Monthly Archives: April 2014

Mahabharat Star Plus 2013

mahabharata

Mahabharata tayang perdana di ANTV pada tanggal 17 Maret 2014. Mahabharata yang ditayangkan ANTV adalah drama epik yang diproduksi oleh stasiun TV India, Starplus. Applause buat ANTV atas keberaniannya dalam memberi suasana baru dalam dunia pertelevisian dengan menayangkan drama epik Mahabharata. Sejauh ini, sinema Mahabharata fantastis, tapi ada beberapa kekurangannya. Berikut review saya tentang Mahabharata Starplus 2013 ini, meliputi beberapa aspek:

1. Dialog

Kresna, duta Pandawa.

Kresna, duta Pandawa.

Dialog yang diucapkan para tokoh di Mahabharata Starplus 2013 ini sangat sangat sangat berat dan sangat sangat sulit dipahami. Pada umumnya di setiap episode, Kresna sebagai narator selalu muncul dan memberikan semacam ‘wejangan’ tentang nilai-nilai kehidupan berdasarkan peristiwa yang terjadi kepada penonton. Misalnya, di cerita sebelumnya Satyawati menyesal karena ia terlalu egois menginginkan keturunannya sebagai penerus tahta Hastinapura, lalu pada adegan selanjutnya Kresna memberikan wejangan tentang bagaimana, mengapa seseorang bisa menjadi egois dan bagaimana cara menghilangkan sifat egois atau semacamnya—yang berhubungan dengan masalah yang dialami Satyawati kepada penonton. Tapi jujur, saya sama sekali tidak mengerti apa yang Kresna bicarakan di sesi ‘ceramah’ ini. Terlalu banyak majas/perumpamaan dan kata-kata yang sulit dipahami, kadang saya ngerasa kalau apa yang Kresna katakan itu tidak nyambung dengan masalah yang dibicarakan. Dialog-dialog yang diucapkan lelakon di Mahabharata Starplus 2013 ini tampaknya terlalu melankolis dan dramatis, sehingga membuat para penonton kesulitan memahami dialog yang dibicarakan oleh tokoh-tokoh di Mahabharata Starplus 2013.

2. Make Up

Aksesoris Drupadi yang berlebihan.

Aksesoris Drupadi yang berlebihan.

Kadang justru lebay-nya make up para aktor Mahabharata Starplus 2013 ini bikin semakin ‘cling’ dan ‘wow’.  Tapi ada beberapa sih yang terlalu lebay.  By the way, para make up artist di Mahabharata Starplus 2013 ini sangat berhasil bikin wajah Sangkuni beda 180 derajat dengan wajah asli aktor pemeran Sangkuni, Praneet Bhatt.

Kiri: Sangkuni, kanan: Praneet Bhatt (aktor pemeran Sangkuni)

Kiri: Sangkuni, kanan: Praneet Bhatt (aktor pemeran Sangkuni)

Jujur saya nggak percaya kalo Praneet Bhatt ini yang main jadi Sangkuni. Ganteng amat! Saya sampe mikir ini manusia atau malaikat saking gantengnya, tapi saya kecewaaa kenapa dia yang main jadi Sangkuni? Dia terlalu tampan! Ngomong-ngomong tentang Drupadi dan make up-nya, denger-denger katanya Pooja Sharma, yang main jadi Drupadi di Mahabharata Starplus ini butuh waktu dandan sampai 3 jam buat meranin Drupadi! Astaga… Nggak kurang lama yah? Hehehe… Pooja Sharma sendiri pernah bilang kalo meranin Drupadi ini susah banget soalnya pakaian dan aksesoris yang dipakai Drupadi sangat berat—beratnya aja mencapai 25 kg, jadi buat jalan aja susah banget.

3. Efek Visual

Look!

Look the visual effect!

Saya tidak tahu banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan visual effect. Menurut saya sih visual effect di Mahabharata Starplus ini bagus banget tapi memang masih payah di beberapa bagian. Ada sebagian efek yang terlihat real, tapi ada juga yang kelihatan murahan. Saya nggak bisa ngomong banyak lah kalo tentang ini, penonton pasti bisa menilai sendiri kok. Sebenarnya saya mikirnya efek visual Mahabharata Starplus ini pasti lebih bagus dari Star Wars atau Avatar karena katanya pembuatan sinema ini menghabiskan dana 17 juta dolar—sudah pasti visual effectnya keren sekali kalau budgetnya sebanyak itu. Tapi ternyata… ah sudahlah. Hihii.

fireflies

arjun

vearrow

4.  Cerita

Banyak banget cerita asli Mahabharata  yang diubah dan dihilangkan di Mahabharata Starplus 2013 ini. Berikut ini sebagian kecil cerita-cerita yang diubah dan dihilangkan di Mahabharata Starplus:

a.  Di Mahabharata Starplus, Pandu menikahi Madri setelah Pandu memenangkan perang untuk melindungi kerajaan Madra. Raja Madra memberikan putrinya, Madri, untuk Pandu sebagai hadiah atas kemenangannya dalam perang. Namun di cerita aslinya, Pandu menikahi Madri setelah Pandu berduel dengan Salya, kakak Madri. Ketika Pandu dalam perjalanan pulang setelah mengikuti sayembara memperebutkan Kunti di kerajaan Kuntiboja, Salya yang saat itu datang terlambat dalam sayembara memperebutkan Kunti tiba-tiba muncul dan menantang Pandu berduel. Salya akan mempertaruhkan adiknya, Madri, jika dia kalah duel melawan Pandu. Namun jika Pandu kalah, maka Pandu harus menyerahkan Kunti kepada Salya. Pandu menerima tantangan Salya. Salya lalu kalah dalam duel tersebut dan Madri jatuh ke tangan Pandu.

pm

b. Di cerita asli Mahabharata, Dretarastra terlahir buta karena pada saat upacara niyoga,  ibu Dretarastra, Ambika menutup matanya. Ambalika menutup matanya karena takut melihat wajah Resi Byasa (yang membantu proses upacara niyoga) yang luar biasa sangar dan menakutkan. Namun di Mahabharata Starplus 2013 tidak dijelaskan mengapa Dretarastra terlahir buta.

dre

Dretarastra

c. Kematian Madri di cerita asli Mahabharata adalah karena Madri melemparkan diri ke dalam api pembakaran mayat suaminya, Pandu. Namun, di versi Mahabharata Starplus, Madri yang merasa bertanggung jawab atas kematian suaminya tiba-tiba pingsan dan arwahnya keluar dari jasadnya.

Kematian Madri

d. Pada episode masa pengasingan Pandawa di hutan, cerita kala Arjuna dikutuk Dewi Urwasi menjadi banci dihilangkan dari Mahabharata Starplus dan cerita pertemuan Bima dengan Hanuman diubah sehingga berbeda dari cerita aslinya. Diceritakan pada Mahabharata Starplus 2013 Bima bertapa di hutan dan membawa banyak laddoo (sejenis kue asal India) untuk dikirimkan kepada Hanuman. Bima berharap Hanuman datang untuk menemui Bima karena Bima menginginkan restu dari Hanuman dalam menghadapi perang Mahabharata. Hanuman lalu muncul dalam bentuk kera liar yang melahap semua laddoo yang dibawa Bima. Bima marah dan ingin membunuh kera jelmaan Hanuman itu karena Bima tidak tahu bahwa kera itu sebenarnya adalah Hanuman. Hanuman lalu muncul setelah Bima akan memukul kera jelmaan Hanuman dengan gada-nya dan memberi Bima restu untuk menghadapi perang Mahabharata. Di cerita aslinya, Bima bertemu Hanuman setelah Bima menemukan bunga saugandhika untuk diberikan kepada Drupadi.

Hanuman memegang kue laddoo.

Hanuman memegang kue laddoo.

Banyaknya cerita yang diubah dan dihilangkan dalam sinema Mahabharata Starplus ini menjadi nilai minus bagi Mahabharata Starplus 2013 dan sangat membuat para fan fanatik Mahabharata yang mengetahui cerita Mahabharata hingga se-detil-detilnya seperti saya merasa tidak nyaman. Selain itu terkadang alur cerita Mahabharata Starplus ini terlalu cepat, jadi penonton tidak bisa menikmati dan meresapi cerita yang ditayangkan. Tapi terlepas dari semua kekurangannya, saya tetap suka nonton sinema ini, karena lumayan mengobati kehausan saya akan tayangan-tayangan bermutu di televisi. Kebetulan saya juga sangat suka cerita wayang meskipun cerita Mahabharata versi wayang dan Mahabharata versi India berbeda. Pokoknya big thanks deh buat ANTV yang udah nayangin Mahabharata Starplus di Indonesia!

Shreya Ghoshal & Lata Mangeshkar

latashreya

Kanan: Lata Mangeshkar, kiri: Shreya Ghoshal

Di antara sekian banyak playback singer tersohor asal India, saya hanya kenal Lata Mangeshkar dan Shreya Ghoshal. Kalau saya disuruh mencari tahu nama-nama playback singer lain asal India selain mereka, saya akan tidak sanggup melakukannya.  Lata dan Shreya adalah orang-orang yang sangat menginspirasi saya. Saya suka mendengarkan nyanyian mereka di film-film Bollywood seperti Kabhi Khushi Khabie Gham, Veer-Zaara, Devdas, Rab Ne Bana Di Jodi, dsb. Dan suara mereka ini pas sekali nempel di telinga saya. Terutama suara Eyang Lata Mangeshkar yang meskipun sudah berusia kepala delapan namun masih sangat merdu. Ngomong-ngomong ternyata Eyang Lata ini dulu pernah lho duet sama Rhoma Irama. Eyang Lata berduet dengan Rhoma menyanyikan lagu berbahasa Indonesia. Eyang juga sempat merekam solo lagu dangdut berbahasa Indonesia berjudul ‘Sekuntum Mawar Merah’. Berikut ini adalah sedikit biografi Lata Mangeshkar.

Lata Mangeshkar lahir pada tanggal 28 September 1929 di India. Dia adalah salah satu playback singer asal India yang paling terkenal. Lata memulai karir bermusiknya pada tahun 1942 dan hingga saat ini dia telah merekam ribuan lagu berbahasa Hindi. Lata memiliki 4 adik yang semuanya juga berprofesi sebagai playback singer, yaitu Asha Bhosle, Hridaynath Mangeshkar, Usha Mangeshkar, dan Meena Mangeshkar. Lata Mangeshkar adalah penyanyi dibalik soundtrack film Veer-Zaara, Tere Liye dan soundtrack film Kabhi Khushi Khabie Gham, juga lagu Humko Humise Chura Lo di film Mohabbatein.

Lata Mangeshkar (84)

Lata Mangeshkar (84)

Di bawah ini adalah lagu Kabhi Khushi Khabhie Gham yang dinyanyikan oleh Lata Mangeshkar.

Sebenarnya sometimes saya kalo dengerin suaranya Eyang Lata ini suka ngerasa geli-geli gimana gitu, hehe, tapi anehnya suara Eyang ini selalu berhasil nempel di telinga saya. Suara Eyang Lata ini sangat unik, mendengar suara Eyang saja kita sudah bisa menebak kalau itu suara Eyang.

Lain Eyang Lata, lain Tante Shreya. Tante Shreya Ghoshal ini suaranya lebih melengking daripada Eyang Lata Mangeshkar. Saya langsung ngefans kepada Tante sejak saya mendengarkan lagu Tujh Mein Rab Dikhta Hai, lagu soundtrack film Rab Ne Bana Di Jodi yang dialunkan oleh Tante Shreya. Ini dia lagunya yang versi live, monggo di-play.

Shreya Ghoshal lahir di sebuah keluarga brahmana (pendeta dalam agama Hindu) pada tanggal 12 Maret 1984 di Bengal Barat.  Dia memulai karir bermusiknya setelah ia memenangkan sebuah kontes musik di TV India. Lagu soundtrack pertama yang ia nyanyikan adalah lagu soundtrack film Devdas yang membawanya menang dalam Filmfare Awards kategori playback singer terbaik.  Shreya juga menjadi juri di Indian Idol Junior. Atas dedikasi tingginya terhadap musik, Shreya mendapatkan penghargaan dari gubernur Ohio, Ted Strickland berupa deklarasi bahwa setiap tanggal 26 Juni dirayakan ‘Hari Shreya Ghoshal’.

shreya

She’s really pretty 🙂

Saya sejujurnya kurang tahu tentang apa yang akan saya tulis mengenai Tante Shreya karena saya baru kenal dengan tante cantik ini beberapa hari lalu. Tapi yang jelas buat saya Tante Shreya luar biasa. Suaranya keren dan melengking, juga unik banget. Selain itu dia juga cantik. Saya baru tahu kalau tante ini adalah wanita yang menyanyikan lagu Tujh Mein Rab Dikhta Hai, soundtrack film Rab Ne Bana Di Jodi setelah saya menonton penampilannya di panggung Indian Idol Junior menyanyikan lagu Tujh Mein Rabh Dikhta Hai.  Saya kenal dengan Tante Shreya baru beberapa hari ini sementara saya sudah kenal dengan Lata Mangeshkar selama berbulan-bulan, jadinya saya lebih tahu banyak tentang Lata daripada Shreya, But I love them both! Sama-sama memiliki suara unik dan merdu, tanpa lagu-lagu yang mereka berdua alunkan (terutama tanpa lagu yang dinyanyikan Eyang Lata) pasti film-film Bollywood menjadi datar dan tidak bernyawa. I respect them all!

Kebiasaan Pamer di Dunia Maya

Sumber: vemale.com

Sumber: vemale.com

Kebiasaan pamer akhir-akhir ini nge-tren di dunia maya. Bukan akhir-akhir ini sih, tapi sudah lama sekali jadi tren di dunia maya. Entah siapa yang memulai kebiasaan ‘menjijikkan’ ini, tapi anehnya banyak juga yang mengikuti kebiasaan ini. Mulai dari pamer uang, pamer mobil mewah, pamer makanan enak, yang paling ekstrim pamer tangan yang disilet-silet sampe berdarah, sampe pamer bunuh diri.

Siap-siap... Loncat! Sumber: vemale.com

Siap-siap… Loncat! Sumber: vemale.com

Sumber: google.com

Sumber: google.com

makan

Sumber: viva.co.id

Jadi, misalnya kalau ingin pamer foto makanan, sebelum makan, makanannya difoto dulu, terus diupload ke Instagram. Setelahnya makanannya dimakan, tapi sebelumnya tidak mengucapkan doa sebelum makan. Seingat saya, sewaktu TK dulu, kita pasti sudah diajari cara membaca doa sebelum makan. Tapi, sekarang? Saya rasa hampir sebagian orang sudah lupa bagaimana caranya mengucapkan doa sebelum makan karena lebih suka memotret makanannya dulu daripada berdoa sebelum makan. Lagipula, ternyata, pamer makanan di internet itu bisa jadi tanda gangguan mental (baca di sini). Ayolah, be smart, everybody… Pamer itu enggak ada gunanya. Enggak gaul sama sekali. Yang ada malah menimbun dosa.

Tahukah Anda siapa pemilik tas ini? Sumber: wowkeren.com

Tahukah Anda siapa pemilik tas ini? Sumber: wowkeren.com

Jadi orang jangan gampang ikut-ikutan. Ketika kita melihat seseorang berlaku pamer dan orang-orang menganggap hal itu keren, kita tidak boleh ikut-ikutan karena itu hal yang buruk. Masih ada hal positif lain yang masih bisa Anda lakukan. Berkarya misalnya. Lagipula apa yang ada di dunia ini tidak akan abadi. Lebih baik kita mengisi hidup kita dengan hal-hal yang positif. Cheers!

Sebuah Penyesalan

m

Saya memutuskan untuk keluar dari dunia logika setelah saya mengetahui bahwa nilai-nilai pelajaran di sekolah tidak mempengaruhi kesuksesan di masa depan. Tetapi sekarang saya justru menyesali keputusan itu. Semua itu berawal ketika dua teman saya, M dan G, masuk ke dalam daftar anak-anak yang diramalkan akan meraih danem tertinggi se-kabupaten Malang di SMPN 4. Saya tidak terkejut, tapi sedikit kecewa. M dan G adalah teman-teman masa SD saya. Mereka berdua adalah anak-anak yang baik. Kami bertiga setelah lulus SD lalu bersekolah di SMPN 4 bersama-sama. SMPN 4 adalah SMP terfavorit se-kabupaten Malang. Saya, M, dan G adalah anak-anak yang pintar dari SD kami (SD kami adalah SD yang sangat biasa-biasa saja) sehingga  kami alhamdulillah bisa masuk SMPN 4 dengan mudah. Danem SD saya dan M sama, yaitu 28,35. Sedangkan danem SD G lebih tinggi dari M dan saya. Saya jujur merasa iri ketika kedua teman saya ini berhasil masuk daftar anak-anak yang diramalkan akan meraih danem tertinggi se-kabupaten Malang di SMPN 4. Kenapa? Karena saya merasa saya juga mampu masuk di dalam daftar itu. Semua orang memiliki potensi dan peluang yang sama. Tetapi mengapa? Mengapa saya tidak masuk daftar itu?

Banyak contoh tokoh dunia yang sukses tanpa mengandalkan gelar sarjana atau semacamnya. Saya membaca banyak artikel mengenai manusia yang sukses tanpa belajar ilmu pasti dan saya merasa saya juga bisa menjadi seperti mereka. Tapi saya salah. Saya bermimpi menjadi seorang penulis. Dan, seorang penulis tidak perlu belajar ilmu pasti. Tetapi, jika suatu hari saya gagal menjadi penulis lalu pengetahuan saya tentang ilmu pasti nol besar, mau jadi apa saya? Saya tidak mau hanya menjadi sampah masyarakat. Saya menyadari bahwa saya terlambat menyadari bahwa saya telah menjatuhkan pilihan yang salah, dan saya telah terlanjur membutakan diri akan buku-buku pelajaran dan menutup telinga akan apa yang guru-guru ajarkan di sekolah, sehingga nilai-nilai try out saya semuanya buruk—buruk sekali. Tapi tidak ada waktu untuk menyesali semua yang sudah berlalu. Semoga saya tidak melakukan kesalahan yang sama ini untuk kedua kalinya. Sekarang saya hanya bisa mendoakan agar teman-teman saya, M dan G bisa tembus juara danem se-kabupaten Malang, atau kalau bisa juara danem se-provinsi Jawa Timur. Aamiin, aamiin, aamiin 🙂