Monthly Archives: March 2014

Sekolah Impian

Green School Bali, sekolah impian saya.

green

Aaah… Habis lulus SMP pengen aah sekolah di situ. Tapi sayangnya biaya sekolah ini mahal banget. Hiks. Saya membayangkan reaksi ibu saya ketika saya bilang ingin mendaftar sekolah di tempat ini.

Saya: “Bu, saya mau sekolah di Green School.”

Ibu: “Green School, dimana itu?”

Saya: “Di Bali, Bu…”

Ibu: “Biaya masuknya berapa, Nak?”

Saya: “Biaya pendaftarannya kurang lebih 1000 dolar, Bu…”

Ibu: *pingsan dengan mulut berbusa*

Green School adalah sekolah yang didirikan pada tahun 2008 oleh John Hardy, seorang Kanada yang lama menetap di Bali. Di sekolah ini sebagian besar murid dan gurunya bule. Murid-murid Indonesia di sekolah ini hanya sedikit dan sebagian besar murid Indonesia yang menuntut ilmu di sekolah ini adalah anak-anak Bali yang mendapatkan beasiswa. Aneh memang, sekolah ini didirikan di Bali, Indonesia tapi sebagian besar muridnya malah orang bule. Alasan mengapa sekolah ini hanya memiliki sedikit siswa Indonesia adalah karena biaya masuk sekolah ini sangatlah mahal. Tapi sekolah ini memang kualitasnya tidak bisa diragukan lagi. Sekolah ini menetapkan praktik pembelajaran yang sebagian besar dilakukan di alam.

Alasan saya pengen masuk sekolah ini adalah karena saya sudah bosan sekolah di sekolah negeri. Saya enggak tahu sih apakah Green School bisa disebut sekolah swasta atau tidak, tapi entahlah, saya rasa akhir-akhir ini saya berhasrat sekali untuk sekolah di sekolah swasta. Masalahnya sekolah di sekolah swasta itu mahal banget dan nantinya kalau sudah lulus sekolah swasta jadinya susah dapat PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Nah, kalau susah dapat PTN nantinya juga susah dapat pekerjaan. God, saya harus gimana. Mungkin saya tidak akan pernah sekolah di Green School. Perjalanan saya mungkin akan berlanjut di sekolah negeri. Selamat tinggal Green School… Hiks.

Advertisements

Visual Stress

Visual stress adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan dalam membaca sesuatu yang dicetak dengan kertas berwarna putih atau warna-warna terang. Visual stress juga sering disebut dengan sindrom sensitifitas skotopik atau asfedia.

12

Berikut ini adalah ciri-ciri penderita visual stress:

1) Mengalami sakit kepala ketika membaca.

2) Kehilangan baris bacaan berulang-ulang ketika membaca.

3) Teks yang ada di buku/kertas sering bergerak-gerak (bergoyang-goyang, naik-turun).

4) Sering mengalami nyeri dan sakit di daerah sekitar mata ketika membaca.

Penderita visual stress dianjurkan menggunakan Irlen Special Filters.

13

Irlen spectral filters adalah kacamata yang memungkinkan penggunanya untuk mengubah warna kertas yang dibaca pengguna menjadi lebih gelap sehingga mampu menghilangkan gangguan membaca pada penderita asfedia secara temporer.