Tentang Reylo & Prediksi Star Wars Episode IX

Guys, hari ini aku lagi pengen ngebahas hal yang lagi hangat diperbincangkan sama fans Star Wars, yaitu Reylo. Apa itu Reylo? Reylo adalah singkatan dari Rey dan Kylo Ren. Apa itu Rey dan Kylo Ren? Buat yang nonton Star Wars, terutama episode VII dan VIII, pasti tahu lah siapa mereka. Rey adalah tokoh protagonis utama di Star Wars episode VII dan VIII (in the future, she will also be the main protagonist in Star Wars episode IX), sedangkan Kylo Ren adalah tokoh antagonis utamanya. Di artikelku sebelumnya juga sempet menyinggung tentang Reylo dan Star Wars episode VIII, di sana kalian bisa dapat lebih banyak gambaran tentang mereka. Tapi sebenarnya artikelku yang ini baru boleh dibaca kalo kalian udah nonton Star Wars episode VIII, karena artikel ini dipenuhi oleh GIANT SPOILER. Jadi jika kamu belum nonton Star Wars, mending langsung close aja deh.

Rey_The_Last_Jedi_promo
Rey di Star Wars Episode VIII: The Last Jedi. Calon Jedi, cewek super strong (mungkin strong-nya melebihi General Leia), simbol feminisme di Star Wars. Sumber: swfanon.wikia.com/wiki/File:Rey_The_Last_Jedi_promo.png

Penampilan Rey di Star Wars episode VIII sebenarnya agak sedikit beda dari penampilan Rey di episode VII, tapi kalian bisa googling sendiri kok bajunya Rey sama gaya rambutnya dia kayak apa di episode VII. Kalo kamu dulu pernah nonton The Force Awakens, pasti inget dong penampilannya Rey kayak apa. Di Star Wars episode 7 dan 8, tokoh Rey diperankan sama Daisy Ridley, aktris asal Inggris. Daisy bakal main lagi jadi Rey di film Star Wars episode 9 yang direncanakan rilis tanggal 20 Desember 2019, dan episode 9 ini merupakan installment terakhir dari trilogi Star Wars, dimulai dari episode 7 yang rilis tahun 2015 lalu. Rey ini tokoh yang super strong, meski dia cewek tapi dia bisa ngalahin Kylo Ren yang diperankan sama Adam Driver. Padahal Kylo Ren itu cowok, secara fisik udah pasti lah lebih kuat dari Rey, apalagi sejak lahir dia emang punya darah keturunan Jedi yang bisa mengendalikan Force dan digadang-gadang jadi Darth Vader (musuhnya Luke Skywalker yang luar biasa jahat) yang baru. Rey bisa mengalahkan Kylo Ren di duel lightsaber. Rey yang sejak awal gak pernah belajar make lightsaber bisa menang lawan Kylo Ren yang bertahun-tahun berguru langsung ke ahlinya, yaitu Luke Skywalker. Rey disebut-sebut sebagai simbol feminisme di Star Wars, tahu sendiri ‘kan kalo di Star Wars ada banyak tokoh cewek yang badass, contohnya Jenderal Leia Organa (saudari kembarnya Luke Skywalker, master Jedi di trilogi original Star Wars), Queen Padme Amidala (mamanya Luke Skywalker), Captain Phasma (kapten First Order), dan Vice Admiral Holdo (pejuang Resistance). Meskipun nggak sedikit fans Star Wars yang agak salty karena tokoh ceweknya banyak yang lebih kuat dari tokoh cowoknya, tapi aku sebagai cewek sih gak keberatan ada tokoh cewek yang kuat di film-film action cult macam Star Wars yang kebanyakan ditonton sama cowok-cowok. Soalnya karena aku juga cewek dan aku dibesarkan sama ibu yang feminis, jadi ya nular deh hehe. Aku ngeliat biasanya di film banyak aktris-aktris cantik dan seksi dimanfaatkan untuk membuat adegan yang berbau seksual. Aku sebagai cewek ya senang lah kalo pada akhirnya cewek bisa lebih dihargai di film-film, gak digambarkan melulu sebagai sosok yang lemah dan sebagai pemuas hasrat laki-laki. Balik lagi ke topik, Rey ini hidup sebagai yatim piatu sejak kecil di planet Jakku. Dia itu seorang scavenger, alias pemulung, tapi bukan pemulung yang kayak di Indonesia ya. Pemulung di luar angkasa beda sama pemulung di bumi, hehe. Jadi Rey ini mendapatkan uang untuk hidup dengan cara mengumpulkan sampah atau barang-barang bekas dan menjualnya. Karena dia yatim piatu dan hidupnya juga susah sejak kecil, makanya dia tumbuh sebagai cewek yang mandiri. Dia selalu merindukan keberadaan orangtuanya dan bertanya-tanya mengapa dia sendirian, apa alasan orangtuanya pergi meninggalkannya sendiri di planet Jakku. She had struggled to fight extreme loneliness since she was very young. Dia punya latar belakang yang misterius tentang orangtuanya. Banyak fans yang bikin teori kalau bisa jadi Rey ini anaknya Luke Skywalker, atau Rey mungkin anaknya Obi-Wan Kenobi, master Jedi dan gurunya Luke Skywalker. Tapi semua itu hanya teori, belum bisa dipastikan kebenarannya. Di episode VIII, Kylo Ren sempet bilang ke Rey kalo orangtua Rey sebenarnya hanya orang biasa, they’re nobody. Katanya waktu masih bayi, Rey dijual oleh orangtuanya supaya mereka bisa dapat uang buat beli minuman. Very sad, right? Tapi Kylo Ren bisa jadi bohong waktu ngomong hal itu, jadi belum bisa dipastikan apakah yang diomongin Kylo Ren itu emang bener atau salah.

adam-driver-kylo-ren-feat
Kylo Ren, villain utama di Star Wars episode 7-9. He’s very complicated and more conflicted than you think. Like Rey, he also struggled with loneliness. Sumber: http://uproxx.com/movies/why-kylo-ren-scar-changed-star-wars-the-last-jedi/

Dia adalah salah satu villain favoritku. Sejujurnya aku belum pernah nonton film-film Star Wars sebelum The Force Awakens, jadi satu-satunya villain yang aku kenal dengan baik di Star Wars cuma Kylo Ren doang. Yang lainnya, kayak Darth Vader, Darth Maul, Darth Sidious, aku gak begitu kenal sama mereka. Aku sebenernya tahu sih cerita tentang Darth Vader, tapi nggak mendetail kayak aku tau cerita Kylo Ren hehe. Jadi Kylo Ren ini adalah anaknya Jenderal Leia dan Han Solo. Dia lahir dengan nama Ben Solo, nama Ben diambil dari nama panggilan Obi-Wan Kenobi. Karena Ben adalah anaknya Jenderal Leia, maka dia punya keturunan langsung dari Darth Vader, yang merupakan ayah dari Luke Skywalker dan Leia. Darth Vader sendiri adalah penguasa kegelapan sebelum ia akhirnya menyerah di Star Wars episode VI: Return of The Jedi dan Kylo Ren mewarisi jiwa kakeknya. Menurutku sih sejak kecil Ben juga kesepian, sama seperti Rey, karena Leia sibuk memimpin para prajurit di peperangan yang gak ada habisnya di galaksi, sementara Han Solo sebagai seorang smuggler nggak bisa terus-terusan tinggal di satu tempat tertentu, pada dasarnya smuggler memang hidupnya berpindah-pindah. Karena jarang dapat perhatian orangtuanya, hal ini dimanfaatkan oleh Supreme Leader Snoke untuk membangunkan sisi gelap yang ada dalam diri Ben. Leia sadar kalau Ben punya kekuatan untuk mengendalikan Force yang dia dapatkan dari kakeknya, maka Leia pun mengirim Ben di bawah pelatihan Luke. Ben pun dilatih oleh Luke, namun suatu saat Luke melihat kalau sisi gelap Ben sudah mulai menguasai dirinya. Maka Luke yang bergerak sesuai instingnya pun mencoba membunuh Ben ketika Ben sedang tidur karena ia takut Ben akan membunuh orang-orang yang disayanginya, tapi Luke langsung kembali ke alam sadarnya dan berhenti melakukan percobaan pembunuhan terhadap Ben. Namun semuanya sudah terlambat, Ben yang melihat Luke membawa lightsaber di tangannya pun refleks meraih lightsaber miliknya dan melakukan perlawanan. Setelah kejadian itu, Ben mencoba menghancurkan kuil pelatihan Luke dan membunuh separuh murid Luke serta membawa pergi separuh murid yang lainnya. Dalam usaha penghancuran kuil itu, Ben mengira Luke sudah mati di bawah reruntuhan kuil, namun Luke belum mati dan sejak kejadian itu ia memilih mengasingkan diri ke Planet Ahch-To. Baginya era Jedi harus berakhir dan ia merasa gagal sebagai guru karena salah satu muridnya menjadi pengkhianat yang menjadi awal mula munculnya perang baru di galaksi antara Light Side melawan Dark Side, yang lebih buruk lagi murid yang berkhianat itu tak lain adalah keponakannya sendiri. Kalau dilihat dari sejarahnya, setahuku Darth Vader yang sebelumnya adalah seorang Jedi memilih untuk beralih ke Dark Side dan ia adalah mantan murid Obi-Wan Kenobi. Yoda, master Jedi yang merupakan salah satu guru Luke Skywalker, juga punya murid yang pada akhirnya berpindah ke Dark Side. Aku emang enggak tahu banyak tentang Obi-Wan, Yoda, dan murid-murid mereka, tapi aku bisa menyimpulkan bahwa warisan yang ditinggalkan Jedi adalah para murid Jedi yang berpindah ke Dark Side itu, hingga mereka membawa kekacauan dalam galaksi, merusak keseimbangan Force. Luke yang menyadari hal ini pun memutuskan bahwa lebih baik jika Jedi musnah dan berakhir, supaya tidak lagi menghasilkan warisan berupa kekacauan.

Sebenarnya kalau aku disuruh ngebahas tentang Ben Solo, mungkin aku bisa sampe bikin skripsi tentang dia hahaha. Soalnya aku suka banget sama tokoh ini dan kebetulan aku juga tahu banyak tentang dia (atau mungkin sok tahu sih, hehe). Ben setelah menghancurkan kuil Luke kemudian berpihak kepada Snoke dan menjadi pemimpin kegelapan baru dengan mengadopsi nama Kylo Ren. Menurutku nama ini kurang membawa efek menyeramkan dan kurang mengintimidasi ketimbang Darth Vader, Darth Maul, Darth Sidious, dan lainnya. Tapi terserah JJ Abrams (sutradara The Force Awakens dan dalang utama di balik cerita Star Wars episode 7-9) atau Rian Johnson (sutradara dan penulis naskah The Last Jedi, ikut serta juga dalam produksi film The Force Awakens) atau siapapun itu yang sudah memberi nama buat Kylo Ren, toh itu cuma nama. Let’s be honest here, I actually have a crush on him. Awalnya aku gak begitu memperhatikan Kylo Ren sih waktu nonton The Force Awakens. Menurutku dia itu emo banget kalo engga pake topeng dan mukanya keliatan cupu banget, sumpah ini impression-ku tentang dia. Apalagi dia juga suka masang muka mewek dan menurutku ini gak jelas banget, kenapa dia harus mewek kayak gini terus sih? Padahal dia ‘kan Kylo Ren, penguasa kegelapan yang baru. Dia itu tokoh antagonis utama, tapi karena dia emo dan mewek mulu, jadinya keliatan lembek dan sensitif gitu hahaha. Aku mikir awalnya dia mungkin gak bisa jadi sekuat Darth Vader. Tapi ternyata… aku salah. Bener-bener salah.

Semuanya berubah sejak aku nonton The Last Jedi. Persepsiku tentang dia, semua berubah.

Dia punya konflik batin yang udah lama menyiksa dirinya. Dan ini adalah alasan kenapa dia selalu mewek. Dia hampir dibunuh sama om-nya sendiri. Dia ngira kalo takdirnya udah ditentukan, bahwa dia emang pada akhirnya akan berpihak ke Dark Side. Padahal sebenarnya masih ada Light Side dalam dirinya. Ini menurut pendapatku aja sih. Dia gak dipercaya sama orang yang dia harap bisa percaya sama dia. Dan ini menyakitkan banget. Dari kecil ia udah kesepian, gak begitu diurusin sama orangtuanya, dan keputusan orangtuanya untuk membawa dia di bawah pengasuhan Luke itu kayaknya merupakan keputusan yang sangat buruk karena itu menjadi awal mula kenapa Ben berpindah ke Dark Side. Luke emang salah, tapi bahkan Jedi pun bisa melakukan kesalahan. Leia dan Han juga salah, menurutku mereka orangtua yang buruk. Mereka terpaksa harus bertarung melawan anak mereka sendiri, itu kesalahan mereka. Kylo Ren akhirnya membunuh ayahnya sendiri, yaitu Han Solo.

Dalam perjalanannya melakukan perlawanan terhadap Resistance, Kylo Ren bertemu dengan Rey. Kylo Ren pernah mencoba menginvasi pikiran Rey dan melihat isi pikiran Rey di film The Force Awakens. Kylo Ren tau kalau Rey kesepian, sama seperti dirinya. Dan Kylo Ren cenderung fascinated sama keberadaan Rey, bukannya memendam kebencian kepadanya—padahal Rey adalah musuh Kylo Ren. Dia tidak menyiksa Rey waktu dia menginterogasinya, padahal dia menyiksa Poe Dameron (pilot X-Wing dan pejuang Resistance) waktu interogasi. Aku sebenernya ngerasa kalau Kylo Ren mulai punya compassion (menurut kamus bahasa Jedi (hahaha), compassion adalah hal esensial dalam hidup Jedi yang bisa diartikan atau perwujudannya dapat berupa cinta tanpa syarat atau unconditional love) terhadap Rey sejak ia ngeliat pikiran Rey. Dan ini adalah awal mula dari Reylo, yang tanda-tandanya makin terlihat jelas di The Last Jedi, setelah sebelumnya cuma terlihat samar-samar, bahkan hampir nggak terlihat sama sekali di The Force Awakens. Intermezzo plus curhat dikit ya, gara-gara Reylo ini, aku gak bisa move on dari The Last Jedi selama hampir 2 minggu dan jadi sering stalking akun Reylo di Instagram sama Twitter, jadi kebanyakan baca Reylo theory. Dan gara-gara Reylo juga aku sampe bikin artikel sepanjang ini. Tapi Reylo emang efeknya ngena banget loh sumpah. Bisa jadi aku gak bisa move on sampe 2 tahun ke depan, sampe Star Wars episode IX dirilis. Hahaha. Nggak lah. Moga aja nggak.

G667tTr
Waktu Kylo Ren menginterogasi Rey di film The Force Awakens. Sumber: https://imgur.com/r/starwars/OdN2A

Di film The Last Jedi, Rey dan Kylo Ren mulai bisa berkomunikasi menggunakan Force Bond. Entah kenapa bisa ada Force Bond di antara mereka berdua. Semua adegan Force Bond di film itu sangat memorable. Adegan ketika Rey dan Kylo Ren pertama kali terhubung lewat Force Bond, Rey langsung ngambil blaster-nya dan nembak ke arah Kylo Ren. Tapi yang terjadi adalah tembakan Rey nggak kena Kylo Ren dan justru ngerusak dinding batu tempat Rey mengarahkan tembakannya. Rey dan Kylo Ren berada di tempat yang berbeda tapi mereka bisa terhubung lewat Force Bond. Rey berhati-hati banget sama Kylo Ren dan keliatan bingung waktu mereka pertama kali terhubung di Force Bond. Kylo Ren juga bingung dan minta Rey buat ngasih tau keberadaan Luke Skywalker. Aku nggak begitu ingat urutan adegan Force Bond selanjutnya, tapi ada kira-kira mereka ketemu di Force Bond sebanyak 5 kali. Ini dia klip-klipnya.

DRGvxB_UEAAlsMd
Jadi mereka bisa ketemuan meski berada di dua tempat yang berbeda lewat Force Bond.
hKFB7dVF3u386xGB
Dan di sini Kylo Ren shirtless AHAHAHA. Pundaknya lebar banget. Dan Rey felt shy when she found out Ben wasn’t wearing his top. It is said that Kylo Ren slightly smiled after he heard complains from Rey to cover his body with towel or something. LOL. They were basically flirting with each other
DRBWRYzWkAAicu1
Sebenarnya di sini Kylo Ren sama Rey bukannya ketemuan langsung tapi masih melalui Force Bond, tapi keliatan seakan-akan mereka berada di tempat yang sama. Ini adegan favorit aku nomor 2 di film The Last Jedi.
DQ8gvMzXUAEnjY3
Tangan mereka saling bersentuhan. Guys, ingat, mereka ini musuhan lho. But why bisa kayak gini?!

Aku sebenernya agak mempertanyakan kenapa Kylo harus shirtless? Ini bener-bener nunjukin intimacy. Dan reaksinya Rey waktu ngeliat Kylo nggak pake baju itu pure gold ahaha. Kenapa Rey harus malu kalo ngeliat musuhnya ngga pake baju, ‘kan dia musuhnya, kalo dia nggak peduli dia nggak bakal ngerasa malu. Tapi Rey ngerasa malu. Rey di sini keliatan kalo dia sebenernya peduli sama Ben. Sumpah aneh banget film The Last Jedi ini rasanya kayak fanfiction coba. Terus yang adegan handshake, itu wah speechless dah, keren banget. Jadi ceritanya waktu ngobrol di Force Bond, Ben sempet bilang ke Rey kalo sebenernya Luke mau ngebunuh dia waktu dia masih jadi muridnya di kuil pelatihan, tapi Rey gak percaya. Di kesempatan lain mereka ketemu lagi di Force Bond dan Rey mengulurkan tangannya ke Ben, terus diterima deh sama Ben. Di sini mereka saling membaca pikiran masing-masing. Dan Rey langsung nyadar kalo yang diomongin Ben itu bener setelah ngeliat pikiran Ben, bahwa Luke emang hampir ngebunuh dia. Setelah kejadian ini Rey langsung marah besar ke Luke, bahkan berani mukul Luke pake tongkat sampe bikin Luke jatuh tersungkur ke tanah dan Rey juga ngancem Luke pake lightsaber. Rey gak mungkin bisa semarah itu kalo dia gak peduli sama Ben. Dia pengen banget bisa ngembaliin Ben ke Light Side. Rey meyakinkan Luke kalo Ben bisa kembali lagi ke Light Side, tapi Luke gak yakin itu bisa terjadi. Rey yang kecewa akhirnya meninggalkan Luke dari planet Ahch-To untuk menemui Ben. Ben ngebawa dia ke Snoke.

DRHZ3CUWAAUJFl-
Waktu mau masuk ke ruangannya Snoke, mereka berdua ngobrol lagi di elevator. Lihat deh ekspresinya mereka berdua.

Adegan di atas itu sulit dijelaskan. Jadi di lift mereka ngobrol kalo Rey sebenarnya bisa ngeliat masa depan Ben, bahwa pada akhirnya Ben akan bergabung bersama dia. Ben juga bilang kalau dia juga bisa ngeliat masa depan Rey dan Rey akhirnya juga bakal berada di pihaknya. Rey bilang kalau konflik dalam diri Ben udah membuatnya tersiksa dan dia menawarkan bantuan buat Ben. Sambil ngobrol-ngobrol, kayaknya ada sexual tension di antara mereka berdua. Look how Rey was longing for Ben’s lips as she lowered her eyes. And when she lowered her eyes towards his lips, Ben’s eyes also slightly lowered, like they’ve been thinking for the same thing for a long time! Dahsyat banget chemistry-nya mereka berdua. Mereka itu awalnya musuhan, kenapa harus berakhir seperti ini? If they end up as couple, that might be a forbidden love. They tried to kill each other once in The Force Awakens. And they became allies in The Last Jedi. Aku suka banget penggambaran Yin dan Yang di scene ini, di mana background Rey yang mewakili Light Side berwarna putih dan ada garis-garis hitamnya, sedangkan di bagian Ben yang mewakili Dark Side background-nya warna hitam dengan garis-garis putih. Snoke seneng waktu Ben ngebawa Rey masuk ke dalam ruangannya, karena Snoke udah lama ngincar Rey, bisa jadi dia mau ngajak Rey gabung ke Dark Side karena Rey kuat banget sebagai manusia Force-sensitive, atau dia mau ngebunuh Rey karena dia calon Jedi yang bisa memusnahkan kegelapan. Snoke bilang kalo sebenarnya dia yang membuka Force Bond di antara Rey dan Ben supaya mereka bisa saling terhubung. Tapi Rey keras kepala banget and tried to fight back waktu ketemu sama Snoke dan akhirnya Snoke pun menyiksa dia dengan kekuatan Force-nya. Ben keliatan banget kalo dia gak tega waktu ngeliat Rey disiksa sama Snoke.

DSFFhXiX4AEPi1P[1]
Adegan waktu Rey disiksa sama Snoke.
DR_FhJeW4AAv07A
Dan ini reaksinya Ben waktu ngeliat Rey disiksa. Macam gak tega.

Kemudian Snoke memerintahkan supaya Ben ngebunuh Rey pake lightsaber-nya. Tapi tanpa diduga, Ben justru ngebunuh Snoke. Dan di sini, Ben dan Rey bertarung ngelawan praetorian guard, pengawal pribadinya Snoke yang elit dan nyeremin. Padahal di The Force Awakens, Ben sama Rey pernah duel lightsaber, tapi di The Last Jedi mereka justru tarung back-to-back dan saling ngelindungin satu sama lain. Waktu Ben ngeliat Rey lagi diserang sama praetorian guard dia langsung ngebantuin Rey dan sebaliknya. Let’s see their growth in this gif.

DRqWxNIUMAA3lYq
Jadi gif yang atas itu diambil dari film The Force Awakens waktu Rey lagi fight ngelawan Ben. Sedangkan gif yang bawah diambil dari The Last Jedi, waktu Rey dan Ben bertarung bersama-sama ngelawan praetorian guard. Adegan ini adalah adegan favoritku nomer 1 di The Last Jedi. Aku juga suka permainan warna di kedua gif ini, gif yang atas didominasi warna biru dan gif yang bawah didominasi warna merah.

Habis pertarungan itu Ben ngajak Rey buat gabung sama dia, dia pengen mimpin galaksi bareng sama Rey. Dia pengen ngehancurin Jedi, Sith, Rebellion, dan pengen ngebangun era baru di galaksi. Baginya Jedi, Sith, Rebellion itu sampah, kalo pada akhirnya Jedi terus menghasilkan murid yang pindah ke Dark Side dan bikin kekacauan di galaksi. Ben ngulurin tangannya ke Rey.

DRbOwNGX0AkrYRn[1]

Tapi Rey nolak tawaran Ben. Menurutnya untuk mengembalikan keseimbangan di galaksi harusnya tidak dilakukan dengan cara genosida, membunuh para Jedi, Sith, dan Pemberontak. Ben pun marah dan mereka rebutan lightsaber punyanya Rey dengan kekuatan Force, sampe lightsaber-nya patah jadi dua. Lightsaber Rey itu sebelumnya punyanya Darth Vader waktu dia masih jadi Jedi dan Ben pengen ngerebutnya dari tangan Rey. Aku sendiri sebenarnya agak bertanya-tanya apa alasan Ben mengajak Rey buat bergabung sama dia buat memimpin galaksi bersama, kenapa dia nggak ngajak Jenderal Hux yang notabene sama-sama dari Dark Side seperti dia. Tapi menurut teoriku, Ben milih Rey karena Ben adalah pihak yang mewakili Dark Side sedangkan Rey adalah pihak yang mewakili Light Side. Ben sadar akan hal ini dan untuk membawa kembali keseimbangan di galaksi, maka dia gak bisa sendirian dan butuh Rey. Ben dan Rey itu kayak Yin dan Yang. Mereka udah pernah ngelihat isi pikiran satu sama lain dan Rey sendiri juga ngerasa kasian sama Ben setelah dia tahu kalau Luke mau ngebunuh Ben. Mereka berdua sama-sama kesepian, makanya mereka saling peduli satu sama lain. Tapi menurutku Ben punya sifat yang terlalu rumit dan ini agak menyulitkan Rey buat membawa dia kembali ke Light Side. Sebenarnya dalam diri Rey itu enggak murni isinya Light Side doang, dia juga punya Dark Side dalam dirinya. Begitu juga Ben. Waktu Rey marah besar ke Luke, dia keliatan banget Dark Side-nya sampe dia berani mukul Luke pake tongkat hingga Luke jatuh, padahal Luke itu master Jedi, dia sudah tua dan pantes dihormati sama yang lebih muda kayak Rey. Karena Rey peduli banget sama Ben, sampai sisi gelap dalam dirinya itu terbangun buat ngebela Ben. Rey bisa aja ‘kan cuma mengkonfrontasi Luke dan dia bisa memaklumi kesalahan Luke, karena semua orang pernah buat kesalahan, Rey gak harus sampe mukul pake tongkat kalo misal Rey cuma punya Light Side dalam dirinya. Ben juga sering keliatan ragu-ragu kalo mau ngelakuin hal yang kejam, misalnya waktu dia mau nyerang kapal ibunya sendiri, yaitu Jenderal Leia, dia keliatan bimbang. Jadi Ben itu nggak sepenuhnya jahat dan Rey juga nggak sepenuhnya baik. Mereka berdua saling membutuhkan buat mengembalikan keseimbangan di galaksi, tapi kayaknya Rey belum menyadari hal ini. Dari cara Ben ngajak Rey buat mimpin galaksi bareng, dia sampe memohon ke Rey, ngomong “Please” dan dia bilang ke Rey kalau “You are no one, but not to me.“, Ben keliatan banget kalo dia butuh sama Rey. Rey emang cuma seorang scavenger yang dijual orangtuanya waktu masih bayi buat beli minuman, she’s completely no one, beda jauh sama Ben, anaknya Leia dan Han. Leia, Han, dan Luke adalah trio legendaris yang udah membawa kedamaian di galaksi. Mereka punya background yang beda tapi sama. Beda yang aku maksud di sini dalam hal kasta, Rey masuk kasta rendah karena dia seorang pemulung dan Ben masuk kasta tinggi karena ibunya seorang princess, tapi mereka berdua sama karena mereka sama-sama pernah ngerasain kesepian. Mereka gak punya siapa-siapa kecuali satu sama lainnya. Ben butuh Rey dan Rey butuh Ben. Aku mulai ngerasa kalau Ben sebenarnya sudah fell too deeply towards Rey. Dia gak bisa hidup tanpa Rey. Walau sekarang posisi Supreme Leader sudah diambil alih sama Ben sejak Snoke tewas, tapi posisi itu nggak bisa berarti apa-apa kalau Ben nggak punya dukungan dari Rey.

20171228_105618[1]
Sumber: https://verauko.deviantart.com/art/Yin-Yang-604552232
DSGDPkZV4AALFHd[1]
“Don’t do this Ben,” said Rey. “Let the past die. Kill it if you have to.” said Ben.
Kukira awalnya Ben mau pindah ke Light Side setelah dia dengan sukarela membunuh Snoke dan bahkan juga ikut bertarung bareng Rey ngelawan praetorian guard, tapi itu ternyata enggak terjadi. Ben sekarang enggak berpihak di Light Side maupun Dark Side. Tapi Ben akhirnya balik musuhan lagi sama Rey dan kemungkinan besar dia mencoba membunuh Rey lagi kayak di film The Force Awakens, karena Rey yang sangat kuat ini digadang-gadang jadi Jedi selanjutnya menggantikan Luke Skywalker. Ben sendiri pengen ngehancurin Jedi ‘kan. Ben lagi-lagi kalah waktu dia mencoba ngerebut lightsaber dari Rey dan Rey kabur dari ruangannya Snoke buat ngebantu anggota Resistance yang tersisa dari serangan Jenderal Hux.

Oiya, karena Snoke udah mati, harusnya Force Bond antara Rey dan Ben pun menghilang dan mereka udah gak bisa saling terhubung lagi. Tapi kenyataannya nggak kayak gitu tuh. Rey dan Ben justru bisa ketemu lagi lewat Force Bond, di ending film The Last Jedi.

DRgeUptWAAIDwd8[1]
Rey yang ada di Millenium Falcon bisa ngeliat Ben yang ada di markasnya.
DRgeVlmX4AAplWy[1]
Ben yang lagi nunduk di markasnya.
Berarti bisa jadi Snoke bohong kalau dia udah membuka Force Bond antara Ben dan Rey. Kalau misal bukan Snoke yang membuka Force Bond di antara mereka berdua, terus siapa? Apakah Force itu sendiri yang emang sengaja membuka Force Bond di antara mereka berdua, karena mereka berdua ditakdirkan untuk membawa kembali keseimbangan di galaksi? Apakah mungkin mereka berjodoh karena Force Bond di antara mereka berdua masih bisa terbuka meski Snoke sudah mati? Haha. Dan kalo ngeliat banyaknya romance yang bertebaran antara Rey dan Kylo Ren di The Last Jedi, will they end up as couple in Star Wars episode 9?

Well, honestly, I don’t think love works in the whole Star Wars saga. Kenapa? Liat aja pairing Anakin Skywalker x Padme Amidala sama Leia Organa x Han Solo. Menurutku kedua pairing itu gagal.

anakin-padmejpg
Anakin dan Padme, orangtuanya Luke dan Leia. Mereka awalnya pasangan yang bahagia, hingga Anakin memutuskan untuk pindah ke Dark Side dan menjadi Darth Vader.
daeed5fa2a7c31909d900bb383f9bd8f
Han dan Leia, orangtuanya Ben. Ini adegan terkenal dari film Star Wars episode V: Empire Strikes Back yang rilis tahun 1980. Mereka sering banget berantem tapi tetep aja cerita mereka romantis. Mereka akhirnya pisah sejak anak mereka memutuskan untuk beralih ke Dark Side.

Kalo ngeliat sejak awal emang gaada pairing yang works di Star Wars, kemungkinan besar Rey dan Ben juga gak akan work out. Kecuali kalo JJ Abrams yang nulis naskah Star Wars episode 9 nanti bisa nemuin cara supaya mereka berdua bisa work. Tapi kalo aku secara personal sih pengennya mereka gausah jadian lah, meski aku suka banget sama mereka. Kenapa? Because I think Rey will get hurt because of Ben. Ben itu terlalu rumit dan conflicted. Rey dan Ben emang membutuhkan satu sama lain, tapi bukan berarti hubungan mereka kemudian harus berlanjut ke arah romance. Dan aku pengen nantinya Star Wars episode 9 bakal lebih fokus sama the redemption of Kylo Ren. Sebenarnya bisa banget sih kalo Rey sama Ben mau dibikin romance. Dalam hubungan Reylo, yang bakal diuntungin banget emang Ben, soalnya pada akhirnya Ben punya seseorang yang peduli sama dia. Dia bisa deket sama orang yang nunjukin dia ke Light Side. Carrie Fisher, pemerannya Leia sendiri pernah bilang kalo Rey orangnya pemaaf, jadi dia pasti memaafkan Ben. Aku pernah baca teori, kalo Ben sebenarnya gak suka hidup sebagai bagian dari Dark Side. Bukan dia yang milih Dark Side. Semuanya emang gara-gara Luke, yang mikir kalo Snoke udah memenangkan hati Ben dan membuat jiwa Ben dikuasai Dark Side, padahal kenyataannya Ben masih berjuang melawan Dark Side yang ada dalam dirinya. Dia menyerah dalam pertarungannya melawan Dark Side karena Luke bikin dia kecewa. Orang yang seharusnya mendukungnya dan membimbingnya ke cahaya justru yang menjerumuskannya ke kegelapan. Makanya Ben memilih Snoke, karena Snoke bakal menjaganya dan menerimanya. Tapi Snoke terus menerus memperlakukan Ben seperti sampah dan menghinanya, makanya Ben pun fight back dan membunuh Snoke. Dia gak mau dimanfaatkan oleh Snoke, dia pengen jadi dirinya sendiri. Dia udah lelah terombang-ambing antara gelap dan terang di dalam dirinya sendiri. Beda sama Jenderal Hux yang selalu melakukan apa yang dikatakan Snoke. Karena Snoke sekarang sudah mati, maka satu-satunya yang diharapkan Ben adalah Rey. Rey adalah orang yang bisa membawa Ben kembali ke cahaya. Sebenarnya aku agak sedih waktu Rey nolak ajakan Ben buat mimpin galaksi bareng, Ben pasti merasa betrayed banget. Ben yang udah lama kesepian, untuk kesekian kalinya kembali merasa kesepian setelah satu-satunya orang yang dia percaya ninggalin dia. Tapi yang dilakukan Rey juga udah benar karena kalo dia ikut sama Ben sama aja dia ngedukung Ben buat ngelakuin genosida. Dan emang sih kalo pengen membawa kembali keseimbangan di galaksi gak perlu dengan pembunuhan, bisa dengan cara yang lebih damai. Nah, ini tugas Rey buat nyadarin Ben tentang hal ini. Aku pengen banget Ben bisa dimaafkan dan diampuni. Rey juga beruntung dalam hubungan Reylo, karena pada akhirnya dia nggak kesepian dan nggak merasa ditinggalkan. Tapi Rey kayaknya juga harus kuat menghadapi Ben yang sudah banyak terpengaruh oleh Dark Side dan menghadapi emosinya yang meledak-ledak. Ada kemungkinan kalo hubungan Reylo emang bener-bener terjadi, hubungan ini bakal abusive dan toxic di pihak-nya Rey. Aku juga engga yakin kalo Rey sebenarnya juga suka sama Ben, justru menurutku dia yang masih agak bingung sementara Ben udah terlanjur jatuh ke dalam pesona Rey. Banyak yang bilang kalau Reylo adalah reverse Anakin x Padme. Kenapa?

unnamed_(4)[1]

download_(1)[1]

Jadi Anakin dan Padme itu saling jatuh cinta, lalu Anakin berpindah ke Dark Side karena ketakutannya yang tidak bisa melindungi Padme dengan baik jika dia terus stay di Light Side. Dia pindah ke Dark Side demi Padme, tapi Padme tidak bisa mengikuti langkah Anakin yang berpindah ke Dark Side. Kalau Reylo kebalikannya, Ben berusaha mencari jati diri dan kekuatan dengan bergabung ke Dark Side dan dalam usahanya mencari tahu siapa dirinya sebenarnya, dia bertemu dengan Rey dan jatuh cinta padanya. Rey yang akan membawa Ben kembali ke Light Side.

Setelah nonton The Last Jedi, sebenarnya aku sempet bikin prediksi sih tentang beberapa hal yang mungkin terjadi di Star Wars episode 9. Tapi waktu aku baca prediksi fans Star Wars yang lain di Tumblr, prediksi mereka lebih keren dan lebih mendalam dari prediksiku. Jadi ini prediksi gabungan antara prediksiku sama prediksi yang aku baca di Tumblr:

  • Ben memanfaatkan First Order untuk menjalankan aksinya mengembalikan keseimbangan di galaksi. Jadi karena First Order sekarang tunduk di bawah pimpinannya, maka dia pun bisa ngelakuin apapun yang dia mau. Dia memerintahkan Jenderal Hux buat nangkap Rey dan ngebunuh dia.
  • Jenderal Leia tewas dalam usaha melindungi Rey dari serangan Jenderal Hux dan para stormtrooper.
  • Rey, Poe, Finn, Rose, dan BB-8 berhasil kabur dari serangan Jenderal Hux dan kabur ke suatu planet, tanpa bisa dideteksi oleh First Order.
  • Ben dan Rey masih menjalin komunikasi lewat Force Bond, Ben terus meyakinkan agar Rey mau ikut bergabung dengannya tapi Rey menolak dan meminta Ben kembali ke Light Side.
  • Rey akhirnya menemukan cara untuk menghilangkan Force Bond di antara dirinya dan Ben, sehingga Ben tidak bisa lagi mengetahui keberadaannya dan mengganggu persembunyiannya.
  • Ben memanfaatkan keberadaan Knights of Ren (kelompok misterius yang sempet disebutkan di The Force Awakens) untuk mencari Rey. Menurut teoriku, Knights of Ren adalah kelompok pembunuh berisi murid-murid Luke Skywalker yang diambil oleh Ben di malam saat Ben menghancurkan kuil Luke. Knights of Ren ini sangat patuh di bawah pimpinan Supreme Leader. Mereka dibentuk oleh Ben atas permintaan Snoke yang membutuhkan ksatria dengan kekuatan Force yang hebat di pihak kegelapan. Knights of Ren pun segera melakukan pencarian terhadap Rey. Tapi Knights of Ren sebenarnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu satu bagian bernama White Knight yang diam-diam membelot dan satunya lagi bernama Red Knight yang setia dengan Ben. Red Knight berhasil menemukan Finn, Rose, dan BB-8 dan mereka membawanya kepada Kylo Ren untuk diinterogasi. White Knight yang berhasil menemukan keberadaan Poe dan Rey langsung memperingatkan mereka agar segera melarikan diri. Tapi dalam perjalanan saat mereka mencoba melarikan diri, Poe dan Rey tertangkap langsung oleh Kylo Ren.
  • Rey dan Ben melakukan duel lightsaber, tapi Ben lagi-lagi kalah. Rey meyakinkan Ben bahwa masih ada terang dalam dirinya dan dia masih memiliki compassion, yang membuatnya lemah dan selalu kalah saat bertarung melawan Rey. Jenderal Hux menyadari kalau Ben sebenarnya adalah orang yang telah membunuh Snoke dari percakapan antara Rey dan Ben selama mereka berduel. Hux membawa Rey dan Ben ke penjara, karena Ben sekarang tidak lagi ikut dalam Dark Side maupun Light Side. Hux mengambil alih posisi Supreme Leader dan berniat memimpin galaksi.
  • Rey dikeluarkan dari penjara dengan bantuan salah satu White Knight dan mereka juga membebaskan Poe, Finn, Rose, dan BB-8. Mereka bertempur mati-matian melawan First Order. Di saat-saat paling genting, Ben muncul dan menyelamatkan Rey dan teman-temannya. Ben berhasil membunuh Jenderal Hux, tapi ia juga berniat membunuh Rey.
  • Di pertarungan yang sengit antara Rey dan Ben, Ben mencoba mengalahkan Rey dengan masuk ke dalam pikirannya dan menyiksa Rey, tapi Ben terkejut saat melihat isi pikiran Rey yang hanya berisi rasa sedih melihat penderitaan teman-teman dan kematian orang-orang yang dicintainya, juga rasa kesepian yang selama ini menyiksanya dan rasa kecewanya terhadap Ben yang sudah menolak kembali ke Light Side. Karena penglihatannya atas pikiran Rey itulah menyebabkan kekuatan Force dalam tubuh Rey mencegah Ben untuk menyentuhnya dan tubuh Ben langsung terlempar jauh. Saat Rey mencoba melawan balik Ben, ia juga sempat melihat pikiran Ben bahwa Ben sudah menyerah, bahwa Light Side sudah kembali menguasai dirinya. Teman-teman Rey datang dan melihat Ben dalam keadaan lemah, mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Ben. Tapi Rey mendorong Ben agar ia menjauh dan akibatnya ia yang terkena serangan dari teman-temannya.
  • Rey berada dalam keadaan koma dan Ben tidak percaya Rey telah mengorbankan dirinya sehingga Ben tidak terluka. Selama koma itulah, Rey bermimpi bertemu dengan Luke dan Luke meminta agar ia menjaga warisan dari Jedi, yaitu kitab Jedi yang dicurinya dari Planet Ahch-To saat ia berguru kepada Luke. Rey bilang bahwa ia mempelajari dari kitab itu bahwa Jedi tidak seharusnya dimusnahkan dan keberadaan Jedi masih bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan di seluruh galaksi. Rey juga mimpi bertemu dengan Han dan Leia, mereka meminta agar ia menjaga Ben.
  • Saat terbangun, Rey langsung mencari Ben dan mendapati Ben berada di dalam penjara, sebelum dia dibawa ke planet paling terpencil di galaksi untuk diasingkan. Mereka saling mengucapkan selamat tinggal.
  • Beberapa tahun kemudian, Rey dan Ben membuka kuil pelatihan dan mengajar beberapa murid di Tatooine. Mereka berdua berdiri, melihat murid-murid mereka yang giat berlatih untuk menjadi generasi Jedi yang selanjutnya. Ben dan Rey kemudian bercakap-cakap tentang harapan sambil melihat murid-murid mereka dan binary sunset yang ada di planet itu.

Mungkin prediksi ini terlihat bodoh banget bagi yang udah ngikutin Star Wars sejak tahun 1977 dan ini mirip banget sama fanfiction, tapi ini ‘kan cuma prediksi. Bisa aja salah. Bisa aja ending-nya justru sad ending, meski aku pengen banget ada happy ending. Pengennya sih Ben jangan dimatikan di episode 9 nanti kayak Darth Vader. Di Tumblr bahkan ada yang nambahin kiss scene juga antara Rey dan Ben di dalam prediksi Star Wars episode 9 yang mereka buat, tapi kiss scene itu menurutku ridiculous banget sih. Kalo yang dapet kiss scene Finn dan Rose mungkin wajar, kalo Rey dan Ben… nope. They shouldn’t kiss. Kalo misal aku jadi Rey aku bakal susah banget maafin Ben karena Ben udah ngebunuh Han Solo dan Luke, kedua orang ini udah kayak figur orangtua yang hilang bagi Rey. Sebagai Rey aku juga gak mau meski Ben udah flirting macem apapun. Tapi untungnya Rey pemaaf. Rey, come back to your sense. Ben flirting ke kamu, it’s a trap. Rey kayaknya masih bingung karena Ben flirting ke dia dan gak tau harus ngerespon gimana, Rey antara tertarik sama Ben tapi juga gak mau ngelupain tugasnya buat ngebawa Ben kembali ke Light Side. Tapi harapannya sih semoga JJ Abrams nanti bisa ngasih cerita yang lebih bagus lagi di Star Wars ep 9. Udah gak sabar nunggu 2 tahun lagi hehe. Betewe gak nyangka artikel yang aku bikin bisa sepanjang ini. Mungkin ini artikel terpanjang yang aku tulis di blog. Ya udah deh aku nulis artikelnya sampe di sini aja (kalo sepanjang ini kayaknya namanya bukan artikel deh) dan moga-moga kalian gak kecapekan baca ahahaha. Bye ^^

Advertisements

Kesan Setelah Menonton Star Wars Episode VIII: The Last Jedi

Hi folks! Akhirnya aku comeback ke blog setelah vakum selama lebih dari 2 tahun buat fokus studi. Hehe, nah di post pertamaku setelah aku comeback ini aku mau nge-review film rilisan terbarunya Star Wars nih, judulnya Star Wars. Bukan review sih sebenarnya, tapi lebih mirip catatan tentang kesan-kesanku aja akan film ini. Jujur sih aku bukan fans Star Wars sejak awal, karena film pertama Star Wars rilis tahun 1977 dan aku lahir tahun 1999, jauh banget ‘kan hehe. Makanya aku baru ngikutin Star Wars mulai episode VII, yaitu yang judulnya The Force Awakens. The Force Awakens rilis tahun 2015, dan waktu nonton film itu pertama kali aku masih SMA. Sejak saat itu aku suka banget nonton Star Wars dan emang sesuai preference-ku yang nerd banget dan punya fantasi berlebihan. Hoho. Nah waktu Star Wars episode 8 rilis kemarin tanggal 14 Desember, aku langsung ke bioskop habis kuliah. Awalnya berangkat keburu-buru banget dan takut kehabisan tiket, eh ternyata malah waktu aku dateng banyak bangku theater yang masih kosong. Oh ya, buat yang belum nonton Star Wars mending ga usah baca review ini ya, soalnya banyak banget spoilernya. Jadi mending langsung close aja deh. Kalo udah nonton, baru deh boleh lanjut baca.

the-last-jedi-theatrical-blog
Sumber: http://www.starwars.com/news/star-wars-the-last-jedi-theatrical-poster-revealed

Jadi film dimulai ketika Resistance bertarung melawan First Order yang dipimpin Supreme Leader Snoke (Andy Serkis). Perang antara Resistance dan First Order berlangsung makin sengit dan Resistance seolah-olah udah kalah akan serangan First Order yang makin ganas. Scene kemudian berpindah ke Planet Ahch-To, di mana Rey (Daisy Ridley) memberikan lightsaber yang didapatkannya dari episode VII kepada Luke Skywalker (Mark Hamill), sang master Jedi dan pemilik asli lightsaber itu. Luke memutuskan untuk mengasingkan diri ke pulau paling terpencil di galaksi sejak suatu kejadian tragis yang mengubah hidupnya. Luke awalnya menolak kehadiran Rey dan telah membulatkan keputusan untuk tidak akan kembali lagi dan tidak mau bertarung bersama Resistance untuk melawan First Order. Luke sebelumnya adalah protagonis utama dari trilogi film Star Wars episode 4-6 yang berhasil melawan First Order dengan berani bersama Han Solo (Harrison Ford) dan Putri Leia Organa (Carrie Fisher). Namun Luke menyadari bahwa Rey mempunyai sesuatu yang spesial dalam dirinya, yang membuatnya tertarik untuk mengajarinya. Rey adalah seorang Force-sensitive, sama seperti Luke. Selama diajari oleh Luke, Rey diam-diam menjalin komunikasi dengan Kylo Ren (Adam Driver), musuh bebuyutannya di episode VII melalui semacam portal Force. Kylo Ren adalah putra dari Han Solo dan Jenderal Leia Organa. Meski ia dilahirkan dari orangtua yang berpihak pada Light Side, namun Kylo Ren berniat untuk melanjutkan warisan kakeknya, Darth Vader, yang merupakan ayah dari Luke Skywalker dan Leia Organa dan penjahat utama dari franchise Star Wars sebelum film The Force Awakens dirilis. Kylo Ren yang memiliki nama lahir Ben Solo sudah terpengaruh oleh hasutan Snoke sehingga mau beralih ke Dark Side. Ia bahkan membuktikan kesetiaannya kepada Dark Side dengan membunuh ayahnya sendiri. Saat menjalin komunikasi dengan Kylo Ren, meski awalnya Rey curiga dan bersikap hati-hati kepadanya, namun ia menyadari bahwa Kylo Ren sebenarnya tidak seburuk yang ia kira, dan Kylo Ren sejatinya adalah korban.

1484001196-rey-luke-lightsaber
Rey memberikan lightsaber kepada Luke. Sumber: http://www.esquire.com/entertainment/movies/news/a53722/star-wars-8-teaser-trailer-luke/

Film ini disajikan dengan grafis yang menurutku jauh lebih baik dari The Force Awakens, sumpah bagus banget grafisnya. Banyak adegan yang bikin aku pengen nangis waktu nonton, saking terharunya karena mungkin udah lama nungguin episode Star Wars yang baru sampe 2 tahun. Ada banyak banget adegan yang menyentuh secara emosional. Aku bukan fans-nya Star Wars yang ngikutin dari awal dan tau semua detil tentang Star Wars, tau mulai dari jenis-jenis kapal yang ditampilin di film, nama makhluk-makhluk aneh yang ada di Star Wars, nama-nama planet yang ada di Star Wars, dan sebagainya. I’m just a casual fan who adores this film so much. Sebagai penikmat film biasa, menurutku film ini bagus banget. Aku bahkan udah nonton film ini sebanyak 3 kali dan berniat nonton lagi untuk yang ke-empat kalinya minggu depan.

star-wars-animals-watching-01-master1050-v3
Chewbacca, wookie yang merupakan sahabat Han Solo dan porgs, makhluk unik di film Star Wars. Sumber: https://www.nytimes.com/2017/12/06/watching/what-is-a-porg.html

Di Twitter, Instagram, dan sosmed lainnya aku ngeliat banyak banget fans Star Wars yang bikin mean tweets dan hate comments buat para aktor dan sutradara The Last Jedi. Menurut mereka film The Last Jedi ini merupakan film Star Wars yang terburuk, which makes no sense menurutku, karena di film ini aktor-aktornya punya akting yang jauh lebih baik dari film-film Star Wars sebelumnya. Film The Last Jedi adalah film di mana Mark Hamill menunjukkan akting terbaiknya sebagai Luke Skywalker. Banyak orang yang nyebar kebencian buat film ini, bahkan fans sampe mau boikot film The Last Jedi karena jauh dari ekspektasi fans dan banyak ngehilangin unsur klasiknya dari film-film yang lama. I have nothing to say about this karena aku gak tau apa-apa tentang Star Wars, tapi sebagai fans biasa, aku pengen fans Star Wars yang nyebarin hate comment dan mean tweets bisa move on dan menghadapi kenyataan bahwa Star Wars sekarang emang sudah berubah, enggak kayak dulu lagi. Walau di trilogi Star Wars yang baru ini perubahannya nggak begitu banyak, ngga sampe total mengubah inti cerita Star Wars tapi haters tetep nyinyir dan ngasih komentar pedes. Kasian juga ngeliat aktor dan sutradaranya The Last Jedi harus nerima banyak kebencian. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa Daisy Ridley sampai harus ngehapus akun Instagram-nya, dia sempet bilang karena alasannya demi kesehatan mental dia. Aku juga ngebaca lho mean tweets dan hate comments di sosmed dan emang isinya kejam banget. Sutradara dan aktor The Last Jedi udah kerja keras buat bikin film ini, sedih aja kalo ngeliat banyak orang yang benci waktu filmnya udah dirilis. I saw a lot of devil on internet. Tapi supaya cerita Star Wars bisa tetep dilanjutin, menurutku emang mau nggak mau harus ada perubahan, karena gimanapun tetep harus ngikutin perkembangan jaman biar bisa tetep relevan dan bersaing sama film-film lainnya.

DREPd47U8AAJ8Xy
Vice Admiral Holdo, salah satu tokoh baru yang super badass di The Last Jedi, diperankan oleh Laura Dern.

Grafis film, menurutku udah oke banget lah. Soundtrack juga oke, karena yah tau sendiri kan John Williams kalo bikin OST memang selalu wow buat Star Wars. Buat alur cerita… menurutku ceritanya agak susah diikuti. Kenapa? Karena rasanya ceritanya agak lompat-lompat gitu. Rasanya kayak ada adegan yang di-cut dan gak dimasukin ke film, jadi waktu nonton aku sempet mikir, “loh kok tiba-tiba adegan ini?” dan aku sampai harus menerka-nerka adegan ini maksudnya apa, kenapa bisa begini, dan sebagainya. Sutradaranya The Last Jedi sendiri bilang kalo sebenarnya film ini mau dibikin durasinya 3 jam, tapi karena dirasa kepanjangan makanya banyak adegan yang dipotong jadi cuma tinggal 2,5 jam. Padahal sebenarnya kalo adegan-adegan yang di-cut itu dimasukin lagi ke film mungkin filmnya bisa lebih masuk akal waktu ditonton, gak lompat-lompat dan bikin bingung. Ada banyak juga adegan yang patut dipertanyakan, yang kayaknya mungkin seharusnya adegan itu gak usah dimasukin tapi mungkin adegan itu punya arti tersendiri secara harfiah yang membuat penonton menebak-nebak artinya, sehingga tetap dimasukkan ke film. Tapi saya tetap menikmati waktu saya menonton film ini karena adegan waktu Kylo Ren dan Rey ngobrol lewat portal Force sangat memanjakan inner fangirl saya. Menurut saya adegan mereka ngobrol itu intens sekali dan cenderung mengarah ke romance. Saya tidak mengira bisa ada plot twist semacam ini, padahal di The Force Awakens, Kylo Ren dan Rey bertarung sengit sekali di hutan setelah Kylo Ren membunuh ayahnya sendiri. Di The Last Jedi, Rey tampaknya mulai bersimpati kepada Kylo Ren dan Kylo Ren meminta agar Rey menyelamatkannya, karena ia merasa sangat terbelenggu akan konflik dalam dirinya sendiri. Rey dan Kylo Ren memiliki background yang sama, karenanya Kylo Ren bahkan sama sekali tidak mencoba menyakiti Rey sewaktu mereka mengobrol di portal Force itu. Adegan favoritku di film The Last Jedi adalah waktu Rey dan Kylo Ren bertarung bersama melawan elite praetorian guard yang merupakan pengawal pribadi Snoke, adegan itu sangatlah indah dengan grafis yang menawan dan koreografi pertarungan yang memanjakan mata. Namun meski Rey dan Kylo Ren pada akhirnya bertarung bersama-sama, bukan berarti Kylo Ren dengan mudahnya mau kembali berpihak kepada Light Side.

DRy2hH1VQAEGHVx
Kylo Ren dan Rey saat ngobrol lewat portal Force. Trust me, Kylo Ren was actually flirting in this scene.

Kemudian selain adegan-adegan antara Rey dan Kylo Ren, aku juga mau menyorot adegan antara Finn (John Boyega) dan karakter baru di film The Last Jedi ini, yaitu Rose Tico (Kelly Marie Tran). Finn adalah seorang mantan stormtrooper yang berkhianat dan berbalik melawan Dark Side, ia muncul pertama kali di episode VII bersama dengan Rey dan Poe Dameron (Oscar Isaac), sang pilot X-Wing dan komandan Resistance yang pemberani. Sedangkan Rose adalah salah seorang pejuang Resistance. Di antara karakter Finn dan Rose ini mulai dimunculkan adegan romance, yang menurutku terkesan agak dipaksakan karena sebelumnya di episode VII aku kira Rey dan Finn yang bakal jadian. Tapi ternyata hubungan Rey dan Finn hanya sekedar sahabat. Hubungan Finn dan Rose seakan dimanfaatkan untuk menjauhkan Finn dari Rey. Kemudian selain itu adegan saat Finn dan Rose mencari ahli pemecah kode di kasino untuk menyelinap ke ruang kerja Snoke dan menghancurkan alat pelacak kapal perang Resistance, aku kurang suka adegan di kasino itu. Entah kenapa, kurang suka aja, meski grafisnya bagus. Mungkin aku kurang suka setting-nya yang berada di kasino dan nggak sesuai dengan konsepsiku tentang Star Wars. Aku juga kurang suka adegannya Maz Kanata (Lupita Nyong’o) yang muncul di hologram waktu ngobrol sama Poe, Rose, Finn, dan si droid kesayangannya Poe, yaitu BB-8. Sebelumnya di The Force Awakens, Maz Kanata dapat screentime banyak dan punya peran penting tapi di The Last Jedi hanya di adegan hologram ini Maz Kanata muncul. Adegan ini menurutku agak aneh, kalo misalnya adegannya diubah mungkin Maz Kanata bisa dapat screentime lebih banyak.

Star-Wars-The-Last-Jedi-Finn-Rose-Tico-Canto-Bight
Finn dan Rose. Sumber: https://heroichollywood.com/star-wars-last-jedi-image-canto-bight/

Aku juga mau menyorot akting para pemain film The Last Jedi. Akting mereka bagus banget semuanya, gak ada yang jelek. Yang paling menonjol tuh Mark Hamill, karena aktingnya jauh lebih bagus dari aktingnya di trilogi Star Wars yang dia perankan sebelumnya. Tapi aku paling suka aktingnya Daisy Ridley sebagai Rey dan Adam Driver sebagai Kylo Ren. Daisy memerankan tokoh Rey dengan sangat apik, Rey adalah petarung yang pemberani dan sangat kuat namun sebenarnya dia hanya anak yatim piatu yang kesepian dan rindu akan figur orangtua. Sedangkan Adam Driver berperan sebagai Kylo Ren yang emo, selalu memasang wajah murung, matanya selalu berkaca-kaca, dan sejauh ini Kylo Ren adalah tokoh villain yang paling rumit di Star Wars, karena ia punya backstory yang menyedihkan dan alasan kuat kenapa ia sampai pindah ke Dark Side, bukan hanya sekedar tiba-tiba pindah karena panggilan dari dalam jiwanya. Haters banyak yang bilang kalau Kylo Ren tidak sekuat Darth Vader, namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Kylo Ren suka memunculkan tantrum secara tiba-tiba, sesuai dengan kepribadiannya yang sensitif. Kylo Ren juga memiliki kemungkinan untuk lebih kuat dari Darth Vader, tapi ia jarang menampilkannya karena dia terlihat cengeng dan kurang garang. Mungkin itu karena konflik dalam dirinya yang sudah menyiksa batinnya, membuatnya selalu terlihat murung dan berkaca-kaca. Kylo Ren selalu tidak berdaya ketika menghadapi Rey, padahal menurut perkiraanku mereka berdua ini hampir sama dalam hal kekuatan. Aku curiga kalau Kylo Ren sebenarnya punya compassion buat Rey, yang membuatnya hampir selalu kalah dari Rey.

700490523
Mark Hamill sebagai Luke Skywalker, pertapa yang hidup menyendiri di Planet Ahch-To, setelah suatu kejadian yang mengerikan. Sumber: https://www.deseretnews.com/article/865691214/Is-Luke-Skywalker-the-villain-in-6Star-Wars-The-Last-Jedi1.html

Terus satu hal lagi, masalah script film. Menurutku ada banyak hal yang jauh melenceng di film The Last Jedi ini dari film The Force Awakens. Rasanya aneh aja ngeliat Finn tiba-tiba sok excited saat pergi ke kasino ngeliat orang-orang ngejudi dan bikin taruhan, mikir kalo kasino di Canto Bight itu tempat yang keren padahal yang namanya kasino ‘kan udah jelas isinya pasti orang-orang brengsek. Di film The Force Awakens, karakter Finn nggak di-setting kayak gitu, dia lebih reserved daripada yang di The Last Jedi, rasanya gak mungkin lah kalo tiba-tiba dia excited ngeliat orang-orang paling rusak di galaksi ngumpul di kasino Canto Bight buat ngejudi. Tapi wajar kalo banyak yang melenceng dan gak sesuai sama yang di awal yaitu yang waktu di The Force Awakens, karena penulis naskah kedua film itu berbeda. Cuma setidaknya Rian Johnson sebagai penulis naskah dan sutradara mungkin bisa observe terlebih dahulu sebelum menyelesaikan naskah film The Last Jedi dengan nonton film The Force Awakens dan meneliti naskah film The Force Awakens. Film The Last Jedi menurutku jadi lebih mirip fanfiction karena cerita dan karakternya jadi lebih custom dan kurang original, padahal banyak penonton Star Wars udah stick ke film The Force Awakens dan mikir kalau The Last Jedi juga pasti bakal pakai design karakter dan cerita dari film sebelumnya.

DQtkkTeUMAA1WUw
Kasino di Canto Bight.

Oiya, sedikit intermezzo, aku juga pengen ngebahas tentang Jenderal Hux (Domhnall Gleeson), bawahan dan pengikut setia Snoke, Kylo Ren (Adam Driver), dan Poe Dameron si pilot Resisntance yang sangat ganteng. Mereka adalah holy trinity dan cowok-cowok ganteng yang ada di Star Wars episode 7-9. Awalnya waktu nonton The Force Awakens tahun 2015 lalu aku nggak begitu memperhatikan Jenderal Hux karena screentime-nya dia sedikit banget, tapi di The Last Jedi ini dia mulai dapat banyak porsi buat peran dan baru nyadar kalo Jenderal Hux ini pernah main jadi Bill Weasley di film Harry Potter and the Deathly Hallows. Waktu ngeliat mukanya secara close up di screen, rasanya familiar sama mukanya dia dan baru sadar kalo dia emang Bill Weasley. Di Harry Potter aktingnya dia nggak begitu terekspos karena dia dapat peran kecil, tapi di The Last Jedi keliatan banget aktingnya yang bagus sebagai Jenderal Hux yang ngeselin dan jahat.

DRrIKkzXcAADSbE
Domhnall Gleeson sebagai Jenderal Hux.

Oiya, waktu nonton The Force Awakens aku gak begitu sadar kalo Poe Dameron sebenarnya ganteng karena aku lebih fokus ke Finn dan Rey, tapi waktu di The Last Jedi ini mulai sadar, apalagi waktu ngeliat aktingnya dia jadi komandan yang keras kepala dan suka melanggar perintah Jenderal Leia sebagai pemimpin tertinggi Resistance. Sayangnya Oscar Isaac sudah punya anak, dan sejujurnya emang kurang suka sih cowok yang wajahnya ganteng banget kayak dia. Lebih suka sama Adam Driver.

DRcVulQXkAEXdmw
Oscar Isaac sebagai Poe Dameron, pilot terbaik dan (mungkin) tertampan di galaksi.

Banyak yang bilang di internet kalo Adam Driver itu nggak ganteng, malah cenderung jelek. Tapi anehnya buat aku dia itu ganteng banget dan hot af. Menurut aku dia kayak Eddie Redmayne (pemeran Stephen Hawking di film The Theory of Everything) sama Benedict Cumberbatch (main jadi Sherlock Holmes, semua orang pasti tau), banyak orang yang bilang mereka jelek tapi juga banyak orang yang bilang mereka ganteng. Pendapat orang itu terbelah karena penampilan fisik mereka. Tapi kurang setuju sih kalo bilang Adam Driver itu jelek, soalnya dia bener-bener keren, rambutnya bagus dan bahunya lebar.

pri_51690410
Adam Driver sebagai Kylo Ren. Sumber: http://metro.co.uk/2017/10/12/the-last-jedi-would-kylo-ren-kill-his-mother-general-leia-organa-6993838/

Kayaknya semua tokoh di The Last Jedi udah dapat screentime yang cukup adil karena kebetulan film ini juga lebih panjang dari The Force Awakens, jadi karakter yang muncul cuma sebentar di The Force Awakens bisa muncul lebih lama lagi di The Last Jedi. Cuma yang disayangkan Maz Kanata muncul sebentar banget dan adegannya pun rasanya kurang faedah, padahal kalau naskahnya diubah, Maz Kanata bisa banget lho dapat screentime lebih banyak.

mazkanatabackstoryfeatured-1380x620_rev1
Maz Kanata, sang bajak laut di film Star Wars. Sumber: http://www.looper.com/7444/clues-maz-kanatas-backstory/

Tapi overall film ini bagus, aku suka. Aku pengen kasih 3,5 dari 5 bintang, meski aku udah ngasih banyak kritik yang agak mendetail, tapi jujur aku suka banget film ini. Gak sabar ngeliat Star Wars Episode IX, dan itu artinya aku harus nunggu 2 tahun lagi sampai tahun 2019. Jujur, setelah aku keluar dari bioskop habis nonton The Last Jedi, aku gak bisa berhenti fangirling ke Reylo, nama shipping-nya Rey dan Kylo Ren karena aku terpesona sama chemistry mereka berdua. Banyak yang bilang kalau Reylo ini meski mereka intens banget, bahkan sampai ada adegan Kylo Ren shirtless waktu ngobrol sama Rey di portal Force, yang memanjakan mata banget secara harfiah, pasangan Reylo ini toxic. Karena sebelumnya Kylo Ren dan Rey juga sempat saling membunuh di The Force Awakens, meski di The Last Jedi mereka udah baikan dan Rey mulai kasihan sama Kylo Ren, tapi Kylo Ren ogah balik lagi ke Light Side dan bikin Rey kecewa. Aku juga gak yakin kalo di episode IX Kylo Ren dan Rey bakal saling jatuh cinta. Kayaknya cuma Kylo Ren yang suka banget sama Rey dan compassion yang dia punya buat Rey selalu bikin dia kalah waktu fight sama Rey, tapi aku gak yakin Rey juga suka sama Kylo Ren karena meski Rey sempat tertarik sama pesonanya Kylo Ren, dia lebih mikirin bagaimana caranya nyelametin teman-temannya dan dunia dari serangan First Order. Aku hampir yakin kalo Rey dan Kylo Ren bakal saling membunuh lagi di episode 9, karena emang sih kalo mikir secara realistis pairing mereka itu toxic banget dan konflik yang ada dalam diri Kylo Ren itu jauh lebih rumit dari yang dipikirkan orang-orang. Rey gak mungkin bisa semudah itu nyadarin Kylo Ren meski mereka sama-sama kesepian dan gak punya siapa-siapa. Tapi semuanya kita serahin aja ke JJ Abrams, yang katanya bakal jadi sutradara Star Wars episode IX setelah sebelumnya dia yang jadi sutradaranya The Force Awakens. Dia juga yang punya ide akan cerita awal Star Wars episode VII-IX, jadi hanya dia dan Tuhan yang tahu kelanjutan Star Wars setelah ini. Tapi aku pengen di episode IX nanti Kylo Ren is redeemed, dia diampuni dan dimaafkan. Dia emang udah membunuh ayahnya sendiri dan banyak orang tak bersalah. Gak adil kalo dia cuma diampuni terus yaudah selesai, dia nggak membayar atas apa yang udah dia perbuat. He has to pay for what he had done. Jujur, aku masih mewek kalo inget adegan Han Solo yang dibunuh sama Kylo Ren, sedih banget. Di The Last Jedi pun tiap ada adegan yang ngingetin aku sama Han Solo, aku langsung mewek. Jahat banget emang si Kylo Ren. Tapi Rian Johnson, sutradaranya The Last Jedi sendiri bilang kalo sebenarnya Darth Vader itu lebih kejam dari Kylo Ren, but he’s redeemed. Kalo Darth Vader aja diampuni, apalagi Kylo Ren ‘kan. Hanya berharap Rey bisa menyelamatkan Kylo Ren di episode IX nanti dan dia bisa terlepas dari konflik dalam dirinya.

DRv2gPDVQAA6X3S

Review Film Pulp Fiction

Oke, jadi ini postingan pertama saya di tahun 2015, setelah hampir satu tahun gak ngeblog. Kali ini saya akan nge-review film yang disutradarai oleh Quentin Tarantino, yaitu Pulp Fiction.

pf

pf2

pf3

Film ini memang keren abis. Sebenarnya sudah lama saya pengen nonton film ini, tapi baru keturutan beberapa minggu ini. Jadi film ini memiliki 3 cerita yang berbeda, tapi ketiga cerita itu bermuara ke tempat yang sama. Ketiga cerita ini awalnya tidak terlihat nyambung satu sama lain, tapi menit demi menit film diputar, film ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Cerita pertama yaitu tentang dua pembunuh bayaran Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfield (Samuel L. Jackson) yang berniat mengambil koper berisi barang berharga milik majikan mereka, Marsellus Wallace, yang dicuri.  Cerita kedua adalah dua pasangan Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer) yang merampok sebuah restoran dimana ada Vincent dan Jules yang sedang sarapan di dalam restoran tersebut. Cerita ketiga, adalah kisah seorang petinju, Butch Coolidge (Bruce Willis) yang dibayar oleh sang bos gangster Marsellus Wallace untuk kalah dalam suatu pertandingan tinju. Film ini memiliki alur cerita non-linear dan dialog yang unik, seakan sang penulis skenario yakni sutradara film Pulp Fiction sendiri, Quentin Tarantino tidak menciptakan dialog dalam skenario filmnya, melainkan ia membiarkan tokoh-tokoh rekaan dalam film Pulp Fiction ini saling berbicara satu sama lain. Namun demikian, film ini mengandung banyak sekali adegan kekerasan. Sudah jelas bahwa ada banyak darah berceceran di dalam film ini, mengingat film ini bercerita tentang dua pembunuh bayaran. Tetapi meski ada banyak unsur kekerasan, film ini juga menyajikan banyak dialog lucu. Tokoh favorit saya adalah Jules Winnfield, pembunuh bayaran berkulit hitam, yang setiap kali akan menembak mati seseorang selalu mengutip Injil, Ezekiel 25:17. Menurut saya dia tokoh paling lucu di Pulp Fiction, sekaligus paling memikat. Di film ini saya baru menyadari betapa berharganya membahas tentang bagaimana orang Prancis menyebut burger Quarter-Pounder, tentang Jules yang seorang vegetarian, tentang milkshake murah seharga 5 dolar, tentang obrolan-obrolan remeh selalu saja tidak seremeh kelihatannya. Banyak sekali kata ‘F’ yang muncul di film ini, bahkan jika dihitung dari awal hingga akhir film ada total 265 kata ‘F’ yang diucapkan. Sejak menonton film ini, saya menjadi penasaran dengan karya-karya Quentin Tarantino lainnya dan membuat saya makin tertarik dengan film-film lain semacam Pulp Fiction ini. Di film Pulp Fiction, isi koper Marsellus Wallace yang dicuri tidak pernah diperlihatkan ke penonton, sehingga saya sangat penasaran. Rupanya Tarantino memang sengaja tidak menunjukkan isi koper yang dicuri itu, supaya para penonton bisa menebak-nebak dan memberikan spekulasi sendiri mengenai isi koper tersebut. Ada yang bilang koper itu berisi berlian karena ketika koper itu dibuka, koper itu bercahaya. Namun ada juga yang bilang kalau koper itu berisi jiwa Marsellus Wallace, karena kode untuk membuka koper itu adalah 666, yang merupakan angka setan. Tapi ternyata koper itu isinya adalah:

pf4

Gubrak. Pantesan kalo dibuka kopernya bercahaya. Hahaha.

So… Naruto Has Ended?

Naruto+700+is+out+i+m+kinda+gonna+miss+reading+naruto_e551a9_5345797

Naruto sudah tamat. Ya, beneran. Udah tamat. Saya baru inget kalo saya dulu pernah jadi fan hardcore-nya Naruto waktu masih jaman SD. Waktu itu saya rajin abis nonton anime Naruto di Global TV. Sumpah… Itu bener-bener masa-masa dimana saya masih alay-alaynya, haha. Baru tahu kalo Naruto udah tamat 7 November lalu. Yeah, tahunya udah tamat enggak telat-telat amat haha, soalnya manga-nya terbit tanggal 6 November. Saya sebelumnya udah jarang banget ngikutin alur cerita Naruto karena menurut saya ceritanya semakin mbulet. Tahu-tahu manga-nya udah tamat aja haha. Naruto tamat tepat di episode 700. Dan endingnya, jujur, enggak sesuai banget sama harapan saya dan enggak memuaskan (banget). Kenapa tiba-tiba Naruto jadi hokage yang super sibuk yang enggak punya waktu buat anaknya sendiri? Tiba-tiba ngerasa kasihan aja sama Bolt (anaknya Naruto). Kayaknya dulu Naruto waktu kecilnya ngebet banget jadi hokage dan sejak jadi hokage anaknya jadi enggak dipeduliin. Ending Naruto ini terkesan maksa banget. Dari dulu saya nge-ship Naruto x Hinata dan di endingnya Naruto emang beneran nikah sama Hinata, tapi kenapa saya ngerasa kecewa ya waktu Naruto nikah sama Hinata? Aneh, haha. Soalnya saya ngerasa kayak di-PHP Masashi Kishimoto, rasanya kayaknya dari dulu Naruto sukanya sama Sakura. Saya aja sampek putus asa sama pairing Naruto x Hinata karena kalo dipikir-pikir waktu itu rasanya mustahil banget Naruto bisa nikah sama Hinata karena Naruto sukanya sama Sakura, tapi kenapa di endingnya Naruto nikahnya sama Hinata? Saya sampai pengen nangis waktu baca manga Naruto chapter 700 di mangacanblog. Ngerasa di-PHP banget nget nget, tapi juga ngerasa sedih dan terharu karena Naruto ternyata udah tamat. Ngomong-ngomong suka sama penampilan barunya Naruto sebagai hokage, lebih mature, rambutnya aja udah di-cut jadi lebih rapi (suka banget sama model rambutnya). Di ending, Sakura nikah sama Sasuke, punya anak cewek namanya Sarada (namanya aneh banget, Sarada ini berkacamata mirip Karin). Tetapi Sasuke memutuskan untuk tidak tinggal tetap di Konoha bersama keluarganya. Dia memilih pergi mengelilingi dunia untuk menyelami makna hidup dan menebus dosa. Kalo Shikamaru nikah sama Temari, punya anak cowok namanya Shikadai, yang mirip banget sama Shikamaru. Ino nikah sama Sai, punya anak cewek namanya Inojin. Kiba nikah sama Tamui (cewek yang hobi memelihara kucing) dan Choji nikah sama Karui, kunoichi dari Kumogakure yang berkulit hitam, mereka punya anak cewek yang gendut dan hitam bernama Chocho (entah kenapa keputusan Masashi Kishimoto untuk menikahkan Choji dan Karui ini semacam keputusan yang sangat terrible karena jika Choji dan Karui dinikahkan, anak mereka pasti hitam dan gendut, jadi kalo dipikir-pikir kenapa Choji enggak nikah sama cewek berkulit putih aja, tapi Karui cantik banget, jujur). Sebenernya excited juga sih pada akhirnya Naruto nikah sama Hinata karena Hinata cantik banget. Jadi kepikiran nih bikin love story-nya Naruto sama Hinata yang bersetting setelah perang shinobi di fanfiction. Tapi di chapter 700 Naruto jadi digambarkan sebagai hokage yang super sibuk. Saya jadi teringat sama anak-anaknya Aang sang avatar di cerita Avatar: The Last Airbender, Kya dan Bumi. Kya dan Bumi merasa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Aang karena Aang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tenzin, putra Aang satunya yang seorang pengendali udara, sementara Kya adalah pengendali air dan Bumi adalah non-pengendali. Menurut pendapat saya jadi hokage kayaknya enggak se-sibuk Naruto sampai gak punya waktu buat anaknya sendiri, dulu Tsunade waktu masih jadi hokage juga kayaknya enggak sibuk-sibuk amat, haha. Dulu kayaknya waktu Sarutobi masih jadi hokage ketiga, Sarutobi juga masih punya waktu buat main-main sama cucunya, Konohamaru.

Naruto1
Keluarga Naruto.
naruto-arrives-to-gokage
Naruto, hokage ketujuh.

Arijit Singh

Sumber: timesofindia.indiatimes.com---Arijit Singh
Sumber: timesofindia.indiatimes.com—Arijit Singh

Mendadak ngefans sama orang ini sejak ngedengerin suaranya di lagu Tum Hi Ho. Suaranya soulful abis. Keren… Nama Arijit Singh di dunia playback singer India memang belum setenar Udit Narayan, Sonu Nigam atau KK. Tapi kemampuannya sebagai playback singer juga enggak kalah kok dari mereka bertiga. Arijit Singh dikenal karena suaranya yang super soulful. Namun Arijit mampu melantunkan segala jenis genre lagu mulai dari pop, electronic, sampai rock.

Arijit Singh lahir di Murshidabad, Bengala Barat, 25 April 1987. Namanya mulai tenar setelah dia menyanyilkan lagu Tum Hi Ho untuk soundtrack film Aashiqui 2. Sebelumnya Arijit Singh pernah berpartisipasi dalam reality show Fame Gurukul pada tahun 2005 dimana ia gagal mencapai final. Arijit menikah dengan Koel Roy, kawan masa kecilnya pada tanggal 20 Januari 2014 di Bengala Barat. Video di atas yang menampilkan 15 lagu terbaik Arijit Singh, yang menjadi favorit saya adalah Tum Hi Ho, Phir Mohabbat (soundtrack film Murder 2 yang dibintangi Jacqueline Fernandez dan Emraan Hashmi), dan Duaa (soundtrack film thriller Shanghai yang dibintangi Kalki Koechlin dan Emraan Hashmi). Di lagu Phir Mohabbat ada suara gesekan biola yang sangat merdu yang awalnya saya kira suara perempuan, tapi setelah saya dengar baik-baik ternyata suara biola. Keren abis. Tapi jujur saya masih ragu-ragu apa itu memang suara biola karena mungkin bisa saja itu suara biola yang dicampur dengan suara perempuan. Waktu saya men-googling nama Arijit Singh, enggak begitu banyak informasi yang bisa saya dapatkan tentang Arijit karena Arijit rupanya adalah playback singer pendatang baru di India. Tapi meskipun pendatang baru saya langsung jatuh cinta sama suara soulfulnya Arijit. Di laman fanpage-nya di facebook, Arijit memiliki lebih dari 7 juta fans. Arijit Singh pernah mendapatkan penghargaan Filmfare dan IIFA (International Indian Film Award) kategori playback singer pria terbaik berkat lagu Tum Hi Ho.

Review: Maroon 5 – Maps

Banyak yang bilang kalo lagunya Maroon 5 yang berjudul Maps ini bukan lagunya Maroon 5 yang terbaik, sejauh ini. Lagu ini dirilis Juli lalu, yang berarti saya udah telat 3 bulan buat nge-review lagu ini. Tapi saya suka banget sama lagu ini. Sebenarnya awalnya saya ngedengerin lagu ini pertama kali engga begitu tertarik, tapi setelah saya ngedengerin lagu ini lagi di TV mendadak kecanduan. Biasanya lagu-lagunya Maroon 5 emang booming ya, kayak Payphone sama One More Night. Tapi Maps enggak se-booming Payphone, meskipun menurut saya lagu ini cukup bagus. Sebenernya enggak tahu juga kenapa saya bilang bagus, selera aja. Lagipula pada dasarnya saya memang bukan tukang review, tapi maksa bikin review untuk melepaskan penat setelah mati-matian belajar buat ulangan kimia besok sampe kepala mendidih. Tapi oke, karena saya sudah terlanjur tulis kata review di judul tulisan ini jadi saya akan me-reviewnya sebisa saya. Maksa amat ya hahaha. Sekalian ngeramein blog karena udah jarang banget nulis.

Sempet baca komentar salah seorang pengguna YouTube tentang lagu Maps. Katanya lagu ini overplayed, beat-beat yang dimainkan salah semua, seharusnya lagu Maps dinyanyikan dengan lebih slow, dan background music-nya gagal total. Tapi entah kenapa kalo dengan komposisi yang original saya udah ngerasa kalo lagu ini emang lagu sedih dan kenapa harus lebih slow lagi nyanyiinnya kalo yang original aja udah bagus. Enggak bisa bayangin kalo lagu Maps dinyanyiin dengan lebih slow. Saya juga suka sama background music-nya. Ngomong-ngomong tentang video klip Maps, banyak yang bilang, ‘truly depressing‘. Video klip Maps enggak nyambung sama lagunya. Di lagu Maps diceritakan cowoknya yang dikhianatin ceweknya, tapi yang di video justru sebaliknya. Di video si cewek (yang cantik banget astaganaga) diselingkuhin cowoknya yang diperanin Adam Levine (Adam aktingnya bagus banget, just as usual) terus si cewek kecewa dan ninggalin klub tempat dia clubbing sama cowoknya, terus pas di perjalanan si cewek ditabrak truk. Gila itu kecelakaannya tragis banget. Banyak yang enggak suka video klipnya Maroon 5 yang Maps karena enggak nyambung sama lagunya dan bikin nangis saking mengerikannya. Tapi menurut saya video-nya bagus. Suka penataan alur flashback-nya. Dan saya suka video klip Maps karena enggak sinkron sama lagunya. Karena saya orangnya suka sama yang enggak nyambung-enggak nyambung hahaha. Masalah lagu, menurut saya lagu-lagu bertema sama dengan lagu Maps udah banyak banget. Pasaran. Saya juga kurang ngerti maksudnya ‘map’ dalam lirik lagu Maps. Overall, buat saya, bagus-bagus aja.

Penyedot Pulsa

Suatu hari, Roy sedang sibuk bermain handphone untuk mengisi kebosanan. Ia sedang browsing di handphone-nya. Ia browsing segala macam hal, mulai dari browsing film-film kesukaannya dan browsing tentang band kesukaannya, Asking Alexandria. Roy memang fans berat hardcore. Sebenarnya pacar Roy, Sherina, kurang menyukai playlist lagu yang disimpan di HP Roy, karena playlist-nya berisi lagu-lagu hardcore. Sherina sendiri sebenarnya adalah penggemar lagu bergenre reggae. Hari ini Roy sama sekali tidak berniat menghubungi Sherina karena dia lagi-lagi bertengkar lagi dengan Roy masalah lagu hardcore. Maka dari itu, mumpung hari ini hari Minggu, Roy menyibukkan dirinya dengan bermalas-malasan dan bermain HP. Roy tidak mencoba mengecek pulsa yang tersisa di HP-nya dan dia tidak menggunakan paket internet, sehingga dia browsing dengan pulsa normal. Tadi pagi dia baru saja mengisi pulsanya di counter.

“Roy!” teriak ibu Roy dari dapur, “ayo sini bantu ibu!” Roy yang sedang enak-enak main HP pun dengan malas-malasan pergi ke dapur dan membantu ibunya memotong bawang merah. Setelah membantu ibunya, Roy kembali ke kamarnya dan bermain HP. Roy lalu browsing kembali di HP-nya. Riwayat browsing-nya sudah terhapus semuanya dari handphone karena Roy memiliki kebiasaan menghapus riwayat browsingnya setiap habis browsing. Tapi Roy tidak bisa melakukan browsing, karena pulsa HP Roy sudah habis. Tetapi Roy sama sekali tidak ingat kalau tadi sebelum ia membantu ibunya di dapur, ia sudah browsing dengan pulsa normal, yang bisa saja dapat menghabiskan pulsanya dalam waktu sekejap.

“Lho? Kenapa gak bisa buat browsing?” gumam Roy. Roy lalu mengecek saldo pulsanya, dan ternyata pulsa Roy hanya tersisa Rp. 6.

“Hah, kenapa pulsanya habis? Aneh, jangan-jangan ada yang nyolong pulsaku nih…” Padahal Roy sendiri yang nyolong pulsa HP-nya.