LULUS

Akhirnya, tanggal 14 Juni kemarin saya dinyatakan lulus Ujian Nasional SMP. Bahagia. Sekaligus sedih. Kenapa? Karena pertama, saya lulus dengan nilai UN matematika HANYA 7,75. Kedua, saya harus berpisah dengan teman-teman SMP saya. Yaa, meskipun teman-teman SMP saya semuanya jahat, tapi saya sayang sama mereka semua. Nah, berhubung pengumuman kelulusan sudah dikeluarkan dan saya dinyatakan lulus, selanjutnya saya akan fokus untuk PPDB SMA. Kebetulan metode PPDB SMA yang digunakan tahun ini adalah online. Saya benci harus mendaftar SMA secara online, karena itu artinya metode tes pada penerimaan peserta didik baru SMA tahun ini tidak dipakai sebagai acuan. Saya memang suka sekali dengan metode tes. Kenapa? Karena kebanyakan hasil tes justru lebih JUJUR daripada hasil ujian nasional kemarin. Ada desas-desus menyatakan bahwa ujian nasional kemarin masih banyak pesertanya yang menggunakan jasa kunci jawaban.

Sumber: kemdikbud

Sumber: kemdikbud

Peraih nilai UN tertinggi di Jawa Timur didominasi oleh sekolah-sekolah menengah di Sumenep. Saya yakin di Sumenep ini pasti peserta-peserta UN-nya menggunakan kunci jawaban dan saya yakin pasti guru-guru di sekolah-sekolah menengah di Sumenep yang mengkoordinir peredaran kunci jawaban di kota tersebut. Saya masih tidak mengerti dengan alasan dindik untuk menghapus sistem tes dalam pendaftaran siswa baru tahun ini. Katanya sih kalau pakai tes bikin repot. Tapi saya tahu dindik tahu masih banyak peserta UN yang memakai kunci jawaban, logikanya kalau menerima siswa-siswi yang memakai kunci jawaban sama saja memelihara siswa-siswi yang seharusnya tidak diterima di sekolah yang menerima siswa-siswi tersebut karena mereka memakai kunci jawaban. Saya merasa saya jauh lebih baik dari siswa-siswi yang memakai kunci jawaban karena saya tidak memakai kunci jawaban dan seharusnya sekolah-sekolah besar yang mungkin akan menerima siswa-siswi yang memakai kunci jawaban lebih pantas menerima saya. Meskipun repot, tapi tes masuk itu juga konsekuensi yang harus ditanggung dari para pendidik yang lengah dan membiarkan peserta UN memakai kunci jawaban.

Advertisements

DO COMMENT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: