Jurnal Pasca Ujian Nasional 2014

Gambar: liputanpendidikan.blogspot.com

Sumber: liputanpendidikan.blogspot.com

UN. Ujian Nasional. Hari ini, saya resmi selesai mengikuti ujian nasional. Dan rasanya? Fiiuh. Lega sekali. Setelah semua kerja keras yang telah saya lakukan selama 3 tahun ini, akhirnya terbayar dalam 4 hari (kalimat ini menyindir lho). Ngomong-ngomong tentang UN, saya pengen me-review pelaksanaan ujian nasional SMP tahun ini. UN tahun ini sangat amburadul.  Saya sangat kecewa kenapa UN tahun ini menyedihkan sekali—terutama di dua hari pertama. Di hari pertama UN, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Ada beberapa paket ujian Bahasa Indonesia yang nomornya dobel (nomor 11-12) dan ada beberapa paket soal yang tidak ada nomor 13-nya. Terang saja hal ini membuat para peserta ujian bingung. Pengawas ujian lalu menginstruksikan murid yang mendapat paket soal yang nomornya dobel untuk mengerjakan soal nomor 11-12 yang tidak bersampul, sementara murid yang mendapat soal yang tidak ada nomor 13-nya supaya soal nomor 13 dikosongi/tidak dijawab. Namun demikian, meski telah diberi instruksi, murid-murid masih tetap bingung—terutama mengenai perbedaan naskah soal bersampul dan tidak bersampul bagi siswa-siswi yang mendapat soal yang nomor 11 dan 12-nya dobel—termasuk saya. Di hari kedua ujian nasional, mata pelajaran yang diujikan adalah matematika. Soal-soal UN matematika yang diujikan tahun ini sangat amat sulit. Banyak soal yang nyeleweng dari SKL. Bahkan ada soal internasional yang nyelip di naskah UN matematika SMP tahun ini. Kabarnya soal itu merupakan hasil ‘plagiat’ soal PISA—soalnya sama persis, hanya di-copy paste dan di-translate ke bahasa Indonesia. Berikut ini penampakan soal PISA yang di-plagiat dalam UN matematika SMP tahun ini.

un2

Menteri Pendidikan Berkicau

mnuh

Di twitter mendapati banyak kritikan dan omelan tentang buruknya pelaksanaan UN SMP 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh akhirnya buka mulut. Beliau berkicau dalam twitternya bahwa peserta yang soal UN Bahasa Indonesia-nya dobel akan di-skor dengan 2 skor—diambil yang menguntungkan siswa, sedangkan peserta UN yang soal nomor 13-nya hilang akan menjadi bonus. Bonus? Di soal ujian NASIONAL ada bonus? Saya hanya bisa tertawa. Miris.

mnuh2

Selain itu, sebelumnya M. Nuh juga telah berkicau tentang tuduhan plagiarisme soal UN matematika SMP 2014 dengan soal PISA 2012. Awalnya, ketika saya tahu soal UN matematika ini ternyata hasil plagiat soal PISA, saya sempat mention twitter Mendikbud dan mengutarakan kekesalan saya. Bagaimana bisa Kemdikbud plagiat soal? Mau jadi apa bangsa ini kalau soal UN-nya saja plagiat? Tapi setelah membaca twit M. Nuh di atas, saya merasa sedikit lega. Meski demikian saya masih sedikit kesal, karena seharusnya soal berstandar internasional tidak ada di UN. Katanya soal internasional dimunculkan supaya peserta UN tidak manja atas usul Mendikbud. Tapi justru bikin stres. Bahkan sampai ada siswi di Tabanan, Bali, yang bunuh diri sehabis mengerjakan UN matematika. Ironis, bukan? Tapi, yah, semuanya sudah berlalu. Harapannya ke depan semoga tahun depan UN tidak lagi seperti ini. Semoga ada semakin banyak perbaikan untuk pelaksanaan UN tahun depan.

Advertisements

DO COMMENT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: