Review Film Pulp Fiction

Oke, jadi ini postingan pertama saya di tahun 2015, setelah hampir satu tahun gak ngeblog. Kali ini saya akan nge-review film yang disutradarai oleh Quentin Tarantino, yaitu Pulp Fiction.

pf

pf2

pf3

Film ini memang keren abis. Sebenarnya sudah lama saya pengen nonton film ini, tapi baru keturutan beberapa minggu ini. Jadi film ini memiliki 3 cerita yang berbeda, tapi ketiga cerita itu bermuara ke tempat yang sama. Ketiga cerita ini awalnya tidak terlihat nyambung satu sama lain, tapi menit demi menit film diputar, film ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Cerita pertama yaitu tentang dua pembunuh bayaran Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfield (Samuel L. Jackson) yang berniat mengambil koper berisi barang berharga milik majikan mereka, Marsellus Wallace, yang dicuri.  Cerita kedua adalah dua pasangan Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer) yang merampok sebuah restoran dimana ada Vincent dan Jules yang sedang sarapan di dalam restoran tersebut. Cerita ketiga, adalah kisah seorang petinju, Butch Coolidge (Bruce Willis) yang dibayar oleh sang bos gangster Marsellus Wallace untuk kalah dalam suatu pertandingan tinju. Film ini memiliki alur cerita non-linear dan dialog yang unik, seakan sang penulis skenario yakni sutradara film Pulp Fiction sendiri, Quentin Tarantino tidak menciptakan dialog dalam skenario filmnya, melainkan ia membiarkan tokoh-tokoh rekaan dalam film Pulp Fiction ini saling berbicara satu sama lain. Namun demikian, film ini mengandung banyak sekali adegan kekerasan. Sudah jelas bahwa ada banyak darah berceceran di dalam film ini, mengingat film ini bercerita tentang dua pembunuh bayaran. Tetapi meski ada banyak unsur kekerasan, film ini juga menyajikan banyak dialog lucu. Tokoh favorit saya adalah Jules Winnfield, pembunuh bayaran berkulit hitam, yang setiap kali akan menembak mati seseorang selalu mengutip Injil, Ezekiel 25:17. Menurut saya dia tokoh paling lucu di Pulp Fiction, sekaligus paling memikat. Di film ini saya baru menyadari betapa berharganya membahas tentang bagaimana orang Prancis menyebut burger Quarter-Pounder, tentang Jules yang seorang vegetarian, tentang milkshake murah seharga 5 dolar, tentang obrolan-obrolan remeh selalu saja tidak seremeh kelihatannya. Banyak sekali kata ‘F’ yang muncul di film ini, bahkan jika dihitung dari awal hingga akhir film ada total 265 kata ‘F’ yang diucapkan. Sejak menonton film ini, saya menjadi penasaran dengan karya-karya Quentin Tarantino lainnya dan membuat saya makin tertarik dengan film-film lain semacam Pulp Fiction ini. Di film Pulp Fiction, isi koper Marsellus Wallace yang dicuri tidak pernah diperlihatkan ke penonton, sehingga saya sangat penasaran. Rupanya Tarantino memang sengaja tidak menunjukkan isi koper yang dicuri itu, supaya para penonton bisa menebak-nebak dan memberikan spekulasi sendiri mengenai isi koper tersebut. Ada yang bilang koper itu berisi berlian karena ketika koper itu dibuka, koper itu bercahaya. Namun ada juga yang bilang kalau koper itu berisi jiwa Marsellus Wallace, karena kode untuk membuka koper itu adalah 666, yang merupakan angka setan. Tapi ternyata koper itu isinya adalah:

pf4

Gubrak. Pantesan kalo dibuka kopernya bercahaya. Hahaha.

Advertisements

So… Naruto Has Ended?

Naruto+700+is+out+i+m+kinda+gonna+miss+reading+naruto_e551a9_5345797

Naruto sudah tamat. Ya, beneran. Udah tamat. Saya baru inget kalo saya dulu pernah jadi fan hardcore-nya Naruto waktu masih jaman SD. Waktu itu saya rajin abis nonton anime Naruto di Global TV. Sumpah… Itu bener-bener masa-masa dimana saya masih alay-alaynya, haha. Baru tahu kalo Naruto udah tamat 7 November lalu. Yeah, tahunya udah tamat enggak telat-telat amat haha, soalnya manga-nya terbit tanggal 6 November. Saya sebelumnya udah jarang banget ngikutin alur cerita Naruto karena menurut saya ceritanya semakin mbulet. Tahu-tahu manga-nya udah tamat aja haha. Naruto tamat tepat di episode 700. Dan endingnya, jujur, enggak sesuai banget sama harapan saya dan enggak memuaskan (banget). Kenapa tiba-tiba Naruto jadi hokage yang super sibuk yang enggak punya waktu buat anaknya sendiri? Tiba-tiba ngerasa kasihan aja sama Bolt (anaknya Naruto). Kayaknya dulu Naruto waktu kecilnya ngebet banget jadi hokage dan sejak jadi hokage anaknya jadi enggak dipeduliin. Ending Naruto ini terkesan maksa banget. Dari dulu saya nge-ship Naruto x Hinata dan di endingnya Naruto emang beneran nikah sama Hinata, tapi kenapa saya ngerasa kecewa ya waktu Naruto nikah sama Hinata? Aneh, haha. Soalnya saya ngerasa kayak di-PHP Masashi Kishimoto, rasanya kayaknya dari dulu Naruto sukanya sama Sakura. Saya aja sampek putus asa sama pairing Naruto x Hinata karena kalo dipikir-pikir waktu itu rasanya mustahil banget Naruto bisa nikah sama Hinata karena Naruto sukanya sama Sakura, tapi kenapa di endingnya Naruto nikahnya sama Hinata? Saya sampai pengen nangis waktu baca manga Naruto chapter 700 di mangacanblog. Ngerasa di-PHP banget nget nget, tapi juga ngerasa sedih dan terharu karena Naruto ternyata udah tamat. Ngomong-ngomong suka sama penampilan barunya Naruto sebagai hokage, lebih mature, rambutnya aja udah di-cut jadi lebih rapi (suka banget sama model rambutnya). Di ending, Sakura nikah sama Sasuke, punya anak cewek namanya Sarada (namanya aneh banget, Sarada ini berkacamata mirip Karin). Tetapi Sasuke memutuskan untuk tidak tinggal tetap di Konoha bersama keluarganya. Dia memilih pergi mengelilingi dunia untuk menyelami makna hidup dan menebus dosa. Kalo Shikamaru nikah sama Temari, punya anak cowok namanya Shikadai, yang mirip banget sama Shikamaru. Ino nikah sama Sai, punya anak cewek namanya Inojin. Kiba nikah sama Tamui (cewek yang hobi memelihara kucing) dan Choji nikah sama Karui, kunoichi dari Kumogakure yang berkulit hitam, mereka punya anak cewek yang gendut dan hitam bernama Chocho (entah kenapa keputusan Masashi Kishimoto untuk menikahkan Choji dan Karui ini semacam keputusan yang sangat terrible karena jika Choji dan Karui dinikahkan, anak mereka pasti hitam dan gendut, jadi kalo dipikir-pikir kenapa Choji enggak nikah sama cewek berkulit putih aja, tapi Karui cantik banget, jujur). Sebenernya excited juga sih pada akhirnya Naruto nikah sama Hinata karena Hinata cantik banget. Jadi kepikiran nih bikin love story-nya Naruto sama Hinata yang bersetting setelah perang shinobi di fanfiction. Tapi di chapter 700 Naruto jadi digambarkan sebagai hokage yang super sibuk. Saya jadi teringat sama anak-anaknya Aang sang avatar di cerita Avatar: The Last Airbender, Kya dan Bumi. Kya dan Bumi merasa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Aang karena Aang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tenzin, putra Aang satunya yang seorang pengendali udara, sementara Kya adalah pengendali air dan Bumi adalah non-pengendali. Menurut pendapat saya jadi hokage kayaknya enggak se-sibuk Naruto sampai gak punya waktu buat anaknya sendiri, dulu Tsunade waktu masih jadi hokage juga kayaknya enggak sibuk-sibuk amat, haha. Dulu kayaknya waktu Sarutobi masih jadi hokage ketiga, Sarutobi juga masih punya waktu buat main-main sama cucunya, Konohamaru.

Naruto1

Keluarga Naruto.

naruto-arrives-to-gokage

Naruto, hokage ketujuh.

Arijit Singh

Sumber: timesofindia.indiatimes.com---Arijit Singh

Sumber: timesofindia.indiatimes.com—Arijit Singh

Mendadak ngefans sama orang ini sejak ngedengerin suaranya di lagu Tum Hi Ho. Suaranya soulful abis. Keren… Nama Arijit Singh di dunia playback singer India memang belum setenar Udit Narayan, Sonu Nigam atau KK. Tapi kemampuannya sebagai playback singer juga enggak kalah kok dari mereka bertiga. Arijit Singh dikenal karena suaranya yang super soulful. Namun Arijit mampu melantunkan segala jenis genre lagu mulai dari pop, electronic, sampai rock.

Arijit Singh lahir di Murshidabad, Bengala Barat, 25 April 1987. Namanya mulai tenar setelah dia menyanyilkan lagu Tum Hi Ho untuk soundtrack film Aashiqui 2. Sebelumnya Arijit Singh pernah berpartisipasi dalam reality show Fame Gurukul pada tahun 2005 dimana ia gagal mencapai final. Arijit menikah dengan Koel Roy, kawan masa kecilnya pada tanggal 20 Januari 2014 di Bengala Barat. Video di atas yang menampilkan 15 lagu terbaik Arijit Singh, yang menjadi favorit saya adalah Tum Hi Ho, Phir Mohabbat (soundtrack film Murder 2 yang dibintangi Jacqueline Fernandez dan Emraan Hashmi), dan Duaa (soundtrack film thriller Shanghai yang dibintangi Kalki Koechlin dan Emraan Hashmi). Di lagu Phir Mohabbat ada suara gesekan biola yang sangat merdu yang awalnya saya kira suara perempuan, tapi setelah saya dengar baik-baik ternyata suara biola. Keren abis. Tapi jujur saya masih ragu-ragu apa itu memang suara biola karena mungkin bisa saja itu suara biola yang dicampur dengan suara perempuan. Waktu saya men-googling nama Arijit Singh, enggak begitu banyak informasi yang bisa saya dapatkan tentang Arijit karena Arijit rupanya adalah playback singer pendatang baru di India. Tapi meskipun pendatang baru saya langsung jatuh cinta sama suara soulfulnya Arijit. Di laman fanpage-nya di facebook, Arijit memiliki lebih dari 7 juta fans. Arijit Singh pernah mendapatkan penghargaan Filmfare dan IIFA (International Indian Film Award) kategori playback singer pria terbaik berkat lagu Tum Hi Ho.

Review: Maroon 5 – Maps

Banyak yang bilang kalo lagunya Maroon 5 yang berjudul Maps ini bukan lagunya Maroon 5 yang terbaik, sejauh ini. Lagu ini dirilis Juli lalu, yang berarti saya udah telat 3 bulan buat nge-review lagu ini. Tapi saya suka banget sama lagu ini. Sebenarnya awalnya saya ngedengerin lagu ini pertama kali engga begitu tertarik, tapi setelah saya ngedengerin lagu ini lagi di TV mendadak kecanduan. Biasanya lagu-lagunya Maroon 5 emang booming ya, kayak Payphone sama One More Night. Tapi Maps enggak se-booming Payphone, meskipun menurut saya lagu ini cukup bagus. Sebenernya enggak tahu juga kenapa saya bilang bagus, selera aja. Lagipula pada dasarnya saya memang bukan tukang review, tapi maksa bikin review untuk melepaskan penat setelah mati-matian belajar buat ulangan kimia besok sampe kepala mendidih. Tapi oke, karena saya sudah terlanjur tulis kata review di judul tulisan ini jadi saya akan me-reviewnya sebisa saya. Maksa amat ya hahaha. Sekalian ngeramein blog karena udah jarang banget nulis.

Sempet baca komentar salah seorang pengguna YouTube tentang lagu Maps. Katanya lagu ini overplayed, beat-beat yang dimainkan salah semua, seharusnya lagu Maps dinyanyikan dengan lebih slow, dan background music-nya gagal total. Tapi entah kenapa kalo dengan komposisi yang original saya udah ngerasa kalo lagu ini emang lagu sedih dan kenapa harus lebih slow lagi nyanyiinnya kalo yang original aja udah bagus. Enggak bisa bayangin kalo lagu Maps dinyanyiin dengan lebih slow. Saya juga suka sama background music-nya. Ngomong-ngomong tentang video klip Maps, banyak yang bilang, ‘truly depressing‘. Video klip Maps enggak nyambung sama lagunya. Di lagu Maps diceritakan cowoknya yang dikhianatin ceweknya, tapi yang di video justru sebaliknya. Di video si cewek (yang cantik banget astaganaga) diselingkuhin cowoknya yang diperanin Adam Levine (Adam aktingnya bagus banget, just as usual) terus si cewek kecewa dan ninggalin klub tempat dia clubbing sama cowoknya, terus pas di perjalanan si cewek ditabrak truk. Gila itu kecelakaannya tragis banget. Banyak yang enggak suka video klipnya Maroon 5 yang Maps karena enggak nyambung sama lagunya dan bikin nangis saking mengerikannya. Tapi menurut saya video-nya bagus. Suka penataan alur flashback-nya. Dan saya suka video klip Maps karena enggak sinkron sama lagunya. Karena saya orangnya suka sama yang enggak nyambung-enggak nyambung hahaha. Masalah lagu, menurut saya lagu-lagu bertema sama dengan lagu Maps udah banyak banget. Pasaran. Saya juga kurang ngerti maksudnya ‘map’ dalam lirik lagu Maps. Overall, buat saya, bagus-bagus aja.

Penyedot Pulsa

Suatu hari, Roy sedang sibuk bermain handphone untuk mengisi kebosanan. Ia sedang browsing di handphone-nya. Ia browsing segala macam hal, mulai dari browsing film-film kesukaannya dan browsing tentang band kesukaannya, Asking Alexandria. Roy memang fans berat hardcore. Sebenarnya pacar Roy, Sherina, kurang menyukai playlist lagu yang disimpan di HP Roy, karena playlist-nya berisi lagu-lagu hardcore. Sherina sendiri sebenarnya adalah penggemar lagu bergenre reggae. Hari ini Roy sama sekali tidak berniat menghubungi Sherina karena dia lagi-lagi bertengkar lagi dengan Roy masalah lagu hardcore. Maka dari itu, mumpung hari ini hari Minggu, Roy menyibukkan dirinya dengan bermalas-malasan dan bermain HP. Roy tidak mencoba mengecek pulsa yang tersisa di HP-nya dan dia tidak menggunakan paket internet, sehingga dia browsing dengan pulsa normal. Tadi pagi dia baru saja mengisi pulsanya di counter.

“Roy!” teriak ibu Roy dari dapur, “ayo sini bantu ibu!” Roy yang sedang enak-enak main HP pun dengan malas-malasan pergi ke dapur dan membantu ibunya memotong bawang merah. Setelah membantu ibunya, Roy kembali ke kamarnya dan bermain HP. Roy lalu browsing kembali di HP-nya. Riwayat browsing-nya sudah terhapus semuanya dari handphone karena Roy memiliki kebiasaan menghapus riwayat browsingnya setiap habis browsing. Tapi Roy tidak bisa melakukan browsing, karena pulsa HP Roy sudah habis. Tetapi Roy sama sekali tidak ingat kalau tadi sebelum ia membantu ibunya di dapur, ia sudah browsing dengan pulsa normal, yang bisa saja dapat menghabiskan pulsanya dalam waktu sekejap.

“Lho? Kenapa gak bisa buat browsing?” gumam Roy. Roy lalu mengecek saldo pulsanya, dan ternyata pulsa Roy hanya tersisa Rp. 6.

“Hah, kenapa pulsanya habis? Aneh, jangan-jangan ada yang nyolong pulsaku nih…” Padahal Roy sendiri yang nyolong pulsa HP-nya.

Lebaran dan Sepeda Motor

Motorcycle---Cartoon-2

Kemarin, Mamat memutuskan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan bersama temannya, Dodot. Kebetulan saat itu Dodot yang menjadi pengatur jalannya Idul Fitri di lapangan tersebut. Ketika ia masuk ke lapangan tempat diselenggarakannya shalat Idul Fitri, Mamat langsung terheran-heran. Semua orang di tempat itu tidak menggunakan sajadah untuk sembahyang. Khutbah yang dilakukan pada saat Idul Fitri pun tidak memakai microphone. Maka Mamat bertanya kepada Dodot.

“Dot, kenapa semua orang di sini sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah?” tanya Mamat.

“Yaa, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, umat muslim memang sembahyangnya di atas tanah, bukannya di atas sajadah.” jawab Dodot.

“Terus kenapa khutbah-nya tidak pakai microphone?”

“Ya, karena di zaman Nabi Muhammad dulu, khutbah Idul Fitri-nya tidak memakai pengeras suara.”

Sepulang dari shalat Idul Fitri, Mamat melihat Dodot pulang ke rumahnya dengan sepeda motor. Dalam hati Mamat menggumam, “Kenapa Dodot enggak sekalian pakai unta saja kalau mau pulang…”

Protected: Liburan Kenaikan Kelas 2013

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Meteor Garden

Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Sumber: aki-ojou.blogspot.com

Akhir-akhir ini mulai suka nonton Meteor Garden di Rajawali TV. Buat manusia-manusia yang hidup di tahun 2000-an pasti tahu lah ya apa itu Meteor Garden. Tapi buat yang enggak tahu, bakalan saya kasih tahu deh. Meteor Garden adalah drama Taiwan yang tayang tahun 2002-an. Drama ini sempat booming di Indonesia. Drama ini mengadopsi cerita dari komik Jepang berjudul Hana Yori Dango, menceritakan tentang seorang gadis miskin bernama San Chai (Barbie Hsu) yang bersekolah di sekolah elite dan bertemu dengan geng F4 yang terdiri dari empat laki-laki pewaris perusahaan terbesar di Taiwan yang senang mem-bully murid-murid di sekolah elite tersebut. Empat murid tersebut adalah Dao Ming Si (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Zhou), Xi Men (Ken Chu), dan Mei Zuo (Vaness Wu).

Sumber: chingchingchings.blogspot.com - Dao Ming Si

Sumber: chingchingchings.blogspot.com – Dao Ming Si, the leader of F4

Sumber: mytika07.blogspot.com - Hua Ze Lei, the introvert one

Sumber: mytika07.blogspot.com – Hua Ze Lei, the introvert one

Sumber: www.angelfire.com - Xi Men, the playboy one

Sumber: http://www.angelfire.com – Xi Men, the playboy one

Sumber: asian-artis.blogspot.com - Mei Zuo, the playboy one too

Sumber: asian-artis.blogspot.com – Mei Zuo, the playboy one too

Sumpah itu Dao Ming Si sama Hua Ze Lei ganteng abis! Terutama Dao Ming Si. Sebenernya cerita Meteor Garden sama aja sama drama Boys Before Flowers dari Korea, karena dua drama tersebut mengadopsi cerita dari komik yang sama. Saya suka dua-duanya sih, cuma secara objektif jelas drama Boys Before Flowers lebih bagus dari Meteor Garden karena drama tersebut dibuat tahun 2009 dan kualitas akting aktor-aktornya keren banget. Sementara drama Meteor Garden dibuat tahun 2002 dan masih agak norak dan jadul. Selain itu akting aktor-aktornya masih agak kaku, terutama akting Jerry Yan menurutku di sini kurang bagus tapi kalo di jamannya Meteor Garden adalah drama yang terbaik. Entah kenapa komik Hana Yori Dango kalau diadaptasi dalam drama apapun pasti sukses. Emang sih ceritanya bagus banget, meskipun kalo diadaptasi jadi drama apapun ceritanya jadi gitu-gitu aja, tapi tetep suka banget.

Sumber: www.theangelfire.com - San Chai, the brave girl

Sumber: http://www.theangelfire.com – San Chai, the brave girl

Banyak perbedaan antara Meteor Garden dan Boys Before Flowers, meskipun inti cerita yang diangkat dalam kedua drama tersebut sama. Dalam drama Meteor Garden, lebih banyak adegan ciuman daripada Boys Before Flowers. Selain itu adegan ciuman di Meteor Garden lebih hot daripada Boys Before Flowers. Ha, kenapa malah jadi bahas ciuman? Haha. Tapi, aktor-aktor di Boys Before Flowers lebih cantik dan ganteng daripada di Meteor Garden. Kalo di Meteor Garden, cuma F4 dan San Chai-nya yang good-looking tapi kalo di Boys Before Flowers semua aktornya good-looking. Sebelumnya saya belum pernah baca komik Hana Yori Dango. Di Meteor Garden, setiap kali Dao Ming Si berhasil memanfaatkan waktu berdua dengan San Chai, setelahnya Xi Men dan Mei Zuo selalu bertanya apakah Dao Ming Si telah melakukan ‘itu’ dengan San Chai. ‘Itu’ yang dimaksud adalah hubungan seksual. Tapi Dao Ming Si sama sekali tidak pernah mengajak San Chai melakukan ‘itu’. Xi Men dan Mei Zuo adalah playboy dan mereka sudah pasti meniduri banyak wanita. Di salah satu episode Meteor Garden, Mei Zuo pernah bilang kalau mereka menjadi playboy karena itu adalah salah satu cara mereka untuk menikmati hidup selama mereka belum menikah dengan gadis pilihan orangtua mereka yang tidak mereka cintai. Mei Zuo dan Xi Men adalah putra bangsawan kaya dan mereka akan dijodohkan demi kepentingan bisnis orangtua mereka. Ngomong-ngomong San Chai ternyata punya tato. Padahal San Chai hanya gadis miskin biasa. Sementara di drama tersebut digambarkan cewek-cewek yang punya tato adalah cewek-cewek yang genit dan menyebalkan di sekolah tersebut.

Ini tato di belakang lehernya San Chai.

Sumber: kukiztee.blogspot.com – Ini waktu San Chai sama Hua Ze Lei, lihat tato di tangan kanannya San Chai.

Dao Ming Si tertarik sama San Chai karena dia satu-satunya cewek yang berani melawan Dao Ming Si. Selain itu San Chai bukan tipe cewek materialistis yang selama ini selalu ditemui Dao Ming Si di sekitarnya. Meskipun San Chai miskin harta tetapi dia selalu berani melawan orang-orang yang menindas orang lemah. Saya jadi bingung kenapa San Chai mau aja jadi pacarnya Dao Ming Si wkwk. Padahal Dao Ming Si ‘kan cowok nyebelin. Tapi meskipun nyebelin ternyata Dao Ming Si punya sisi baik yang enggak terduga. Lagipula dia ‘kan jadi nyebelin bukan sepenuhnya salah dia juga, tapi karena kesalahan pola asuh kakak perempuannya ke Dao Ming Si yang keras dan Dao Ming Si selama ini kesepian karena orangtuanya berada di luar negeri. Jadi kalo dipikir-pikir, sebenarnya Dao Ming Si cocok juga sama San Chai. Terus, menurut pendapat saya, Hua Ze Lei enggak cocok kalo San Chai. Menurut saya wajah kalo San Chai yang polos sampe suka sama Hua Ze Lei karena Hua Ze Lei ‘kan charming abis dan ganteng pula, juga kalem banget. Tapi waktu kencan pertama sama San Chai aja Lei diem mulu, pake acara ninggal San Chai pula di jalan, bikin San Chai ilfeel. Tapi menurut saya Hua Ze Lei juga enggak cocok sama Teng Tang Jing, cewek idamannya Hua Ze Lei yang berusia lebih tua dari Hua Ze Lei dan bekerja sebagai model. Di pertengahan cerita, Teng Tang Jing memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai model dan pergi ke Prancis untuk sekolah hukum dan melakukan pekerjaan sosial (mungkin membantu orang miskin). Jing tahu kalo Lei suka ke dia, tapi Jing masih menggantungkan Lei. Mungkin karena Lei orangnya terlalu kaku atau penyendiri atau mungkin Jing menolak untuk berpacaran dulu untuk sementara supaya bisa fokus sekolah. Entahlah. Menurut saya mereka tidak cocok, meskipun di kalau nggak salah di komik Hana Yori Dango diceritakan Shizuka Todou yang menjadi inspirasi terbentuknya tokoh Teng Tang Jing akhirnya balik lagi ke Jepang dan menyadari bahwa Rui Hanazawa (Hua Ze Lei) lah yang diinginkannya selama ini.

Penampakan wajah Teng Tang Jing, pujaan hatinya Hua Ze Lei.

Oh ya, saya juga pengen membahas hubungan antara Xi Men dan Xiaoyou. Xiaoyou adalah temannya San Chai. Xiaoyou suka sama Xi Men, tapi sayangnya Xi Men yang playboy masih suka gantungin Xiaoyou. Kalo di Boys Before Flowers sih sama kayak So Yi Jung ke Cha Ga Eul, tapi aku lebih suka Yi Jung sama Ga Eul. Mereka berdua tuh kisah cintanya menurutku lebih menarik dari kisah cinta Jun Pyo dan Jan Di. Haha. Sejujurnya kalo di Boys Before Flowers lebih kerasa drama-nya daripada di Meteor Garden. Selain itu, ibunya Jun Pyo di BBF lebih nyebelin dan galak daripada ibunya A Shi (panggilan akrab Dao Ming Si), Dao Ming Feng. Tapi sekali lagi karena Meteor Garden dibikinnya lawas banget jadi mungkin bisa dimaafkan. Lagipula itu masih tergolong bagus kalo dibandingkan drama-drama lainnya di tahun 2000-an. Masih banyak perbedaan antara Meteor Garden dengan Boys Before Flowers. Salah satunya, di Boys Before Flowers, Jan Di digambarkan pintar berenang sementara San Chai enggak. Tapi aku tetep suka dua-duanya.

SKP

Sumber: theblacksphere.net

Sumber: theblacksphere.net

SKP. Sudah kenyang, pulang.

Dulu, waktu saya masih kecil, orangtua saya suka mengajak saya dan saudara-saudara kandung saya ke acara pernikahan. Di sana, saya dan saudara-saudara suka bermain-main dan duduk diam mendengarkan percakapan orangtua kami dengan orangtua kedua mempelai yang sedang menikah.

Tapi ada masa dimana ayah saya tiba-tiba marah sekali. Suatu saat, saya, saudara-saudara saya, ibu, dan ayah saya sedang travelling di Malang. Kami memilih travelling ke Malang karena di sana kebetulan juga ada acara pernikahan teman ayah. Setelah puas travelling, mobil kami pun melaju menuju lokasi pernikahan teman ayah. Tapi entah kenapa saat itu ayah saya tiba-tiba marah sekali. Ayah melarang kami ikut ayah dan ibu ke acara pernikahan. Kami bertiga sangat bingung. Apalagi melihat ekspresi ayah marah-marah, membuat kami sedikit takut.

Ternyata ayah kami melarang kami mengikuti acara pernikahan karena ada teman ayah yang bilang kalo orangtua kami suka membawa kami bertiga ke acara kondangan supaya kami kenyang.

Kasar amat.

Ibu yang bilang ke kami tentang hal itu.

Akhirnya sejak saat itu kami bertiga tidak pernah mendatangi acara pernikahan lagi.

Kalaupun ibu mau ngajak anak-anak, pasti ibu pilih satu. Mungkin aku, mungkin kakak, mungkin dedek.

Sekarang kami bertiga udah besar-besar, jadinya kalo diajak ke acara kondangan gitu malah males semua haha.

Saya enggak tahu kenapa waktu itu ayah bisa marah banget. Kami sebenernya dulu juga engga tahu apa-apa, karena waktu itu kami masih kecil. Yang kami tahu dulu ‘kan cuma main-main, masalah makan atau enggak itu bukan masalah besar buat kami bertiga.

Emang yang namanya masalah makan itu masalah sensitif.

Waktu dulu saya masih mengaji, saya suka memperhatikan orang yang datang ke pengajian hanya untuk dapat makanan atau supaya dapat nasi kotak. Sering banget ketemu orang-orang yang seperti itu. Dulu saya pernah lihat ibu-ibu setengah baya yang wajahnya kayak orang Arab gitu lah sama anaknya yang cewek mereka udah dapat nasi kotak masing-masing satu sepulangnya dari pengajian namun si ibu ini minta satu nasi kotak lagi buat suaminya. Katanya suaminya belum dapat nasi kotak, kalo gak salah si ibu ini minta nasi kotak lagi karena suaminya udah pulang duluan dari pengajian. Tapi panitia pengajian enggak mau ngasih nasi kotaknya buat si ibu-ibu. ‘Kan bisa jadi suami si ibu ini ternyata engga datang ke pengajian, makanya panitia enggak mau kasih nasi kotaknya buat ibu-ibu tadi. Ibu-ibu tadi emang keliatan agresif banget waktu mau minta nasi kotaknya ke panitia, rada maksa-maksa gimana gitu. Di mata saya entah kenapa momen itu terlihat mengerikan banget.

Why Mahabharata Star Plus Is Funny

This is my second article on this blog that contains criticism of the Mahabharata Star Plus series.

In last September, a new Mahabharata serial made ​​by Star Plus launched its first episode. Just a few months running in India, ANTV, a TV stations from Indonesia ‘rented’ the Mahabharata Star Plus serial and broadcasted it in Indonesia. Mahabharata Star Plus got a very rousing welcome in Indonesia and the series is dubbed in Indonesian. In India, currently the Mahabharata Star Plus has reached over 200 episodes while in Indonesia it has recently reached over 100 episodes. Many Mahabharata fans from Indonesia liked to watch on YouTube through the Star Plus official channel as the portion of Mahabharata airtime in ANTV is just half an hour (even less) and the Indonesian fans tried to keep abreast of the latest episode of the Mahabharata in India. In India, the current serial Mahabharata has reached its climax—the war. While in Indonesia, the Mahabharata episode is still up in the story of Pandavas’ struggle to build kingdom in Khandavprastha forest.

I usually stay tune every day and watch the latest episodes of Mahabharata serial in Star Plus’ YouTube channel. But I heard a rumor said that Mahabharata serial will soon be finished. I once read an article on the website about the last episodes of Mahabharata Star Plus serial, in the article mentioned that one source close to Star Plus declared an end to the serial Mahabharata after they filming a few episodes after the Mahabharata war ended. I’m sure many fans of the series Mahabharata—including me, felt very surprised and disappointed by this news. Moreover, this new rumor is heard when the serial Mahabharata has reached its climax, the war. Kurukshetra War is the essence of the whole story of the Mahabharata and I think Star Plus was too cruel to decide to ‘abort’ or reduce the portion of war in Mahabharata serial. Moreover, after the Mahabharata war ended, there are still old days stories of the Pandavas and Pandavas and Draupadi trip to the Himalayas, also the story of the birth of Parikshit who will be the next successor to the throne of Hastinapura after Yudhisthira. As a big fan of the Mahabharata I was not willing if Mahabharata serial have to end in war alone.

Source: wayangku.wordpress.com

Source: wayangku.wordpress.com—Parikshit (wayang form)

Mahabharata Star Plus for me was very funny because only with duration of half an hour each time slot, so many episodes that contain very poor interpretation and useless dialogues and scenes and when it came time for war episodes, the Mahabharata Star Plus cut out a lot of important parts of the story of the Mahabharata war. I am sure, the story of the death of Ghatotkacha in the Mahabharata war requires more episodes than the story of Draupadi swayamvar. In Kurukshetra war there is absolutely no action scenes are really atrocious, that there are only silly and pathetic dialogues and scenes that should not exist in a battle scene. Somehow Mahabharata Star Plus looks like a soap opera for me.

maxresdefault

Mahabharata war in seashore desert. Nonsense.