Review: Fucking Amal (1998)

49

Sutradara: Lukas Moodysson

Skenario: Lukas Moodysson

Rilis: 23 Oktober 1998

Durasi: 89 menit

Pemeran:

1. Rebecka Liljeberg sebagai Agnes Ahlberg

2. Alexandra Dahlstrom sebagai Elin Olsson

3. Erica Carlson sebagai Jessica Olsson

4. Mathias Rust sebagai Johan Hulth

Iseng-iseng browsing film ‘The Kid’ karya Charlie Chaplin di Google, eh gak sengaja nemu ‘Daftar Film Yang Harus Anda Lihat Di Usia 14 Oleh BFI’, kebetulan film The Kid nyangkut di daftar yang dibuat oleh British Film Institute itu. Namun ada satu judul film yang menarik perhatian saya di dalam daftar itu, yaitu Fucking Amal. Fucking Amal adalah film bertema lesbian pertama di Swedia. Buru-buru saya download film Fucking Amal dari Youtube dan langsung nonton film yang meraih empat penghargaan Guldbagge Awards ini. Film ini bercerita tentang percintaan sesama jenis antara Agnes Ahlberg yang diperankan oleh Rebecka Liljeberg dan Elin Olsson yang diperankan oleh Alexandra Dahlstrom. Agnes, si gadis kuper yang tidak punya teman adalah dyke (lesbian)  yang jatuh cinta pada Elin, gadis ‘genit’ yang cantik dan populer di sekolah. Orangtua Agnes khawatir karena Agnes selalu sendirian dan tidak memiliki teman, maka orangtua Agnes memutuskan untuk membuat sebuah pesta ulang tahun Agnes yang ke-16 supaya Agnes bisa menjadi semakin dekat dengan teman-temannya. Agnes tentu saja tidak senang dengan keputusan orangtuanya, namun apa daya dia harus mau menuruti orangtuanya. Ketika hari-H pesta ulang tahun Agnes, Elin dan kakaknya, Jessica datang ke pesta ulang tahun Agnes, padahal mereka tidak diundang. Jessica lalu menantang Elin untuk mencium Agnes setelah Jessica dan Elin tahu bahwa Agnes adalah lesbian dari diari Agnes. Elin pun mencium Agnes dan Jessica dan Elin segera kabur dari pesta ulang tahun itu. Namun Elin merasa bersalah atas perbuatannya terhadap Agnes dan ingin meminta maaf kepada Agnes. Ia lalu pergi ke rumah Agnes dan meminta maaf kepada Agnes. Agnes dan Elin pun menjadi dekat setelah sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Bagaimanakah kisah selanjutnya?

50

Tentu saja, karena film ini meraih banyak penghargaan dan mendapat banyak kritik positif, film ini pasti sangat bagus dan layak untuk ditonton. Akting Alexandra Dahlstrom dan Rebecka benar-benar berhasil mencuri perhatian saya, they’re so adorable. Sayangnya saya merasa seperti ada adegan-adegan yang dipotong-potong dalam film ini. Film ini menggambarkan kehidupan cinta para remaja yang penuh gejolak dan emosi. Film ini mengandung makna bahwa cinta tidak bisa hanya dilihat dari orientasi seksualnya. Cerita yang tidak biasa, akting Rebecka dan Alexandra yang sangat apik, klimaks yang menegangkan, ending yang manis dan memuaskan, film ini nyaris sempurna.

Advertisements

DO COMMENT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: