Manga, Berbahaya Atau Mendidik?

Sejak kecil saya suka baca manga alias komik Jepang. Kebetulan kakak perempuan saya adalah otaku alias penggemar berat manga, jadi saya suka meminjam dan membaca koleksi manga kakak saya. Dari sekian manga yang saya baca, manga favorit saya adalah Naruto, Detective Conan, Doraemon, dan Slam Dunk. Nah, suatu hari saya meminjam komik Shinchan milik teman saya yang ada label ‘rated 15+’-nya. Saat itu saya masih kelas 1 SMP. Tetapi saya tetap membaca komik itu karena penasaran kenapa komik itu dilabeli rated 15+. Akhirnya saya mengetahui kenapa komik itu dilabeli rated 15+, karena di dalam komik itu ada banyak gambar yang menunjukkan adegan tidak senonoh. Misalnya ketika ada adegan ayah dan ibu Shinchan yang akan melakukan (maaf) senggama dan bersembunyi di balik selimut ketika melihat Shinchan terbangun karena pada saat itu mereka sama sekali tidak memakai pakaian. Keesokan harinya saya memarahi teman saya yang memiliki komik Shinchan itu, saya menegurnya kenapa dia membeli komik itu padahal sudah jelas di komik itu tertera label ‘rated 15+’. Teman saya itu hanya nyengir sambil cekikikan. Saya heran bagaimana bisa teman saya itu mendapatkan komik Shinchan berlabel rated 15+ yang seharusnya tidak boleh dibeli anak-anak berusia 15 tahun kebawah.

abcd

Crayon Shinchan tampaknya memang bukan manga yang berbahaya namun diam-diam—saya rasa bukan  diam-diam lagi tapi secara buka-bukaan—menyelipkan unsur pornografi. Meskipun ada banyak komik Crayon Shinchan yang tidak dilabeli ‘rated 15+’, tapi tetap saja semua komik Shinchan itu porno karena tokoh utama komik itu sendiri, yaitu Shinchan, adalah bocah TK yang mesum dan suka gadis-gadis sexy, padahal rata-rata pembaca komik Crayon Shinchan adalah anak-anak yang masih dibawah umur. Selain komik Shinchan, masih banyak manga Jepang lainnya yang mengandung unsur pornografi, seperti Naruto, Bleach, One Piece, dsb. Namun, tidak hanya gambar-gambar cabul atau gambar tokoh-tokoh wanita berpakaian sexy saja yang diselipkan manga-manga Jepang. Saya juga menemukan banyak propaganda illuminati pada manga-manga seperti Naruto, Yu-Gi-Oh!, dan Kuroshitsuji. Pada manga-manga tersebut ditemukan banyak tanda mata satu, segitiga, simbol 666, pentagram, dan sebagainya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa illuminati adalah organisasi rahasia yang memiliki visi merusak moral umat manusia. Hal ini tentu akan membawa dampak buruk, terutama bagi generasi muda yang gemar membaca manga—seperti saya.

Ciel's eye on Kuroshitsuji

Ciel’s eye on Kuroshitsuji

Tetapi sebenarnya jika ditinjau lagi tidak semua manga Jepang itu berbahaya. Beberapa manga seperti Doraemon, Slam Dunk, Chibi Maruko Chan, dan Hai Miiko! dapat dikategorikan sebagai manga yang tidak berbahaya. Tetapi di sini saya akan mengakui satu hal yang tampaknya tidak sinkron dengan gagasan utama paragraf ini, yaitu meskipun saya pribadi meskipun tahu kalau manga Naruto bukan manga yang baik tapi saya masih suka baca Naruto, hihi. Kenapa? Karena saya suka banget ceritanya. Manga Naruto mengajarkan agar kita pantang menyerah dalam menghadapi situasi yang sulit dan selalu bekerja keras. Tapi saya selalu berusaha berhati-hati ketika membaca komik Naruto. Saya mengikuti prinsip jika saya melihat sesuatu yang baik namun tidak begitu baik, saya akan mengambil sisi baiknya dan membuang sisi buruknya. Books belong to their readers.  Setiap buku adalah milik pembacanya. Jika seorang pembaca buku bisa mengambil sisi baik dan membuang sisi buruk suatu hal, pembaca buku itu pasti mendapatkan keuntungan dari buku yang dibacanya, begitupula sebaliknya. So… berhati-hatilah dan membaca manga itu boleh, tapi jangan lupa untuk selalu mengambil sisi baik dan membuang sisi buruk yang ada di dalam manga yang kalian baca. What we read is who we are.

Advertisements

2 Comments

  1. Posted December 14, 2015 at 5:36 pm | Permalink | Reply

    Haloo… Aku udah comment dengan nama Jeanne yang anon itu. Bisa tolong dihapus gak? Aku bener2 minta tolong nih… Makasih banyak…

  2. Posted August 31, 2014 at 6:20 pm | Permalink | Reply

    wahh, postingan yang bagus banget! makasih ya! kata-kata terakhir ngenaa banget wkwk.

DO COMMENT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: