Tes Baru Untuk Mendeteksi Kanker Masih Dalam Tahap Riset

Hari ini aku pengen nge-share artikel tentang riset mengembangkan tes baru yang dapat mendeteksi kanker bahkan sebelum kanker itu menunjukkan gejalanya pada penderita. Menurutku kanker itu penyakit yang paling menyebalkan di dunia ini, meskipun sebenarnya di dunia ini juga ada lebih banyak penyakit lain yang lebih menyebalkan. Tapi kemungkinan penderita kanker untuk bisa survive itu sedikit banget. Memang ada orang yang bisa survive dari kanker, tapi ada lebih banyak lagi orang yang gak bisa survive dalam perjuangannya melawan kanker. Sampai pertengahan tahun 2017 ini aja, sudah ada 2 artis Indonesia yang meninggal karena kanker, yaitu Yana Zein yang berjuang melawan kanker payudara dan Julia Perez yang berjuang melawan kanker serviks. Mereka berdua sudah berjuang mati-matian melawan kanker sampai kehabisan banyak uang buat berobat ke luar negeri. Kematian mereka berdua tidak hanya membuat keluarga, sanak-saudara, dan orang-orang terdekat mereka bersedih, tetapi rakyat Indonesia pun ikut berduka. Seperti yang sudah aku tulis di awal-awal, aku mau nulis tentang riset menemukan tes baru yang dapat mendeteksi kanker sebelum penderita kanker tersebut menunjukkan gejala. Emang masih berupa riset sih, tapi melalui artikel ini semoga saja bisa menambah pengetahuan pembaca tentang tes yang digunakan untuk mendeteksi kanker. Artikel ini sebenarnya ditulis oleh blog interestingengineering.com dalam bahasa Inggris dan aku mau nulis versi bahasa Indonesia-nya. Artinya, aku yang nerjemahin artikel blog Interesting Engineering dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. I take full credit for this article, aku cuma pure nerjemahin sesuai versi aku, merangkum, dan menambah informasinya secara akurat. Ada beberapa bagian dari artikel asli yang aku rangkum atau bahkan sama sekali enggak aku sebutin di artikel versi aku. Selain itu, kebetulan di artikel ini akan ada banyak istilah atau kata-kata ilmiah yang mungkin asing didengar, sehingga aku akan menjelaskan arti istilah-istilah itu supaya lebih mudah dipahami oleh pembaca.  Artikel versi bahasa Inggris-nya ada di sini.

Jadi, sekarang para ahli sedang melakukan riset untuk mengembangkan tes baru yang dapat digunakan untuk mendeteksi kanker bahkan sebelum penderita kanker menunjukkan gejalanya. Tes ini dapat menjadi sangat bermanfaat untuk menyelamatkan banyak nyawa. Karena kanker bisa dideteksi dengan lebih dini dan dapat dilakukan penanganan yang lebih intensif untuk mencegah penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain. Pada umumnya, untuk mendeteksi kanker, penderita dapat melakukan tes darah. Semua sel dalam tubuh menghasilkan informasi melalui aliran darah saat melakukan sekresi, yaitu proses dimana sel-sel tubuh atau kelenjar mengeluarkan substansi kimiawi dalam bentuk lendir yang masih dapat digunakan untuk melakukan fungsi organisme atau untuk melakukan ekskresi. Sel kanker juga menghasilkan informasi dan ini dapat digunakan untuk melakukan diagnosis awal penderita kanker. Tes darah untuk menemukan informasi dalam sel ini dikenal dengan sebutan “men-sirkulasi DNA tumor”. Apa bedanya tumor dengan kanker? Tumor adalah sel yang abnormal dan terdiri dari dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak adalah tumor yang tidak dapat menyebar ke jaringan tubuh lain, namun bisa tumbuh membengkak dan biasanya kalau sudah membesar masih bisa diangkat melalui prosedur operasi, sedangkan tumor ganas adalah tumor yang bisa menyebar dan merusak ke jaringan tubuh lain atau biasanya juga disebut kanker. Nah, kanker itu termasuk dalam tumor. Tes darah ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker bahkan bertahun-tahun sebelum kanker menunjukkan gejalanya pada penderita.

blood-test-e1496761958766

Tes darah. Sumber: Wikipedia

Tapi beberapa tipe kanker memang sulit dideteksi di stadium awal karena gejala yang ditunjukkan biasanya terlihat samar dan mirip-mirip dengan gejala dari berbagai jenis penyakit lainnya. Dr Bert Vogelstein, profesor onkologi dari Johns Hopkins School of Medicine mengatakan jika para dokter bisa mendeteksi kanker yang masih terlokalisasi atau sulit dideteksi karena berada dalam lokasi tertentu, maka mereka dapat mengurangi kematian akibat kanker sebanyak 90%.

Tes kanker yang baru ini menggunakan metode yang hampir sama dengan metode tes darah yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya. Dewasa ini, ahli onkologi menggunakan metode ini untuk memilih pengobatan yang cocok untuk orang-orang yang menderita kanker di stadium akhir. Tidak semua penderita kanker bisa diobati dengan jenis pengobatan tertentu, karena itulah ada banyak jenis pengobatan kanker. Informasi yang terdapat dalam sel kanker dapat digunakan untuk mengetahui jenis pengobatan apa yang paling cocok bagi penderita. Para ahli sedang mencoba untuk menjadikan hal tersebut dasar dalam tes baru untuk mendeteksi kanker, melalui riset. Riset ini didukung oleh perusahaan Amerika, Grail. Grail memperoleh dana sebesar 100 juta dolar dari Bill Gates, pendiri Microsoft dan bos Amazon, Jeff Bezos. Perusahaan ini menargetkan tahun 2019 sebagai waktu perilisan tes baru untuk mendeteksi kanker yang masih dalam tahap riset ini.

Diharapkan ke depannya, orang-orang dapat mengikuti tes ini sebagai bagian dari check-up rutin. Apabila hasil tes menunjukkan positif menderita kanker, maka penderita harus segera mendapatkan perawatan. Namun dikhawatirkan bila tes kanker yang dilakukan dapat mengeluarkan hasil yang keliru. Misalnya ada orang yang mengikuti tes kanker dan dia dinyatakan menderita kanker, padahal sebenarnya dia sama sekali tidak menderita kanker. Hasil tes kanker yang salah ini bisa diperoleh orang yang secara natural memiliki mutasi gen kanker dalam darahnya namun sebenarnya ia tidak menderita kanker.

First Post in 2017

19055267_871988229623657_6469446374411886453_o[1]

Kita gak bisa nebak masa depan. Tapi sesusah apapun hidup, kita tetap harus berjuang…

Hai! Jadi ini postingan pertamaku di blog untuk tahun 2017 setelah hiatus entah berapa lama. Alasanku untuk hiatus waktu yang cukup lama adalah karena aku sedang sibuk sekolah. Nilaiku sempat jelek banget karena terlalu sibuk ngeblog, yaudah akhirnya aku stop ngeblog dulu buat fokus belajar. Tahun ini aku udah lulus SMA dengan nilai yang lumayan lah. Dan hari ini, 13 Juni 2017 adalah hari pengumuman SBMPTN. Setelah berjuang menghadapi server web SBMPTN yang sempat macet, akhirnya aku bisa ngeliat di web SBMPTN kalo aku ketrima di prodi pilihan ketiga, tapi kayaknya nggak aku ambil. Soalnya aku gak begitu sreg kalo disuruh masuk di jurusan ini. Aku sebelumnya sudah ketrima di D4 Teknik Informatika di suatu politeknik negeri dan mungkin itu yang mau aku ambil. Dari dulu aku tuh udah ngebet banget masuk teknik karena bapak juga seorang insinyur. Menurutku jadi insinyur itu keren banget, dan aku nulis FTSL ITB di pilihan pertama dan teknik sipil UB di pilihan kedua waktu daftar SBMPTN tapi kayaknya otakku gak begitu memadai buat bisa masuk teknik sipil jadi aku akhirnya dapet pilihan ketiga. Sebenarnya sedih juga sih, karena sebelumnya udah keseringan bayangin kalo nantinya hidup di Asrama Bumi Ganesha tuh gimana, keseharian sebagai mahasiswi ITB, dan sebagainya. Tapi sayangnya impian itu gak bisa jadi kenyataan. Sebenarnya dilema juga sih, enaknya aku kuliah di politeknik selama 1 tahun sambil nunggu SBMPTN tahun depan apa tetep kuliah aja di politeknik selama 4 tahun sampe lulus. Kalo misal aku ketrima SBMPTN tahun depan dan politekniknya aku lepas, kasian ortu yang udah ngabisin banyak uang buat aku daftar kuliah. Tapi sebenarnya dari dulu aku pengen pengen pengen pengeeeeen banget bisa masuk ITB.

Aku belajar mati-matian selama SMA kelas 12 sampe gak tidur tiap malem tuh karena saking pengennya masuk ITB. Sampe akhirnya aku bisa dapet rank 2 paralel satu sekolahan waktu pengumuman UNBK tuh karena mimpi lamaku akan ITB yang sulit memudar. ITB bikin aku semangat banget belajar. Tapi sayang sih nilai UN matematikaku dapat jelek :’) Sejak dulu aku emang gak pernah pinter MTK. Aku paling gak bisa integral, diferensial, dan trigonometri yang rumusnya luar biasa banyak sampe gak muat di otakku. Mungkin aku gak cocok masuk teknik, tapi aku mau kerja keras meskipun gak pinter :’) Aku mau belajar matematika dari awal banget sampe bisa. Aku pengen jadi mahasiswi teknik sipil tapi apa daya. Tapi ya udahlah. Sebenernya aku mau ada rencana beli voucher Zenius buat ngejar SBMPTN tahun depan sambil tetep kuliah di politeknik. Tapi kayaknya itu mustahil untuk dilakukan. Dulu aku ingat, aku pernah daftar di sebuah SMA favorit di daerah tempat aku tinggal. Tapi aku gak ketrima dan mantanku ketrima :’) Terus tahun ini juga sama, aku dan mantanku sama-sama daftar ITB tapi aku gak ketrima dan dia ketrima :’) Apa Tuhan sebegitu cemburunya ketika melihatku masih kangen sama mantanku sampe masalah sekolah dan kuliah pun kita harus terpisahkan untuk selamanya :’) Atau mungkin aku emang bodoh banget sampe gak bisa ketrima di ITB :’) Mungkin aku suka terlalu terobsesi sama mantan makanya Tuhan cemburu. Beberapa jenis mantan emang susah dilupakan, tapi Tuhan jelas jauh lebih penting daripada mantan. Sebenernya aku udah gak suka lagi sih sama mantanku, tapi kadang aku masih pengen ngejar kepinterannya dia yang emang dari kecil udah pinter. Dia sering kujadiin motivasi biar semangat belajar karena dia pinter banget dan aku pengen banget bisa lebih pinter dari dia. Kadang aku mikir, aku pengen kuliah ke ITB tuh karena emang pengen kuliah ke sana atau cuma pengen ngejar mantan yang udah pasti ketrima di sana. Tapi ternyata nyari jawaban dari pertanyaan itu sulit juga. Harusnya jawabannya ada dalam diri aku sendiri, tapi nyarinya ternyata cukup susah.

Aku belajar banyak hal tentang mencintai diri sendiri selama hiatus ini. Mungkin gak seharusnya aku punya pacar setidaknya sampe lulus kuliah meskipun ibu mewanti-wanti agar aku langsung nikah setelah lulus kuliah. Tapi aku bener-bener gak cocok buat pacaran. Hahaha, kenapa tadi awalnya ngomongin SBMPTN sekarang malah ngomongin masalah mantan dan pacaran ya? Yaudah, aku pengen ngomongin hal lain aja. Jadi karena setelah ini aku akan kuliah di politeknik, aku khawatir sama schedule-nya yang padat banget dan aku kebetulan orang yang gampang capek. Katanya kuliah di politeknik tuh kayak sekolah dan ada kelas-kelasnya. Berangkat pagi jam 7, pulangnya sore kayak anak SMA. Jadwal kuliah full dari Senin-Jum’at. Apalagi rencananya aku juga mau ikut organisasi karena khawatir kalo gak ikut organisasi nantinya gak ada yang bisa ditulis di CV buat ngelamar kerja. Sebenarnya aku tuh gak suka keramaian. Jatohnya setengah hati juga ‘kan kalo mau ikut organisasi yang udah jelas rame karena banyak anggotanya. Dan kalo ikut rapat-rapat organisasi tuh aku suka capek. Tapi bapak bilang kalo emang serius pengen kuliah teknik harus mau ngorbanin waktu. Ya udah. Sebenernya aku seneng aja sih dikelilingin cowok-cowok di fakultas teknik daripada punya temen cewek karena jujur, aku suka gak nyambung kalo ngobrol sama cewek meskipun aku sendiri cewek. Aneh ya? Hehehehe. Moga-moga aja sih di politeknik nanti sesuai ekspektasi dan cowok-cowoknya baik-baik meskipun nantinya pasti dekil-dekil karena namanya juga fakultas teknik. Tapi jujur aku lebih suka cowok yang dekil tapi rajin kerja daripada cowok yang wangi dan pake pomade. Mereka keliatan lebih real aja sebagai cowok daripada yang pake pomade. Menurutku cowok yang pake pomade itu genit banget karena suka berdandan biar keliatan ganteng. Nah lho ngomongin cowok lagi ‘kan hahahaha. Yah semoga saja aku kuat dan survive waktu kuliah nanti. Aku juga bakalan ngekos, jadi nantinya bakal ngurus semuanya sendiri. Keliatannya berat sih karena harus jauh dari ortu, tapi harus dijalani karena dulu ortu dan kakakku waktu kuliah juga pernah ngekos. Yah harapannya bisa enjoy lah.

Bapak dan ibu sempet nangis denger aku lolos SBMPTN dan SB-UMPN. Padahal aku yang tahu pengumuman SBMPTN dan SB-UMPN lebih dulu aja gak nangis dan biasa aja. Tapi mereka berdua nangis waktu kubilangin kalo aku lolos dan aku langsung nangis di kamar mandi setelah ngeliat mereka nangis karena gak mau mereka tahu kalo aku sedih. Bapak dan ibu nangisnya bahagia karena pada akhirnya aku dapat kuliah setelah ditolak SNMPTN, sipenmaru Poltekkes, dan SPAN-PTKIN, tapi aku ngerasa aneh aja kenapa mereka berdua sampe bisa nangis padahal aku cuma dapat pilihan ketiga dan politeknik, bukannya ITB atau UB. Temen-temenku ada yang diterima di kedokteran, STAN, STIS, dkk. Aku cuma dapat politeknik dan pilihan ketiga, tapi mereka berdua sampe nangis kayak gitu. Aku jadi sedih banget sumpah dan ngerasa kasian sama mereka. Sebenernya gak ada hal yang bisa dibanggain dari aku buat ortuku, aku lebih sering nyusahin mereka dan aku suka ngehambur-hamburin uang mereka buat les dsb ketika uang itu seharusnya dibuat nabung, ngebangun usaha di masa depan dll dan kadang aku pengen mereka bisa ngepamerin prestasi anaknya ke orang-orang tapi aku gak punya prestasi apa-apa. Bapak dan ibu tuh emang orang-orang yang baik dan jelas mereka diciptakan untuk satu sama lain, tapi entah kenapa kok anaknya kayak gini.

Sumpah pengen nangis kalo udah ngomongin bapak dan ibu. Aku cuma ngerasa kurang aja, masih belum bisa ngebanggain mereka. Seandainya aku ketrima ITB, mereka pasti bangga, tapi aku belajar SBMPTN aja gak total karena masih suka bosen ngeliat materi SBMPTN yang susah-susah. Kukira dengan ngerjain 96 soal dari total 150 soal SBMPTN itu udah cukup buat nembus FTSL, ternyata hidup gak segampang itu. Emang waktu itu aku sombong banget sih. Kalo boleh jujur kalo dibandingin sama camaba-camaba ITB lainnya, usahaku tuh masih kurang banget. Aku cuma punya waktu 2 minggu buat belajar SBMPTN dan selama 2 minggu itu waktu yang kugunain buat bener-bener belajar SBMPTN cuma selama 5 hari karena aku terkena banyak godaan buat nonton boyband Korea di YouTube terutama BTS. Di satu sisi masih pengen ikut SBMPTN tahun depan, tapi di sisi lain aku gak pengen ngorbanin duitnya bapak Rp. 20jt yang udah dipake ngebayar UKT semester 1 & 2 di politeknik kalo misal aku ketrima SBMPTN tahun depan. Tapi di sisi yang lainnya lagi kalo misal aku ketrima ITB, sudah jelas bakal ketemu mantan. Dan Tuhan sepertinya gak suka banget kalo aku ketemu lagi sama mantan. Mungkin emang rejekiku gak ada di ITB. Mungkin aku harus mengubur impianku buat bisa kuliah di ITB. Tuhan bisa saja punya rencana yang lebih baik. Tapi tetep saja aku suka sama semua rencana-Nya Tuhan. Semua rencana-Nya Tuhan itu indah dan Dia lebih tahu apa yang terbaik buat aku. Jadi aku tetep mencoba bersyukur dan gak menyesali apa yang udah terjadi. Aku pengen belajar lebih giat lagi. Aku pengen banget mencoba untuk stop memakai smartphone meskipun kayaknya itu mustahil banget karena aku udah masuk taraf kecanduan gadget, yaah stop main gadget sih supaya bisa fokus belajar. Tapi aku bakal kerja keras…. kali ini bukan buat mantanku atau ITB, tapi cuma buat ortuku.

Aku bener-bener kasian sama mereka dan aku gak pengen ngeliat mereka susah gara-gara aku. Aku pengen lulus 4 tahun ke depan dengan nilai cum laude, terus ngelanjutin kuliah lagi selama setahun biar dapat gelar S1 dan lulus dengan nilai cum laude juga. Kalo bisa dapat beasiswa S2 ke luar negeri hahahaha. Emang ketinggian sih kalo mimpi, tapi daripada kebanyakan mimpi lebih baik langsung kerja keras buat mewujudkannya. Kalo dikasih kesempatan aku juga pengen ngelanjutin S3 terus dapet kerja yang bagus. Tapi pokoknya aku harus tetep usaha. Meskipun aku harus capek. Aku juga pengen gak setengah-setengah kalo nantinya emang harus ikut organisasi di tempat kuliah. Aku juga gak pengen jadi anak manja lagi karena setelah ini aku bakal ngekos sendiri dan harus mandiri tanpa bantuan ortu. Aku cuma pengen berubah jadi lebih baik, meskipun kadang impian gak sesuai kenyataan. Gak ada alasan untuk gak berubah. Semangat!!!! >//////////<

Review Film Pulp Fiction

Oke, jadi ini postingan pertama saya di tahun 2015, setelah hampir satu tahun gak ngeblog. Kali ini saya akan nge-review film yang disutradarai oleh Quentin Tarantino, yaitu Pulp Fiction.

pf

pf2

pf3

Film ini memang keren abis. Sebenarnya sudah lama saya pengen nonton film ini, tapi baru keturutan beberapa minggu ini. Jadi film ini memiliki 3 cerita yang berbeda, tapi ketiga cerita itu bermuara ke tempat yang sama. Ketiga cerita ini awalnya tidak terlihat nyambung satu sama lain, tapi menit demi menit film diputar, film ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Cerita pertama yaitu tentang dua pembunuh bayaran Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfield (Samuel L. Jackson) yang berniat mengambil koper berisi barang berharga milik majikan mereka, Marsellus Wallace, yang dicuri.  Cerita kedua adalah dua pasangan Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer) yang merampok sebuah restoran dimana ada Vincent dan Jules yang sedang sarapan di dalam restoran tersebut. Cerita ketiga, adalah kisah seorang petinju, Butch Coolidge (Bruce Willis) yang dibayar oleh sang bos gangster Marsellus Wallace untuk kalah dalam suatu pertandingan tinju. Film ini memiliki alur cerita non-linear dan dialog yang unik, seakan sang penulis skenario yakni sutradara film Pulp Fiction sendiri, Quentin Tarantino tidak menciptakan dialog dalam skenario filmnya, melainkan ia membiarkan tokoh-tokoh rekaan dalam film Pulp Fiction ini saling berbicara satu sama lain. Namun demikian, film ini mengandung banyak sekali adegan kekerasan. Sudah jelas bahwa ada banyak darah berceceran di dalam film ini, mengingat film ini bercerita tentang dua pembunuh bayaran. Tetapi meski ada banyak unsur kekerasan, film ini juga menyajikan banyak dialog lucu. Tokoh favorit saya adalah Jules Winnfield, pembunuh bayaran berkulit hitam, yang setiap kali akan menembak mati seseorang selalu mengutip Injil, Ezekiel 25:17. Menurut saya dia tokoh paling lucu di Pulp Fiction, sekaligus paling memikat. Di film ini saya baru menyadari betapa berharganya membahas tentang bagaimana orang Prancis menyebut burger Quarter-Pounder, tentang Jules yang seorang vegetarian, tentang milkshake murah seharga 5 dolar, tentang obrolan-obrolan remeh selalu saja tidak seremeh kelihatannya. Banyak sekali kata ‘F’ yang muncul di film ini, bahkan jika dihitung dari awal hingga akhir film ada total 265 kata ‘F’ yang diucapkan. Sejak menonton film ini, saya menjadi penasaran dengan karya-karya Quentin Tarantino lainnya dan membuat saya makin tertarik dengan film-film lain semacam Pulp Fiction ini. Di film Pulp Fiction, isi koper Marsellus Wallace yang dicuri tidak pernah diperlihatkan ke penonton, sehingga saya sangat penasaran. Rupanya Tarantino memang sengaja tidak menunjukkan isi koper yang dicuri itu, supaya para penonton bisa menebak-nebak dan memberikan spekulasi sendiri mengenai isi koper tersebut. Ada yang bilang koper itu berisi berlian karena ketika koper itu dibuka, koper itu bercahaya. Namun ada juga yang bilang kalau koper itu berisi jiwa Marsellus Wallace, karena kode untuk membuka koper itu adalah 666, yang merupakan angka setan. Tapi ternyata koper itu isinya adalah:

pf4

Gubrak. Pantesan kalo dibuka kopernya bercahaya. Hahaha.

So… Naruto Has Ended?

Naruto+700+is+out+i+m+kinda+gonna+miss+reading+naruto_e551a9_5345797

Naruto sudah tamat. Ya, beneran. Udah tamat. Saya baru inget kalo saya dulu pernah jadi fan hardcore-nya Naruto waktu masih jaman SD. Waktu itu saya rajin abis nonton anime Naruto di Global TV. Sumpah… Itu bener-bener masa-masa dimana saya masih alay-alaynya, haha. Baru tahu kalo Naruto udah tamat 7 November lalu. Yeah, tahunya udah tamat enggak telat-telat amat haha, soalnya manga-nya terbit tanggal 6 November. Saya sebelumnya udah jarang banget ngikutin alur cerita Naruto karena menurut saya ceritanya semakin mbulet. Tahu-tahu manga-nya udah tamat aja haha. Naruto tamat tepat di episode 700. Dan endingnya, jujur, enggak sesuai banget sama harapan saya dan enggak memuaskan (banget). Kenapa tiba-tiba Naruto jadi hokage yang super sibuk yang enggak punya waktu buat anaknya sendiri? Tiba-tiba ngerasa kasihan aja sama Bolt (anaknya Naruto). Kayaknya dulu Naruto waktu kecilnya ngebet banget jadi hokage dan sejak jadi hokage anaknya jadi enggak dipeduliin. Ending Naruto ini terkesan maksa banget. Dari dulu saya nge-ship Naruto x Hinata dan di endingnya Naruto emang beneran nikah sama Hinata, tapi kenapa saya ngerasa kecewa ya waktu Naruto nikah sama Hinata? Aneh, haha. Soalnya saya ngerasa kayak di-PHP Masashi Kishimoto, rasanya kayaknya dari dulu Naruto sukanya sama Sakura. Saya aja sampek putus asa sama pairing Naruto x Hinata karena kalo dipikir-pikir waktu itu rasanya mustahil banget Naruto bisa nikah sama Hinata karena Naruto sukanya sama Sakura, tapi kenapa di endingnya Naruto nikahnya sama Hinata? Saya sampai pengen nangis waktu baca manga Naruto chapter 700 di mangacanblog. Ngerasa di-PHP banget nget nget, tapi juga ngerasa sedih dan terharu karena Naruto ternyata udah tamat. Ngomong-ngomong suka sama penampilan barunya Naruto sebagai hokage, lebih mature, rambutnya aja udah di-cut jadi lebih rapi (suka banget sama model rambutnya). Di ending, Sakura nikah sama Sasuke, punya anak cewek namanya Sarada (namanya aneh banget, Sarada ini berkacamata mirip Karin). Tetapi Sasuke memutuskan untuk tidak tinggal tetap di Konoha bersama keluarganya. Dia memilih pergi mengelilingi dunia untuk menyelami makna hidup dan menebus dosa. Kalo Shikamaru nikah sama Temari, punya anak cowok namanya Shikadai, yang mirip banget sama Shikamaru. Ino nikah sama Sai, punya anak cewek namanya Inojin. Kiba nikah sama Tamui (cewek yang hobi memelihara kucing) dan Choji nikah sama Karui, kunoichi dari Kumogakure yang berkulit hitam, mereka punya anak cewek yang gendut dan hitam bernama Chocho (entah kenapa keputusan Masashi Kishimoto untuk menikahkan Choji dan Karui ini semacam keputusan yang sangat terrible karena jika Choji dan Karui dinikahkan, anak mereka pasti hitam dan gendut, jadi kalo dipikir-pikir kenapa Choji enggak nikah sama cewek berkulit putih aja, tapi Karui cantik banget, jujur). Sebenernya excited juga sih pada akhirnya Naruto nikah sama Hinata karena Hinata cantik banget. Jadi kepikiran nih bikin love story-nya Naruto sama Hinata yang bersetting setelah perang shinobi di fanfiction. Tapi di chapter 700 Naruto jadi digambarkan sebagai hokage yang super sibuk. Saya jadi teringat sama anak-anaknya Aang sang avatar di cerita Avatar: The Last Airbender, Kya dan Bumi. Kya dan Bumi merasa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Aang karena Aang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tenzin, putra Aang satunya yang seorang pengendali udara, sementara Kya adalah pengendali air dan Bumi adalah non-pengendali. Menurut pendapat saya jadi hokage kayaknya enggak se-sibuk Naruto sampai gak punya waktu buat anaknya sendiri, dulu Tsunade waktu masih jadi hokage juga kayaknya enggak sibuk-sibuk amat, haha. Dulu kayaknya waktu Sarutobi masih jadi hokage ketiga, Sarutobi juga masih punya waktu buat main-main sama cucunya, Konohamaru.

Naruto1

Keluarga Naruto.

naruto-arrives-to-gokage

Naruto, hokage ketujuh.

Arijit Singh

Sumber: timesofindia.indiatimes.com---Arijit Singh

Sumber: timesofindia.indiatimes.com—Arijit Singh

Mendadak ngefans sama orang ini sejak ngedengerin suaranya di lagu Tum Hi Ho. Suaranya soulful abis. Keren… Nama Arijit Singh di dunia playback singer India memang belum setenar Udit Narayan, Sonu Nigam atau KK. Tapi kemampuannya sebagai playback singer juga enggak kalah kok dari mereka bertiga. Arijit Singh dikenal karena suaranya yang super soulful. Namun Arijit mampu melantunkan segala jenis genre lagu mulai dari pop, electronic, sampai rock.

Arijit Singh lahir di Murshidabad, Bengala Barat, 25 April 1987. Namanya mulai tenar setelah dia menyanyilkan lagu Tum Hi Ho untuk soundtrack film Aashiqui 2. Sebelumnya Arijit Singh pernah berpartisipasi dalam reality show Fame Gurukul pada tahun 2005 dimana ia gagal mencapai final. Arijit menikah dengan Koel Roy, kawan masa kecilnya pada tanggal 20 Januari 2014 di Bengala Barat. Video di atas yang menampilkan 15 lagu terbaik Arijit Singh, yang menjadi favorit saya adalah Tum Hi Ho, Phir Mohabbat (soundtrack film Murder 2 yang dibintangi Jacqueline Fernandez dan Emraan Hashmi), dan Duaa (soundtrack film thriller Shanghai yang dibintangi Kalki Koechlin dan Emraan Hashmi). Di lagu Phir Mohabbat ada suara gesekan biola yang sangat merdu yang awalnya saya kira suara perempuan, tapi setelah saya dengar baik-baik ternyata suara biola. Keren abis. Tapi jujur saya masih ragu-ragu apa itu memang suara biola karena mungkin bisa saja itu suara biola yang dicampur dengan suara perempuan. Waktu saya men-googling nama Arijit Singh, enggak begitu banyak informasi yang bisa saya dapatkan tentang Arijit karena Arijit rupanya adalah playback singer pendatang baru di India. Tapi meskipun pendatang baru saya langsung jatuh cinta sama suara soulfulnya Arijit. Di laman fanpage-nya di facebook, Arijit memiliki lebih dari 7 juta fans. Arijit Singh pernah mendapatkan penghargaan Filmfare dan IIFA (International Indian Film Award) kategori playback singer pria terbaik berkat lagu Tum Hi Ho.

Review: Maroon 5 – Maps

Banyak yang bilang kalo lagunya Maroon 5 yang berjudul Maps ini bukan lagunya Maroon 5 yang terbaik, sejauh ini. Lagu ini dirilis Juli lalu, yang berarti saya udah telat 3 bulan buat nge-review lagu ini. Tapi saya suka banget sama lagu ini. Sebenarnya awalnya saya ngedengerin lagu ini pertama kali engga begitu tertarik, tapi setelah saya ngedengerin lagu ini lagi di TV mendadak kecanduan. Biasanya lagu-lagunya Maroon 5 emang booming ya, kayak Payphone sama One More Night. Tapi Maps enggak se-booming Payphone, meskipun menurut saya lagu ini cukup bagus. Sebenernya enggak tahu juga kenapa saya bilang bagus, selera aja. Lagipula pada dasarnya saya memang bukan tukang review, tapi maksa bikin review untuk melepaskan penat setelah mati-matian belajar buat ulangan kimia besok sampe kepala mendidih. Tapi oke, karena saya sudah terlanjur tulis kata review di judul tulisan ini jadi saya akan me-reviewnya sebisa saya. Maksa amat ya hahaha. Sekalian ngeramein blog karena udah jarang banget nulis.

Sempet baca komentar salah seorang pengguna YouTube tentang lagu Maps. Katanya lagu ini overplayed, beat-beat yang dimainkan salah semua, seharusnya lagu Maps dinyanyikan dengan lebih slow, dan background music-nya gagal total. Tapi entah kenapa kalo dengan komposisi yang original saya udah ngerasa kalo lagu ini emang lagu sedih dan kenapa harus lebih slow lagi nyanyiinnya kalo yang original aja udah bagus. Enggak bisa bayangin kalo lagu Maps dinyanyiin dengan lebih slow. Saya juga suka sama background music-nya. Ngomong-ngomong tentang video klip Maps, banyak yang bilang, ‘truly depressing‘. Video klip Maps enggak nyambung sama lagunya. Di lagu Maps diceritakan cowoknya yang dikhianatin ceweknya, tapi yang di video justru sebaliknya. Di video si cewek (yang cantik banget astaganaga) diselingkuhin cowoknya yang diperanin Adam Levine (Adam aktingnya bagus banget, just as usual) terus si cewek kecewa dan ninggalin klub tempat dia clubbing sama cowoknya, terus pas di perjalanan si cewek ditabrak truk. Gila itu kecelakaannya tragis banget. Banyak yang enggak suka video klipnya Maroon 5 yang Maps karena enggak nyambung sama lagunya dan bikin nangis saking mengerikannya. Tapi menurut saya video-nya bagus. Suka penataan alur flashback-nya. Dan saya suka video klip Maps karena enggak sinkron sama lagunya. Karena saya orangnya suka sama yang enggak nyambung-enggak nyambung hahaha. Masalah lagu, menurut saya lagu-lagu bertema sama dengan lagu Maps udah banyak banget. Pasaran. Saya juga kurang ngerti maksudnya ‘map’ dalam lirik lagu Maps. Overall, buat saya, bagus-bagus aja.

Penyedot Pulsa

Suatu hari, Roy sedang sibuk bermain handphone untuk mengisi kebosanan. Ia sedang browsing di handphone-nya. Ia browsing segala macam hal, mulai dari browsing film-film kesukaannya dan browsing tentang band kesukaannya, Asking Alexandria. Roy memang fans berat hardcore. Sebenarnya pacar Roy, Sherina, kurang menyukai playlist lagu yang disimpan di HP Roy, karena playlist-nya berisi lagu-lagu hardcore. Sherina sendiri sebenarnya adalah penggemar lagu bergenre reggae. Hari ini Roy sama sekali tidak berniat menghubungi Sherina karena dia lagi-lagi bertengkar lagi dengan Roy masalah lagu hardcore. Maka dari itu, mumpung hari ini hari Minggu, Roy menyibukkan dirinya dengan bermalas-malasan dan bermain HP. Roy tidak mencoba mengecek pulsa yang tersisa di HP-nya dan dia tidak menggunakan paket internet, sehingga dia browsing dengan pulsa normal. Tadi pagi dia baru saja mengisi pulsanya di counter.

“Roy!” teriak ibu Roy dari dapur, “ayo sini bantu ibu!” Roy yang sedang enak-enak main HP pun dengan malas-malasan pergi ke dapur dan membantu ibunya memotong bawang merah. Setelah membantu ibunya, Roy kembali ke kamarnya dan bermain HP. Roy lalu browsing kembali di HP-nya. Riwayat browsing-nya sudah terhapus semuanya dari handphone karena Roy memiliki kebiasaan menghapus riwayat browsingnya setiap habis browsing. Tapi Roy tidak bisa melakukan browsing, karena pulsa HP Roy sudah habis. Tetapi Roy sama sekali tidak ingat kalau tadi sebelum ia membantu ibunya di dapur, ia sudah browsing dengan pulsa normal, yang bisa saja dapat menghabiskan pulsanya dalam waktu sekejap.

“Lho? Kenapa gak bisa buat browsing?” gumam Roy. Roy lalu mengecek saldo pulsanya, dan ternyata pulsa Roy hanya tersisa Rp. 6.

“Hah, kenapa pulsanya habis? Aneh, jangan-jangan ada yang nyolong pulsaku nih…” Padahal Roy sendiri yang nyolong pulsa HP-nya.

Lebaran dan Sepeda Motor

Motorcycle---Cartoon-2

Kemarin, Mamat memutuskan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan bersama temannya, Dodot. Kebetulan saat itu Dodot yang menjadi pengatur jalannya Idul Fitri di lapangan tersebut. Ketika ia masuk ke lapangan tempat diselenggarakannya shalat Idul Fitri, Mamat langsung terheran-heran. Semua orang di tempat itu tidak menggunakan sajadah untuk sembahyang. Khutbah yang dilakukan pada saat Idul Fitri pun tidak memakai microphone. Maka Mamat bertanya kepada Dodot.

“Dot, kenapa semua orang di sini sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah?” tanya Mamat.

“Yaa, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, umat muslim memang sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah.” jawab Dodot.

“Terus kenapa khutbah-nya tidak pakai microphone?”

“Ya, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, khutbah Idul Fitri-nya tidak memakai pengeras suara.”

Sepulang dari shalat Idul Fitri, Mamat melihat Dodot pulang ke rumahnya dengan sepeda motor. Dalam hati Mamat menggumam, “Kenapa Dodot enggak sekalian pakai unta saja kalau mau pulang…”

Protected: Liburan Kenaikan Kelas 2013

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Meteor Garden

Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Akhir-akhir ini mulai suka nonton Meteor Garden di Rajawali TV. Buat manusia-manusia yang hidup di tahun 2000-an pasti tahu lah ya apa itu Meteor Garden. Tapi buat yang enggak tahu, bakalan saya kasih tahu deh. Meteor Garden adalah drama Taiwan yang tayang tahun 2002-an. Drama ini sempat booming di Indonesia. Drama ini mengadopsi cerita dari komik Jepang berjudul Hana Yori Dango, menceritakan tentang seorang gadis miskin bernama San Chai (Barbie Hsu) yang bersekolah di sekolah elite dan bertemu dengan geng F4 yang terdiri dari empat laki-laki pewaris perusahaan terbesar di Taiwan yang senang mem-bully murid-murid di sekolah elite tersebut. Empat murid tersebut adalah Dao Ming Si (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Zhou), Xi Men (Ken Chu), dan Mei Zuo (Vaness Wu).

Sumber: chingchingchings.blogspot.com - Dao Ming Si

Sumber: chingchingchings.blogspot.com – Dao Ming Si, the leader of F4

Sumber: mytika07.blogspot.com - Hua Ze Lei, the introvert one

Sumber: mytika07.blogspot.com – Hua Ze Lei, the introvert one

Sumber: www.angelfire.com - Xi Men, the playboy one

Sumber: http://www.angelfire.com – Xi Men, the playboy one

Sumber: asian-artis.blogspot.com - Mei Zuo, the playboy one too

Sumber: asian-artis.blogspot.com – Mei Zuo, the playboy one too

Sumpah itu Dao Ming Si sama Hua Ze Lei ganteng abis! Terutama Dao Ming Si. Sebenernya cerita Meteor Garden sama aja sama drama Boys Before Flowers dari Korea, karena dua drama tersebut mengadopsi cerita dari komik yang sama. Saya suka dua-duanya sih, cuma secara objektif jelas drama Boys Before Flowers lebih bagus dari Meteor Garden karena drama tersebut dibuat tahun 2009 dan kualitas akting aktor-aktornya keren banget. Sementara drama Meteor Garden dibuat tahun 2002 dan masih agak norak dan jadul. Selain itu akting aktor-aktornya masih agak kaku, terutama akting Jerry Yan menurutku di sini kurang bagus tapi kalo di jamannya Meteor Garden adalah drama yang terbaik. Entah kenapa komik Hana Yori Dango kalau diadaptasi dalam drama apapun pasti sukses. Emang sih ceritanya bagus banget, meskipun kalo diadaptasi jadi drama apapun ceritanya jadi gitu-gitu aja, tapi tetep suka banget.

Sumber: www.theangelfire.com - San Chai, the brave girl

Sumber: http://www.theangelfire.com – San Chai, the brave girl

Banyak perbedaan antara Meteor Garden dan Boys Before Flowers, meskipun inti cerita yang diangkat dalam kedua drama tersebut sama. Dalam drama Meteor Garden, lebih banyak adegan ciuman daripada Boys Before Flowers. Selain itu adegan ciuman di Meteor Garden lebih hot daripada Boys Before Flowers. Ha, kenapa malah jadi bahas ciuman? Haha. Tapi, aktor-aktor di Boys Before Flowers lebih cantik dan ganteng daripada di Meteor Garden. Kalo di Meteor Garden, cuma F4 dan San Chai-nya yang good-looking tapi kalo di Boys Before Flowers semua aktornya good-looking. Sebelumnya saya belum pernah baca komik Hana Yori Dango. Di Meteor Garden, setiap kali Dao Ming Si berhasil memanfaatkan waktu berdua dengan San Chai, setelahnya Xi Men dan Mei Zuo selalu bertanya apakah Dao Ming Si telah melakukan ‘itu’ dengan San Chai. ‘Itu’ yang dimaksud adalah hubungan seksual. Tapi Dao Ming Si sama sekali tidak pernah mengajak San Chai melakukan ‘itu’. Xi Men dan Mei Zuo adalah playboy dan mereka sudah pasti meniduri banyak wanita. Di salah satu episode Meteor Garden, Mei Zuo pernah bilang kalau mereka menjadi playboy karena itu adalah salah satu cara mereka untuk menikmati hidup selama mereka belum menikah dengan gadis pilihan orangtua mereka yang tidak mereka cintai. Mei Zuo dan Xi Men adalah putra bangsawan kaya dan mereka akan dijodohkan demi kepentingan bisnis orangtua mereka. Ngomong-ngomong San Chai ternyata punya tato. Padahal San Chai hanya gadis miskin biasa. Sementara di drama tersebut digambarkan cewek-cewek yang punya tato adalah cewek-cewek yang genit dan menyebalkan di sekolah tersebut.

Ini tato di belakang lehernya San Chai.

Sumber: kukiztee.blogspot.com – Ini waktu San Chai sama Hua Ze Lei, lihat tato di tangan kanannya San Chai.

Dao Ming Si tertarik sama San Chai karena dia satu-satunya cewek yang berani melawan Dao Ming Si. Selain itu San Chai bukan tipe cewek materialistis yang selama ini selalu ditemui Dao Ming Si di sekitarnya. Meskipun San Chai miskin harta tetapi dia selalu berani melawan orang-orang yang menindas orang lemah. Saya jadi bingung kenapa San Chai mau aja jadi pacarnya Dao Ming Si wkwk. Padahal Dao Ming Si ‘kan cowok nyebelin. Tapi meskipun nyebelin ternyata Dao Ming Si punya sisi baik yang enggak terduga. Lagipula dia ‘kan jadi nyebelin bukan sepenuhnya salah dia juga, tapi karena kesalahan pola asuh kakak perempuannya ke Dao Ming Si yang keras dan Dao Ming Si selama ini kesepian karena orangtuanya berada di luar negeri. Jadi kalo dipikir-pikir, sebenarnya Dao Ming Si cocok juga sama San Chai. Terus, menurut pendapat saya, Hua Ze Lei enggak cocok kalo San Chai. Menurut saya wajah kalo San Chai yang polos sampe suka sama Hua Ze Lei karena Hua Ze Lei ‘kan charming abis dan ganteng pula, juga kalem banget. Tapi waktu kencan pertama sama San Chai aja Lei diem mulu, pake acara ninggal San Chai pula di jalan, bikin San Chai ilfeel. Tapi menurut saya Hua Ze Lei juga enggak cocok sama Teng Tang Jing, cewek idamannya Hua Ze Lei yang berusia lebih tua dari Hua Ze Lei dan bekerja sebagai model. Di pertengahan cerita, Teng Tang Jing memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai model dan pergi ke Prancis untuk sekolah hukum dan melakukan pekerjaan sosial (mungkin membantu orang miskin). Jing tahu kalo Lei suka ke dia, tapi Jing masih menggantungkan Lei. Mungkin karena Lei orangnya terlalu kaku atau penyendiri atau mungkin Jing menolak untuk berpacaran dulu untuk sementara supaya bisa fokus sekolah. Entahlah. Menurut saya mereka tidak cocok, meskipun di kalau nggak salah di komik Hana Yori Dango diceritakan Shizuka Todou yang menjadi inspirasi terbentuknya tokoh Teng Tang Jing akhirnya balik lagi ke Jepang dan menyadari bahwa Rui Hanazawa (Hua Ze Lei) lah yang diinginkannya selama ini.

Penampakan wajah Teng Tang Jing, pujaan hatinya Hua Ze Lei.

Oh ya, saya juga pengen membahas hubungan antara Xi Men dan Xiaoyou. Xiaoyou adalah temannya San Chai. Xiaoyou suka sama Xi Men, tapi sayangnya Xi Men yang playboy masih suka gantungin Xiaoyou. Kalo di Boys Before Flowers sih sama kayak So Yi Jung ke Cha Ga Eul, tapi aku lebih suka Yi Jung sama Ga Eul. Mereka berdua tuh kisah cintanya menurutku lebih menarik dari kisah cinta Jun Pyo dan Jan Di. Haha. Sejujurnya kalo di Boys Before Flowers lebih kerasa drama-nya daripada di Meteor Garden. Selain itu, ibunya Jun Pyo di BBF lebih nyebelin dan galak daripada ibunya A Shi (panggilan akrab Dao Ming Si), Dao Ming Feng. Tapi sekali lagi karena Meteor Garden dibikinnya lawas banget jadi mungkin bisa dimaafkan. Lagipula itu masih tergolong bagus kalo dibandingkan drama-drama lainnya di tahun 2000-an. Masih banyak perbedaan antara Meteor Garden dengan Boys Before Flowers. Salah satunya, di Boys Before Flowers, Jan Di digambarkan pintar berenang sementara San Chai enggak. Tapi aku tetep suka dua-duanya.