Kado Ulang Tahun

       gift-package

     Ah, besok kau ulang tahun. Kau. Iya, kau yang lucu dan menggemaskan itu. Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu. 2 hari? Yeah, kau pasti sedang sibuk menyusun novel debutmu. Kau, si calon penulis itu. Hm… Aku ingin sekali memberimu kado ulang tahun. Kau tahu, kau sama sekali tidak pernah memberiku kado ulang tahun. Setiap kali aku ulang tahun, kau hanya memberiku ucapan selamat ulang tahun yang datar dan itu menyebalkan sekali. Aku tahu, kau sebenarnya selalu ingin memberiku kado ulang tahun. Tapi kau selalu tidak pernah mau berbuat baik duluan. Baiklah. Kau memang rumit. Tapi aku mencintaimu. Sangat. Dan hari ini aku berniat mencari kado ulang tahun terbaik untukmu. Kau—si calon penulis itu. Sejak kecil kau sangat suka menulis. Kau ingin sekali menjadi penulis. Karenanya, aku akan membelikanmu kertas dan tinta. Aku membeli empat kodi kertas dan setengah lusin tinta. Aku lalu membawa pulang kadomu yang akan kuberikan padamu. Aku membayangkan reaksimu melihat kado yang kuberikan kepadamu. Kau pasti marah dan membuang kadoku di tengah hujan. Di tengah hujan? Ha, dramatis sekali. Kurasa aku takut membayangkan reaksimu. Kau tahu, kau selalu membuatku takut. Kau memang membingungkan.

***

Astaga, aku bangun kesiangan! Aku harus segera memberikan kado ulang tahun untuk Andre! Aku langsung mencuci wajahku, menyikat gigi, dan berganti pakaian. Aku lalu menyambar kado ulang tahun Andre yang belum sempat kubungkus. Aku benar-benar lupa untuk membungkus kado ulang tahun Andre. Aku melihat jam tanganku. Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Biasanya sih, jam segini Andre berada di kafe kesukaannya, kafe Red Heart. Pagi ini benar-benar mendung. Kebetulan rumahku dengan kafe tempat Andre biasa nongkrong sendirian dekat, jadi aku berjalan kaki. Tiba-tiba hujan turun. Deras sekali. Aku lupa membawa payung. Aku mendekap kado-kado untuk Andre dengan erat supaya tidak kehujanan. Sesampainya di kafe, aku melihat Andre. Dia sedang duduk di depan laptopnya. Tapi, tunggu… siapa itu? Siapa gadis yang duduk di sebelah Andre? Aku mencoba melihat gadis itu lebih dekat. Tapi aku tidak mengenali gadis itu.

“Sayang…” panggil gadis itu kepada Andre.

“Hm…” Andre menatap gadis itu dengan sayu. Mata Andre lalu kembali mengarah ke laptop. Kulihat gadis itu mencium pipi Andre. Dadaku sesak. Kenapa Andre  tidak pernah bilang kepadaku kalau dia sudah memiliki pacar? Air mataku menetes. Aku menggenggam kado ulang tahun Andre erat-erat, agar tidak terjatuh ke bawah. Hatiku pilu. Kenapa harus sesakit ini. Kenapa. Aku hanya ingin bilang kepadamu kalau kau berarti bagiku. Aku selalu yakin kalau aku juga berarti bagimu, meski kau tidak pernah mengungkapkannya. Aku suka kepadamu—dan segala perhatianmu padaku. Tapi, kenapa? Aku menghapus air mataku dan berbalik. Kau benar tentang aku, Dre. Aku memang gadis yang bodoh, yang selalu bergantung kepadamu, yang selalu membuatmu repot. Aku memang gadis yang hanya bisa menyusahkanmu saja. Mulai sekarang aku berjanji enggak akan ganggu kamu lagi, Dre.

 

 

Advertisements

DO COMMENT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: