalo San Chai. Menurut saya wajah kalo San Chai yang polos sampe suka sama Hua Ze Lei karena Hua Ze Lei ‘kan charming abis dan ganteng pula, juga kalem banget. Tapi waktu kencan pertama sama San Chai aja Lei diem mulu, pake acara ninggal San Chai pula di jalan, bikin San Chai ilfeel. Tapi menurut saya Hua Ze Lei juga enggak cocok sama Teng Tang Jing, cewek idamannya Hua Ze Lei yang berusia lebih tua dari Hua Ze Lei dan bekerja sebagai model. Di pertengahan cerita, Teng Tang Jing memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai model dan pergi ke Prancis untuk sekolah hukum dan melakukan pekerjaan sosial (mungkin membantu orang miskin). Jing tahu kalo Lei suka ke dia, tapi Jing masih menggantungkan Lei. Mungkin karena Lei orangnya terlalu kaku atau penyendiri atau mungkin Jing menolak untuk berpacaran dulu untuk sementara supaya bisa fokus sekolah. Entahlah. Menurut saya mereka tidak cocok, meskipun di kalau nggak salah di komik Hana Yori Dango diceritakan Shizuka Todou yang menjadi inspirasi terbentuknya tokoh Teng Tang Jing akhirnya balik lagi ke Jepang dan menyadari bahwa Rui Hanazawa (Hua Ze Lei) lah yang diinginkannya selama ini.

Penampakan wajah Teng Tang Jing, pujaan hatinya Hua Ze Lei.

Oh ya, saya juga pengen membahas hubungan antara Xi Men dan Xiaoyou. Xiaoyou adalah temannya San Chai. Xiaoyou suka sama Xi Men, tapi sayangnya Xi Men yang playboy masih suka gantungin Xiaoyou. Kalo di Boys Before Flowers sih sama kayak So Yi Jung ke Cha Ga Eul, tapi aku lebih suka Yi Jung sama Ga Eul. Mereka berdua tuh kisah cintanya menurutku lebih menarik dari kisah cinta Jun Pyo dan Jan Di. Haha. Sejujurnya kalo di Boys Before Flowers lebih kerasa drama-nya daripada di Meteor Garden. Selain itu, ibunya Jun Pyo di BBF lebih nyebelin dan galak daripada ibunya A Shi (panggilan akrab Dao Ming Si), Dao Ming Feng. Tapi sekali lagi karena Meteor Garden dibikinnya lawas banget jadi mungkin bisa dimaafkan. Lagipula itu masih tergolong bagus kalo dibandingkan drama-drama lainnya di tahun 2000-an. Masih banyak perbedaan antara Meteor Garden dengan Boys Before Flowers. Salah satunya, di Boys Before Flowers, Jan Di digambarkan pintar berenang sementara San Chai enggak. Tapi aku tetep suka dua-duanya.

SKP

Sumber: theblacksphere.net

Sumber: theblacksphere.net

SKP. Sudah kenyang, pulang.

Dulu, waktu saya masih kecil, orangtua saya suka mengajak saya dan saudara-saudara kandung saya ke acara pernikahan. Di sana, saya dan saudara-saudara suka bermain-main dan duduk diam mendengarkan percakapan orangtua kami dengan orangtua kedua mempelai yang sedang menikah.

Tapi ada masa dimana ayah saya tiba-tiba marah sekali. Suatu saat, saya, saudara-saudara saya, ibu, dan ayah saya sedang travelling di Malang. Kami memilih travelling ke Malang karena di sana kebetulan juga ada acara pernikahan teman ayah. Setelah puas travelling, mobil kami pun melaju menuju lokasi pernikahan teman ayah. Tapi entah kenapa saat itu ayah saya tiba-tiba marah sekali. Ayah melarang kami ikut ayah dan ibu ke acara pernikahan. Kami bertiga sangat bingung. Apalagi melihat ekspresi ayah marah-marah, membuat kami sedikit takut.

Ternyata ayah kami melarang kami mengikuti acara pernikahan karena ada teman ayah yang bilang kalo orangtua kami suka membawa kami bertiga ke acara kondangan supaya kami kenyang.

Kasar amat.

Ibu yang bilang ke kami tentang hal itu.

Akhirnya sejak saat itu kami bertiga tidak pernah mendatangi acara pernikahan lagi.

Kalaupun ibu mau ngajak anak-anak, pasti ibu pilih satu. Mungkin aku, mungkin kakak, mungkin dedek.

Sekarang kami bertiga udah besar-besar, jadinya kalo diajak ke acara kondangan gitu malah males semua haha.

Saya enggak tahu kenapa waktu itu ayah bisa marah banget. Kami sebenernya dulu juga engga tahu apa-apa, karena waktu itu kami masih kecil. Yang kami tahu dulu ‘kan cuma main-main, masalah makan atau enggak itu bukan masalah besar buat kami bertiga.

Emang yang namanya masalah makan itu masalah sensitif.

Waktu dulu saya masih mengaji, saya suka memperhatikan orang yang datang ke pengajian hanya untuk dapat makanan atau supaya dapat nasi kotak. Sering banget ketemu orang-orang yang seperti itu. Dulu saya pernah lihat ibu-ibu setengah baya yang wajahnya kayak orang Arab gitu lah sama anaknya yang cewek mereka udah dapat nasi kotak masing-masing satu sepulangnya dari pengajian namun si ibu ini minta satu nasi kotak lagi buat suaminya. Katanya suaminya belum dapat nasi kotak, kalo gak salah si ibu ini minta nasi kotak lagi karena suaminya udah pulang duluan dari pengajian. Tapi panitia pengajian enggak mau ngasih nasi kotaknya buat si ibu-ibu. ‘Kan bisa jadi suami si ibu ini ternyata engga datang ke pengajian, makanya panitia enggak mau kasih nasi kotaknya buat ibu-ibu tadi. Ibu-ibu tadi emang keliatan agresif banget waktu mau minta nasi kotaknya ke panitia, rada maksa-maksa gimana gitu. Di mata saya entah kenapa momen itu terlihat mengerikan banget.